
Rumah Sun,
Sesampainya di rumah Sun mereka berdua berjalan ke arah kamarnya masing-masing.
Saat masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Jian Zi dan Jian Liu sedang bermain dengan Yi'er dan Yan'er. Melihat hal ini senyum lembut tersungging di bibir Hua Chenran.
Hua Chenran meringankan langkah kakinya dengan energi spiritual, supaya tidak menggangu mereka berdua dulu. Tapi suara-suara celotehan keras dari Yi'er dan Yan'er terdengar ke seluruh kamar.
"Nyonya kecil, sepertinya anda tidak bisa bersembunyi dari mata Yi'er dan Yan'er" kata Jian Zi dengan bercanda, jika bukan karena suara celotehan keras Yi'er dan Yan'er, mungkin dia tidak akan pernah tahu ada nyonya kecil di depannya.
"Nyonya kecil, jika begitu kami pergi dulu" kata Jian Liu dengan lembut.
Karena Hua Chenran sudah kembali, tentu saja mereka akan melakukan tugas mereka yang lainnya.
"Terimakasih untuk hari ini"
Hua Chenran berkata dengan lembut.
"Sama-sama nyonya kecil"
Jawab Jian Zi dan Jian Liu secara bersamaan dengan sopan.
Kemudian mereka berdua keluar
dari kamar Hua Chenran.
"Kedua bayi ibu benar-benar pintar"
Kata Hua Chenran sambil mencium pipi Hua Junyi dan Hua Junyan dengan gemasnya.
Apakah kedua bayinya dapat merasakan nafasnya?
Kemudian Hua Chenran mandi dan segera mengganti pakaiannya. Saat tengah bermain dengan Yi'er dan Yan'er, Lin Huayu masuk ke dalam kamar Hua Chenran dengan wajah penuh gosip.
"Xio ran apakah kamu memeriksa forum sekolah tadi?"
Tanya Lin Huayu
"Tidak aku baru saja selesai memakai pakaianku, ada apa memangnya?"
balas Hua Chenran dengan tenang, lalu dia bertanya dengan sedikit penasaran.
"Ternyata Fang Yue dan Yang Jian, mereka berdua pindah dari sekolah menengah Luocheng"
Kata Lin Huayu dengan penuh ejekan.
Ini pasti karena mereka berdua takut dengan status Hua Chenran.
"Pantas saja! mereka berdua tidak pergi ke sekolah hari ini, ternyata mereka berdua pindah sekolah!"
Hua Chenran berkata dengan terkejut, padahal dia ingin meracuni mereka berdua hari ini. Anggaplah mereka berdua beruntung.
"Bagaimana jika hari ini kita makan mie instan untuk makan malam?"
Lin Huayu memberikan saran pada Hua Chenran, karena sudah lama dia tidak makan mie instan.
"Boleh juga, kalau begitu tolong jaga Yi'er dan Yan'er sebentar untukku"
Kata Hua Chenran sambil menepuk bahu Lin Huayu. Tidak ada mie instan di dapur, jadi dia harus pergi ke supermarket untuk membelinya.
"Jangan khawatir, ibu baptis Lin Huayu ada disini" Lin Huayu berkata dengan suara yang bangga.
"Aku pergi dulu"
Kata Hua Chenran sambil berjalan keluar dari kamarnya.
Supermarket tidak jauh dari komplek perumahan ini, jika berjalan kaki hanya beberapa menit saja. Jadi Hua Chenran memutuskan untuk pergi dengan berjalan kaki, karena dia adalah seorang kultivator jadi hanya butuh tiga menit untuk sampai ke supermarket.
Masuk ke dalam supermarket, dia mencari rak yang ada mie instan.
Mengambil beberapa bungkus mie instan, lalu Hua Chenran berjalan ke arah kasir dan membayar.
Keluar dari supermarket kali ini dia tidak menggunakan energi spiritual, dia hanya berjalan sesuai dengan kecepatan manusia biasa.
Di jalan yang agak sepi wajah Hua Chenran menunjukkan ketakutan.
Dia melihat ke kiri dan kanannya dengan waspada, terdengar suara beberapa langkah kaki dibelakang Hua Chenran.
__ADS_1
Dia berjalan lebih cepat, tapi suara langkah kaki di belakangnya semakin mendekat. Jadi Hua Chenran segera memutuskan untuk berlari.
"Gadis kecil percuma saja berlari"
Suara kasar terdengar dari belakang Hua Chenran.
"Ya gadis kecil yang cantik, kamu ditakdirkan untuk menjadi milik kami hari ini" dari suaranya jelas terdapat nafsu yang tidak ditutupi.
Ketika Hua Chenran mendengar suara laki-laki di belakangnya, dia lari lagi lebih cepat dari sebelumnya sekuat tenaganya. Melihat jalan buntu yang ada di depannya, dia menjadi panik.
Lalu Hua Chenran membalikkan badannya dan melihat ada 5 orang laki-laki berusia sekitar 30'an yang mengejarnya, wajahnya tiba-tiba menjadi lebih pucat daripada kertas.
"Tolong..... tolong...siapa saja"
Hua Chenran berteriak dengan sangat keras, berharap ada yang mendengar suaranya. Jelas ada ketakutan dan keputusasaan dalam nada suaranya.
"Tidak perlu berteriak begitu keras sekarang, nanti saja ketika gadis kecil itu berada di bawah kami, berteriak sekeras yang kamu mau"
Kata seorang laki-laki gemuk berbaju hitam dengan senyum cabul yang terlihat dengan jelas di wajahnya.
Mereka berlima berjalan semakin dekat dengan Hua Chenran dengan seringai jahat di wajah mereka.
Melihat mereka semakin mendekat, Hua Chenran hanya bisa mundur ke belakang, meskipun hanya jalan buntu di belakangnya, dia tidak bisa membantu tetapi tetap mundur.
Ketakutan semakin jelas terlihat di wajah Hua Chenran yang pucat.
"Jangan kemari....pergi kalian...
pergi!!! Tolong...siapa saja..."
Air mata tiba-tiba mengalir, dari ketakutan kini lebih banyak keputusasaan terlihat di wajahnya.
Karena berapa kali pun dia berteriak meminta tolong, tidak ada satupun orang yang muncul.
"Apa yang sebenarnya ingin kalian lakukan padaku"
Hua Chenran berpura-pura bertanya dengan berani, tetapi badannya yang gemetar mengkhianatinya.
"Gadis kecil! Jangan menjadi sok suci, kamu jelas tahu apa yang sebenarnya kami inginkan, ya kan teman?"
Kata pria kurus dengan penampilan yang sederhana seperti sarjana.
"Jadi siapa yang pertama kali ini?"
"Kita sudah mengundi hal ini sebelumnya! Akulah yang pertama kali ini. Gadis kecil yang cantik, pasti rasanya akan sangat enak"
Kata pria dengan janggut panjang di wajahnya.
"Tidak bisa begitu! Aku bahkan belum pernah mendapatkan giliran pertama dari dulu! Jadi kali ini tentu saja akan menjadi giliran ku"
Kata pria jangkung dengan rambutnya yang dicat kuning.
"Kalian diam untukku! Kita sudah mengundi, tergantung keberuntungan masing-masing. Jangan bertengkar lagi kalian" kata pria yang terlihat sederhana seperti sarjana. Lalu dia melihat ke arah Hua Chenran dan berkata dengan penuh kelembutan
"Gadis kecil...."
Lalu dia terkejut dengan takjub, tidak ada Hua Chenran di depannya, hanya ada tembok kosong yang dicat putih.
"Hilang...! Da Hei, dimana gadis kecil itu, kenapa menghilang bahkan tanpa kita sadari"
"Tidak ada jejak sedikit pun"
"Apakah kamu melihat gadis kecil itu punya bayangan atau tidak?"
"Kapan aku berpikir untuk melihat bayangan gadis kecil itu, tentu saja aku melihat ke tubuhnya"
"Apakah kita salah mengejar? Tapi dari wajahnya sangat mirip dengan foto yang diberikan oleh mereka"
"Jangan-jangan kita mengejar arwah gadis yang gentayangan, karena mati tidak wajar" wajahnya tiba-tiba menjadi pucat, dia tadi terlihat sangat bernafsu dengan hantu gentayangan.
"Kalian sedang mencariku"
Suara Hua Chenran sangat dingin, aura pembunuhan yang tebal keluar dari tubuhnya.
Mendengar suara gadis kecil yang sudah mereka anggap sebagai hantu gentayangan, badan mereka merasa gemetar. Apalagi aura pembunuhan itu seperti mencekik hidup mereka.
Membalikkan badan dengan tubuh yang masih gemetar, mereka berlima melihat gadis yang tadinya ketakutan seperti seekor kelinci, kini menjadi seperti seekor singa yang dingin dan mendominasi. Apalagi matanya tidak menampakkan ketakutan yang pura-pura, tetapi seperti melihat orang-orang yang sudah mati.
__ADS_1
Hati mereka berlima benar-benar ketakutan, jadi mereka berlima berusaha untuk berlari. Tapi di depan mereka adalah hantu dan dibelakang mereka adalah tembok beton.
Kemana mereka harus berlari?
"Kalian berlima! Tidak ada yang bisa melarikan diri hari ini"
Kata Hua Chenran dengan suara dinginnya. Senyum haus darah tersungging di bibirnya.
Salah satu dari mereka melihat gadis di depannya jelas ada bayangan, dia segera penuh dengan ekstasi. Lalu dia berkata kepada teman-temannya.
"Jangan tertipu oleh gadis kecil ini, lihat gadis kecil itu punya bayangan"
Keempat lainnya melihat ke tanah dan benar saja gadis kecil yang ada di depan mereka berlima adalah orang yang hidup bukan hantu.
(Mereka sepertinya lupa bagaimana Hua Chenran menghilang)
Jadi ketakutan mereka berlima telah menghilang sepenuhnya, seringai cabul dan penuh nafsu kembali terlihat di wajah mereka berlima.
Hua Chenran secara alami melihat perubahan ekspresi wajah mereka, tapi apa? harus mengatakan bahwa keberuntungan mereka sudah habis.
Momok seperti mereka yang suka melakukan perbuatan jahat, harus dibasmi untuk ketentraman hidup masyarakat, bukan?
"Gadis kecil! Kemarilah dengan patuh, jika tidak, kami berlima akan bertindak lebih kasar nantinya"
Bujuk seorang pria yang sederhana seperti sarjana kepada Hua Chenran.
Tiba-tiba saja hanya dalam beberapa detik, salah satu dari mereka berlima kehilangan kepala mereka.
"Putus...kepala Da Hei terputus"
Tunjuk pria jangkung itu dengan gemetar, lalu melihat ke arah Hua Chenran dengan penuh ketakutan.
Yang lainnya juga melihat kepala
Da Hei yang sudah menggelinding di depan mereka, dengan matanya yang masih terbuka.
"Sudah terlambat, haha...."
Hua Chenran berkata sambil tertawa dengan penuh kesuraman.
________________&&&_________________
Teater kecil Yi'er dan Yan'er
Yan'er : saudara Yi aku yang pertama
kali merasakan nafas ibu.
Yi'er : Tidak Yan! Aku yang pertama
kali merasakan nafas ibu di
kamar hari ini.
Yan'er : Saudara Yi! Itu aku!
Yi'er : Itu aku!
Yan'er : Saudara Yi, kamu menggertak
yang lebih muda!
Yi'er : ya, kamu yang menang.
Yan'er : aku...
Yi'er : kenapa?
Yan'er : Aku ingin memberitahu ibu,
Kalau sudah bisa merasakan
Nafasnya, tapi aku baru sadar,
Jika aku belum bisa bicara!
Yi'er : "..." Dah lah...
__ADS_1