Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 55. Bertemu! (2)


__ADS_3

Karena sekarang jam kosong, banyak yang tidak keluar. Tapi bagi yang sudah bergabung dengan sebuah klub, mereka bisa pergi ke klub itu untuk belajar atau hanya sekedar menghabiskan waktu.


"Chenran, kapan seleksi seni beladiri karate dilakukan?"


Tanya Yun Xi dengan antusias.


"Satu jam lagi"


Jawab Hua Chenran dengan tenang.


"Bagus! Tidak lama lagi berarti, aku pasti akan mendukung mu"


Kata Yun Xi masih dengan antusias.


Lalu dia merasa sedikit aneh karena Yun Xi terlalu antusias. Kemudian Hua Chenran tersenyum aneh, dia melihat ke arah Yun Xi dan berkata.


"Kamu akan mendukung ku atau mendukung ketua klub seni beladiri karate?"


"Ekhm... Chenran tidak bisakah kamu memberiku wajah! Kamu tahu..."


Kata Yun Xi dengan wajah pahit.


"Haha...aku sudah tahu dari awal, melihat dia terlalu antusias pasti karena ketua klub seni beladiri"


Tambah Yan Jina di sampingnya.


"Adik Yuyu apakah kamu akan datang mendukung Chenran nanti?"


Tanya Mu Yaning dengan sengaja memanggil nama sebutan kepada


Lin Huayu.


Lin Huayu yang sedang meminum air tersedak ketika mendengar namanya dipanggil adik Yuyu, kenapa mereka masih saja mengingat nya.


Benar saja! Lebih baik untuk menyingung seorang penjahat daripada seorang wanita.


"Tentu saja Yaning yang cantik, bagaimana mungkin adik Yuyu tidak datang untuk mendukung"


Jawab Lin Huayu dengan senyum yang tidak lebih baik daripada menangis.


"Aku tidak pernah tahu bahwa adik Yuyu dan Yaning yang cantik sangat bersatu dalam berkata-kata"


Tambah Hua Chenran sambil menggelengkan kepalanya.


"Haha.... mereka sangat bersatu, tunggu saja sampai tahun monyet"


Kata Yan Jina sambil menahan tawanya.


"Bukan tahun monyet, tapi tunggulah ketika matahari terbit dari barat"


Tambah Yun Xi dengan bercanda.


"Hahaha...."


Tawa mereka berlima terdengar ke seluruh kelas.


Ruang rapat Klub Karate,


"Berapa banyak kali ini yang mendaftar di Klub seni beladiri cabang karate?"


Tanya Lan Yueshang sambil membaca berkas yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Ketua, kali ini yang mendaftar sebanyak hampir 100 orang"


Jawab Shi Ke dengan agak takut.


Kenapa ketua ini selalu mempunyai AC yang berjalan bersamanya? Apakah ketua tidak merasa dingin?


"Lebih tepatnya?"


Tambah Lan Yueshang dengan suara yang agak malas, tapi nada itu membuat orang tidak berani menunda untuk menjawab.


"Semuanya 92 orang Ketua"


Shi Ke langsung menjawab dengan badannya yang sedikit kedinginan.


"Kali ini lebih sedikit daripada tahun lalu, tapi kali ini Klub Taekwondo lebih banyak orang yang mendaftar.


Juga Klub Sanda dan Klub Wushu bahkan lebih tinggi dari Klub Karate tahun ini" kata Lan Yueshang sambil mengernyitkan keningnya. Terlalu merepotkan! Jika bukan karena dia kalah taruhan dengan si penggoda itu, dia tidak akan pernah mau menjadi Ketua umum klub seni beladiri sekolah menengah Luocheng ini.


Kelas inti 1,


Saat mereka sedang asyik mengobrol,


Hampir satu jam berlalu dalam sekejap tanpa mereka sadari. Jadi melihat ke arah Jam di layar ponsel, Hua Chenran segera berjalan ke arah toilet dan mengganti seragamnya dengan baju olahraga.


Keluar dari toilet, Hua Chenran juga melihat Lin Huayu yang baru saja keluar dari toilet di sampingnya. Mereka berdua segera berjalan ke arah klub karate.


Sesampainya di depan pintu klub karate, Yan Jina, Yun Xi, Mu Yaning dan juga Wei Sichu sedang menunggu dirinya. Setelah saling menyapa dan berbicara, mereka berenam segera masuk ke ruangan klub karate dan langsung berjalan ke aula.


Hua Chenran bergabung dengan para peserta yang akan diseleksi ke dalam klub karate. Sementara itu Yun Xi,


Mu Yaning, Wei Sichu, Lin Huayu dan juga Yan Jina segera duduk di bangku para penonton.


Juri yang akan menguji dalam seleksi kali ini ada tiga, Ketua umum dari klub seni beladiri, ketua klub karate dan wakil ketua klub karate.


Tapi mata Hua Chenran hanya terkunci di meja yang bertuliskan, ketua umum Lan Yueshang.


Melihat wajah Lan Yueshang, dia sangat terkejut. Wajah itu sangat benar-benar mirip dengan Yi'er dan juga Yan'er. Tapi warna rambut dan pupil matanya seperti satu cetakan yang sama dengan Yan'er.


Apakah itu dia? Kepalanya pusing dan berdengung beberapa kali. Kemudian dia memegang kepalanya dan juga mengendalikan rasa sakit kepalanya.


Di kepala Hua Chenran ada gambar samar-samar yang belum jelas.


Itu dia! Hua Chenran sangat yakin bahwa memang Lan Yueshang, orang


yang sudah mengambil kepolosannya malam itu. Mata biru yang dingin itu penuh dengan nafsu, seperti binatang buas! Itu segera terlintas di benak Hua Chenran setelah menggabungkan beberapa fragmen gambar yang samar-samar, ingatan ini terkunci rapat-rapat, ingatan yang sangat ingin dia lupakan dalam hidup ini.


Tiba-tiba kilatan Kebencian yang dalam muncul di mata Hua Chenran, tangannya terkepal erat hingga kuku menusuk telapak tangannya. Darah kemudian mengalir dari kedua telapak tangannya, aura pembunuhan yang tebal memenuhi seluruh aula. mencium bau darah, lalu dia dengan cepat kembali mengendalikan amarah dan kebencian yang sudah memuncak dalam hatinya.


Jika bukan karena berada dalam kerumunan orang, Hua Chenran sudah menarik pedangnya dan kemudian meretasnya menjadi hancur berkeping-keping.


Kesadaran ilahi menyapu ke arah


Lan Yueshang dengan cepat, juga Hua Chenran hanya melakukan cara ini selama beberapa detik.


Pembangunan yayasan!!


Mata Hua Chenran menunjukkan emosi yang rumit, karena kekuatan Lan Yueshang ternyata lebih kuat dari kekuatannya sendiri. Walaupun hanya satu tingkat, tapi dalam dunia kultivasi itu adalah celah yang besar.


Kecepatan kultivasi nya sangat lambat! Dia sangat membutuhkan kekuatan sekarang. Ada musuh yang menunggunya dalam kegelapan dan juga yang ada didepannya yang sudah menghancurkan masa depannya.


Sekarang keyakinan Hua Chenran untuk menjadi kuat seolah tersulut oleh api. Ternyata ada keberadaan kultivator lain di bumi. Energi spiritual yang ada di bumi sangat tipis, tapi sangat menakjubkan untuk bisa membuat Lan Yueshang menjadi pembangunan yayasan di usia 16 tahun seperti ini. Kultivasi yang dilakukan oleh Lan Yueshang bahkan lebih baik dari anak-anak yang ada di benua Surga Suci.

__ADS_1


Tidak terbayangkan apakah ada kultivator yang bahkan lebih kuat daripada Lan Yueshang di bumi. Apapun itu yang terpenting sekarang adalah menjadi kuat!


Lan Yueshang yang sedang berbicara dengan Shi Ke dan Jun Wang, merasa sangat terkejut dengan kebencian yang mengarah padanya. Apalagi ada aura pembunuhan yang tebal, hingga membuatnya tercekik bahkan tidak berani bergerak. Apakah ada yang mengirim pembunuh untuknya?


Siapa yang begitu membencinya begitu dalam? Melihat ke arah para peserta dan penonton, Lan Yueshang menyapu seluruh ruangan dengan kesadaran ilahi, tapi di dalam aula karate ini tidak ada satupun orang yang mempunyai kekuatan spiritual dalam tubuhnya. Matanya segera menyipit berbahaya, walaupun hanya sekilas tapi dia tahu kebencian itu memang hanya terarah padanya.


Karena ketiga juri sudah datang, para peserta seleksi mulai mengambil nomor dan menunggu saat gilirannya untuk bertarung. Hua Chenran mendapatkan nomor 57, jadi dia hanya bisa menunggu dengan bosan.


"Ayo Hu Shan pasti akan menang, lihatlah otot-ototnya"


"Jangan lihat Ju Yuying yang kurus, lihat saja pasti Yuying yang akan menang"


Hua Chenran melihat ke arah kedua orang yang siap untuk bertanding,


memang benar kata gadis itu, pria yang kurus ini pasti sudah banyak bertarung, bisa dilihat dari gerakan terampil saat dia bertarung. Juga yang namanya Hu Shan ini, sebaliknya dia tidak terlalu terampil saat melakukan gerakannya, bisa dibayangkan hasilnya siapa yang akan menang.


Hasil akhirnya terlihat, Ju Yuying berhasil mengalahkan Hu Shan.


Semua orang bertepuk tangan dan berseru dengan gembira.


"Selanjutnya yang mendapat nomor 57 maju ke arena" kata panitia.


Mendengar nomor 57 dipanggil, lalu Hua Chenran berjalan ke arena.


Dia melihat lawannya adalah anak laki-laki yang bertubuh besar dan sangat berotot, apakah ini masih murid kelas satu sekolah menengah?


"Gadis ini, sepertinya kita tidak perlu bertarung, aku tidak tega untuk menyakiti gadis cantik seperti mu"


Kata Fang Zhao dengan seringai di wajahnya. Ini sangat menghabiskan waktu untuk bertanding dengan seorang gadis yang mungil.


Kemarahan yang tadi sementara dipendam olehnya segera tersulut karena kata-kata yang sepertinya meremehkannya.


"Benarkah?" Tanya Hua Chenran dengan suara yang sangat dingin.


"Tentu saja, bagaimana jika nanti gadis mungil seperti mu terluka?"


Tambah Fang Zhao dengan seringai tertarik di wajahnya. Kenapa tubuhnya terasa sedikit kedinginan. Baiklah! Biarkan saja gadis mungil di depannya bermain sedikit.


"Bagaimana kita tahu hasilnya, jika kita tidak bertarung"


Kata Hua Chenran dengan senyum kecil di wajahnya.


Lin Huayu yang mendengar bahwa Fang Zhao memprovokasi Xio ran, ketika kata-kata terakhir diucapkan oleh Hua Chenran, Lin Huayu hanya ingin menyalakan lilin untuk lawan Hua Chenran Fang Zhao. Yang lain mungkin tidak tahu bagaimana kekuatan Hua Chenran, tapi dia yang melihat di depan matanya sendiri, saat Hua Chenran menghancurkan sudut meja menjadi bubuk hanya dengan tangan kosong, berarti sudah dipastikan bahwa Fang Zhao akan menderita oleh Hua Chenran.


Hua Chenran melihat ke arah lawan, menangkupkan kedua tangannya dan sedikit membungkuk


"Hua Chenran, tolong petunjuknya"


Fang Zhao melihat gadis di depannya sudah mengatakan itu jadi dia juga ikut melakukannya dan berkata


"Fang Zhao, tolong petunjuknya"


Hua Chenran memulai gerakan pertama dan langsung menyerang Fang Zhao, tentu saja Fang Zhao berencana untuk mengelak. Tapi bagaimana mungkin Hua Chenran membiarkannya, gerakannya segera menjadi lebih cepat.


Fang Zhao yang terkena gerakan dari Hua Chenran, terjatuh dan melolong dengan keras. Hua Chenran kemudian memukul wajah Fang Zhao menjadi bengkak seperti babi.


Proses ini hanya terjadi selama 5 menit, Fang Zhou dikalahkan dengan sekali gerakan, ini hanyalah serangan sepihak, bahkan Fang Zhao tidak punya kesempatan untuk membalas.


"Hua Chenran menang"


Semua orang segera bertepuk tangan dengan takjub, gadis mungil berhasil mengalahkan pria bertubuh besar.

__ADS_1


Hua Chenran kemudian kembali ke tempat para peserta duduk, yang lain segera melihat ke arah Hua Chenran dengan agak takut. Sepertinya akan banyak yang tidak beruntung dalam seleksi kali ini.


__ADS_2