
"Karena kamu ingin terus mengikuti ku, maka aku akan memberikan kamu kesempatan untuk mengikuti"
Setelah jeda sebentar, Hua Chenran melanjutkan dan berkata kepadanya
"Ada dua pilihan, menjadi seperti ku, atau tetap menjadi manusia biasa?"
Tanya Hua Chenran sekali lagi. Karena Qiang Xie ini tulus dan juga yakin padanya, apapun pilihannya, dia akan membiarkan Qiang ini untuk mengikutinya.
"Pikirkan dengan hati-hati, jangan terlalu terburu-buru" kata Hua Chenran sekali lagi, dia sedang menunggu anak-anak dan juga Lin Huayu selesai berlari keliling area kastil ini 10 kali putaran.
Batu yang tadi jatuh, tampaknya naik lagi untuk menekannya dan bahkan ada banyak batu lainnya!
Bahkan dia belum menghapus semua keringat di keningnya, sekarang ini sepertinya punggung juga akan basah dengan keringat dingin.
Dia sebenarnya ingin bertanya, apa maksud ketua menanyakan semua ini kepada nya? Tetapi apakah dia berani untuk bertanya?!! Tentu saja tidak!
Berarti dia hanya boleh menjawab salah satu dari dua pilihan yang di katakan oleh ketua tadi, jika dia memilih menjadi seperti ketua, adalah keberadaan peri yang belum pernah dia lihat, walaupun dia tahu karena ada di novel! Menjadi abadi berarti mengikuti ketua sepanjang hidupnya? Apakah ini baik?
Menjadi manusia biasa? Mungkin dia hanya bisa mengikuti ketua selama dua puluh tahun lagi, setelah itu dia harus pensiun dari geng Blood Shield dan hanya akan berkerja seperti ketua, yaitu dari belakang layar.
Tunggu sebentar! Sepertinya ketua pernah mengatakan kepada anak-anak yatim-piatu itu, tampak seperti akan melakukan hal-hal yang besar, mungkin juga berbahaya?
Tetapi jika dia hanya biasa, dapatkah dia membantu ketua untuk tujuan besarnya itu?
Tidak! Pasti dengan dia yang hanya manusia lemah dibanding dengan orang yang mengolah peri, pasti akan menyeretnya ke bawah jika saat itu tiba. Maka lebih baik untuk menjadi abadi dan mengolah peri seperti ketua. Kapan lagi ada kesempatan emas seperti ini! Dia tiba-tiba juga menyadari bahwa dia bodoh!
"Ketua, Qiang Xie ingin mengolah peri seperti ketua" Jawab Qiang Xie dengan sangat yakin.
"Oh.... kenapa memilih pilihan ini?"
Tanya Hua Chenran lagi dengan suara yang acuh tak acuh, ada senyum tipis di wajahnya yang cantik. Sekarang Hua Chenran masih meminum teh hijau nya, dengan sangat santai.
Uh....! Qiang Xie tersedak!
Qiang Xie terdiam lagi, dan merasa sangat frustasi dalam hatinya!
Rasanya dia ingin berteriak, ketua! Bisakah tolong jangan bertanya dengan nada acuh tak acuh seperti itu dan bahkan anda masih tersenyum tipis seperti ini, apa maksudnya?
__ADS_1
Hati kecilnya tidak tahan, Ok!
Wajah Qiang Xie sangat kusut, seperti jemuran yang baru terangkat.
Berikan saja dia pisau dan melawan orang-orang, atau berikan saja kertas ujian kepadanya, atau biarkan saja dia diintrogasi oleh polisi. Tuhan! Tapi kenapa dia harus mengahadapi hal semacam ini?
Tetapi dia tetap menjawab sesuai dengan apa yang dikatakan oleh hatinya dan apa yang dia pikirkan.
"Qiang Xie ingin membantu ketua untuk mencapai tujuan besarnya!"
Jawabnya tegas dan tampak sangat bertekad.
"Tujuan besar saya?"
Tanya Hua Chenran lagi, dengan suara yang tenang dan senyum tipis di wajahnya kali ini.
Ingin ku menangis...!
Ingin ku teriak...!
Ketua! Tolong jangan sering membuat bawahan jantungan! Jika terus begini, lama-lama Qiang Xie bisa saja mati sambil berdiri.
"Iya, saya memang mempunyai tujuan yang besar. Tetapi tujuan itu tidak ada di bumi ini"
Kata Hua Chenran sambil tersenyum kecil, kemudian meletakkan cangkir teh hijau yang sudah selesai di minum oleh nya.
"Apa?! Tidak ada di bumi?"
Tanya Qiang Xie dengan sangat terkejut, ketua tolong jangan katakan bahwa tujuan besar anda adalah di alam baka!
"Tujuan ku ada di alam baka"
Kata Hua Chenran lagi dengan suara yang tenang dan sangat serius, tidak terlihat seperti bercanda sama sekali.
"Apa...?! Ke...ke... ketua, alam baka?
Ketua tolong jangan bercanda lagi dengan bawahan?" Kali ini jantung dan hati kecilnya tidak tahan, Ok!
__ADS_1
"Apakah saya terlihat seperti orang yang berbohong?" Tanya Hua Chenran dengan suara yang tenang, tetapi entah kenapa itu membuat Qiang Xie merasakan kedinginan di punggungnya.
Uh....! melihat ekspresi wajah ketua yang serius, tentu saja seperti tidak berbohong! Tetapi kenapa Qiang Xie merasakan dirinya dipermainkan?
"Sepertinya ti... tidak?"
Kata Qiang Xie dengan tidak yakin, seperti ada tanda tanya besar di atas kepalanya.
"Hahaha.....!"
Hua Chenran langsung saja tertawa terbahak-bahak, wajah kusut Qiang Xie terlihat sangat lucu! Karena itu dia tidak mampu lagi menahan tawa dalam hatinya.
Qiang Xie mengerti sekarang, ketua sekarang berbohong kepada nya. Atau apakah ini dianggap becanda? Dia tidak mengerti sama sekali, Ok!
Setelah cukup tertawa ekspresi wajah Hua Chenran menjadi serius lagi, lalu dia berkata pada Qiang Xie
"Ya, saya memang mempunyai tujuan yang besar, dan itu juga benar adanya bahwa tempat itu tidak ada di bumi. Tempat itu adalah alam kultivasi dan itu khusus untuk para kultivator agar dapat berkultivasi dengan lebih baik dan cepat, dari pada di bumi"
"A..alam kultivasi?".
Tanya Qiang Xie dengan kegembiraan yang tidak disembunyikan di matanya. Mungkin tidak banyak yang tahu, apa itu alam kultivasi, tetapi dia sebagai pembaca setia novel fantasi, bagaimana mungkin dia tidak bisa mengetahui alam kultivasi?
"Yap, alam kultivasi".
Kata Hua Chenran dengan senyum tipis di wajahnya. "Setelah mengatur semua di sini, kita akan pergi ke alam kultivasi" kata Hua Chenran lagi pada Qiang Xie, yang ekspresi wajahnya terlihat penuh kegembiraan saat ini.
"Jadi Qiang Xie, lakukan hal yang sama dengan anak-anak di luar"
Perintah Hua Chenran pada Qiang Xie
"Siap ketua"
Kata Qiang Xie sambil berdiri, dan dengan melakukan hormat ala tentara, dengan senyum di wajahnya.
Setelah itu Qiang Xie berlari dengan sangat bersemangat, dan bergabung dengan anak-anak yang lainnya untuk berlatih, memperkuat tubuh.
Hua Chenran hanya menggelengkan kepalanya, dengan senyum bahagia di wajahnya. Ya, dia sangat senang ada bawahan yang cakap, ikut dengannya ke benua Tianshi nantinya. Jadi dia tidak perlu terlalu repot mengatur villa Hua di benua Tianshi, untuk bangkit lagi seperti semula, bila perlu buat itu lebih mendominasi!
__ADS_1
Tanpa sadar cangkir teh yang ada di tangan Hua Chenran, sudah berubah menjadi bubuk dalam sekejap.
"Sepertinya aku harus mengendalikan ketenangan ku kedepannya, jika tidak bagaimana mungkin aku akan dapat mengalahkan master itu, bila emosi kebencian dan dendam ku tidak bisa aku kontrol dengan baik" Kata Hua Chenran pada dirinya sendiri.