
"Mereka?" tanya ibu Titi dan Rizki bersamaan.
Rosa mengangguk dan menatap semua secara bergantian. Dengan senyum yang tak pudar Rosa menganggukan kepala. Padahal anggukan kepalanya masih membuat ibu Titi dan Rizki bingung.
"Iya mereka. Mereka berdua kembar, insyaallah" jawab Rosa dan Rizki langsung berlutut memeluk Rosa tepat di depan perut istrinya. Melabuhkan kecupan dengan isakan tangis yang pecah.
"Maaf, maafin aku" hanya ucapan itu yang mampu Rizki ucapkan. Rasa bersalah semakin bertambah bagi dirinya. Rasa sesal pun demikian menyelimuti hatinya. Sangat terasa sakit dan masih sulit membayangkan semua yang terjadi dengan Rosa tanpa dirinya selama ini.
"Rosa, ibu mau peluk boleh?" pinta ibu Titi dengan tatapan memohon. Rosa membalas dengan senyum dan anggukan kecil. Rizki beranjak meski sesungguhnya masih belum ingin melepaskan pelukan diperut istrinya.
"Selamat atas kehamilan kamu ya sayang. Terima kasih sudah baik-baik saja selama ini, terima kasih sudah menjaga baik calon cucu-cucu ibu. Maaf... Hisk maaf, maafin ibu dan anak ibu yang tahu diri ini ya Ros. Maafin ibu yang gak bisa mengajarkan Rizki dengan baik. Maaf kamu harus menderita selama ini. Maafin ibu Ros.." ucap ibu Titi dalam pelukan Rosa. Ibu Titi menangis dan menyesali semuanya. Tapi kok ibu Titi yang minta maaf? Rizki juga minta maaf sih, hmm.
"Ibu gak boleh nyalahin diri ibu. Ibu adalah ibu yang baik buat Rosa. Rosa juga salah bu, maaf. Maafin Rosa juga yang pergi tanpa pamit dan membuat semua orang khawatir"
***
__ADS_1
"Bagaimana bisa istrinya Rizki kembali saat saya meminta Rizki untuk menikahi Sani? Apapun yang terjadi ancaman saya akan membuat perusahaan Rizki hancur akan tetap saya lakukan jika Rizki tidak mau menikahi Sani. Dan kalau perlu istrinya harus saya singkirkan agar Rizki bisa menikahi Sani, bagaimana nasib cucu saya jika Sani tidak memiliki suami dan bagaimana dengan nama baik keluarga besar saya jika mengetahui ini" ucap papi Roni sebelum masuk ke dalam ruang rawat Sani yang kebetulan satu rumah sakit dengan ibu Titi.
Indra mendengar jelas ucapan yang di ucapkan papi Roni. Indra yang hendak menjenguk ibu Titi teralihkan perhatiannya saat melihat papi Roni keluar dari ruang rawat ibu Titi dan berpapasan dengan Rosa, Yuda, Ayyas.
Indra menghimpitkan keningnya sambil memikirkan semua kejadian yang terjadi beberapa bulan terakhir. Mulai dari Sani hamil, Sani meminta pertanggung jawabannya, Sani pula meminta pertanggung jawaban Rizki karena dirinya tak ingin bertanggung jawab, Sani yang tak masalah jika menjadi yang kedua di hatinya Rizki, dan Sani yang yang yang....
Semua berputar di kepala Indra begitu saja. Bahkan saat Indra mengetahui jika sebenarnya Sani adalah korban dari dendamnya Adel. Indra sudah mengetahui semua perbuatan Adel yang secara tidak langsung membuat rumah tangga adik sepupunya berantakan. Dan yang tak habis pikir bagi Indra saat Adel berpura-pura sakit jantung padahal dirinya baik-baik saja. Adel yang dikenalnya sederhana bahkan berasal dari keluarga biasa saja namun nyatanya salah.
Indra yang sudah menghabiskan seluruh tabungan dari jerih payahnya terasa sia-sia karena ternyata Adel adalah anak dari istri sirinya papi Roni yang tak lain Adel dan Sani adalah saudara satu kandung tetapi Adel tidak diakui di keluarga besar papi Roni.
Cucu saya? Itu artinya Sani sudah melahirkan. Melahirkan anaknya. Entah kenapa hati Indra terasa bergetar. Indra mengakui jika anak yang ada dalam kandungan Sani saat itu memang anak dirinya. Memang dirinya yang tidur bersama dalam satu ranjang yang sama dengan Sani saat keadaan mabuk saat itu.
Indra pun melangkahkan kakinya kembali menuju kamar rawat ibu Titi dan harus menemui Rizki, Rosa dan menjelaskan semua yang telah terjadi. Bahkan harus memberitahu rencana yang akan dirinya ambil demi kebaikan bersama.
***
__ADS_1
"Sudah berapa bulan kandungan kamu Ros?" tanya ibu Titi ingin tahu.
"Tujuh bulan dua minggu bu"
"Alhamdulillah. Apa ada kendala di awal kehamilan kamu?" tanya ibu Titi lagi karena masih memikirkan masa kehamilan Rosa.
Sebelumnya Rosa meminta maaf kepada ibu Titi dan juga Rizki karena selama ini dirinya tinggal di Bandung dengan pantauan dari Yuda dan keluarganya. Maka dari itu keberadaan Rosa sulit diketahui oleh siapapun. Juga Yuda dan keluarganya sangat baik pada dirinya, meski Rosa menolak untuk tinggal bersama tantenya Yuda dan memilih stay di kontrakan bu Ratna tapi pergerakan Rosa terpantau jelas oleh keluarga Yuda.
Merasa sedikit kesal dan kecewa dalam diri Rizki. Rizki pula menyadaro jika perasaan besar Yuda sangat berarti bahkan sangat melindungi Rosa dari orang kahat seperti dirinya. Iya Rizki merasa menjadi orang jahat karena sudah berbicara yang menyebabkan kesalah pahaman juga tak berhasil menemukan istrinya yang pergi dalam kondisi hamil dan status pasien saat itu.
Tapi disisi lain Rizki bersyukur dengan Rosa yang baik-baik saja dalam segala hal. Bahkan Rosa sudah memaafkan dirinya dan tidak memilih berpisah. Rizki berpikir bagaimana dirinya nanti jika Rosa meminta untuk berpisah. Beberapa bulan tanpa Rosa, Rizki seperti mati rasa terhadap apapun bagaimana jika Rosa meninggalkannya selamanya? Mungkin Rizki akan memilih pergi selamanya dari pada harus seperti demikian.
"Yuda" panggil ibu Titi memandang Yuda dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya bu" jawab Yuda dengan lembut dan sopan. Yuda yang memang terlihat dingin dan cuek tapi jika dengan yang lebih tua dia akan sangat menghormati, sopan dan sangat santun.
__ADS_1
"Terima kasih Yuda. Terima kasih sudah menjaga menantu perempuan ibu dan calon cucu-cucu ibu. Kamu memang anak baik Yuda, terima kasih sudah mengantarkan Rosa di waktu yang tepat. Ibu gak tahu harus membalas kebaikan kamu daj keluarga kamu dengan apa. Terima kasih Yuda" kata ibu Titi dengan air mata jatuh di pipinya. Yuda yang sweet langsung duduk di pinggir kasur ibu Titi dan menyeka air mata yang membasahi ibu Titi ini.
"Sudah menjadi kewajiban Yuda untuk menjaga Rosa saat dia ada masalah seperti itu bu. Maaf Yuda baru mengantarkannya semalam dan baru memberi tahu jika selama ini Rosa bersama Yuda. Hal itu Yuda lakukan karena memang haris ada kesiapan dari Rosa untuk bertemu kita semua disini. Bahkan dari awal pun Rosa tak menceritakan apapun kepada Yuda dan Yuda tak berani untuk menanyakan apa yang sudah terjadi. Saat itu yang Yuda pikirkan bagaimana mengembalikan kondisinya Rosa agar tidak berdampak buruk kepada calon anak-anaknya. Maka dari itu Yuda meminta maaf kepada ibu, mama Wina terutama lo Rizki, karena Yuda memperketat pantauan Rosa agar Rosa bisa menstabilkan dirinya dan menyiapkan dirinya untuk kembali bertemu dengan kalian"