
"Lo gak mau belain gue Yud? Apa mau ikut ngeledek juga?" tanya Rosa dengan bibir manyun dan tentunya membuat Yuda tersenyum gemas.
"Tuh diem aja lagi. Lo sih Ki. Isshks nyebelin" lanjut Rosa lalu melirik sinis ke suaminya.
"Bener kata Mona. Gue kan ngontrak Ros, dunia milik kalian berdua jadi gue sama gak mau berkomentar he he he" jawab Yuda dengan tertawa pelan.
"Tuh tuh tuh. Kalian bersekongkol yah?" tuduh Rosa yang tak tahan di goda seperti itu.
"Udahlah Ros. Muka lo di kondisiin dulu. Makin malu kalo banyak yanh liat. Ntar di kira lo abis di apa-apain lagi sama suami lo" kata Ayyas sambil merangkul bahu Mona.
"Gak usah romantis-romantisan di depan gue. Mentang-mentang gue jomblo sendiri disini" celetuk Yuda sambil menatap horor kepada Ayyas. Ayyas semakin jadi dengan semakin mengikis jaral dengan Mona.
"Ha ha ha ha terus gue peduli? Enggak!" jawab Ayyas dengan muka songongnya.
"Awas lo ya, baju lo gak gue terusin biarin aja gue gak peduli lo mau make apa di acara nikahan lo nanti" acam Yuda pura-pura marah.
"Gak bisa gitu donk. Kok malah ngancem" protes Ayyas dengan bibir mengkrucut.
"Biarin. Biar lo tau diri. Gak usah so romantis di depan gue. Kan kalo gue juga pengen ntar ribet"
"Tau kamu. Tumben banget. Gak usah lebay deh. Ngapain ini deket-deket begini" kata Mona protes kepada Ayyas yang merangkulnya. Yuda tergelak melihat hal tersebut.
"Ha ha ha ha thanks Mona. Kalo kayak gini gue makin semangat nih ngerjain gaun pernikahan lo" ucap Yuda percaya diri seolah di bela oleh Mona.
"Sama-sama Yud. Iya harus semangat donk ngerjainnya. Biar gaun pernikahan gue gak kalah cantiknya kayak gaun pernikahan Rosa. Impian perempuan banget. Sumpah karya lo di mata gue gak ada lawannya Yud" kata Mona memuji karya Yuda yang memang di katakan sempurna.
__ADS_1
"Beres bosque" sahut Yuda dengan senyum lebar di bibirnya. Entah kapan terakhir kali Rosa melihat senyum Yuda seperti ini. Kayaknya sudah lama. Eh bukan kayaknya setelah fitting terakhir itu Rosa sudah melihat senyum seperti ini lagi.
"Karya lo selalu terbaik Yud" ucap Rosa tulus dan jujur. Senyum Rosa mampu menghipnotis Yuda yang sedari tadi menyembunyikan rasa kagumnya terhadap aura cantik yang terpancar dari raut wajah Rosa.
"Thank you Ros. Lo juga model terbaik gue. Tanpa lo karya gue bukan apa-apa. Banyak orang yang kenal karya gue iti dari lo sebagai modelnya. Gue harap kedepannya lo tetap bisa jadi model di butik gue yaa. Itu pun kalo suami lo ngizinin" kata Yuda sambil melirik Rizki yang terdiam sedari tadi Rosa memperhatikan Yuda.
"Aah gue pasti ngizinin kok. Karena biar gimana pun Rosa masih ada kontrak sama lo kan? Dan semua juga gue serahin sama Rosa yang ngejalaninnya" balas Rizki dengan senyum.
"Jangan gitu Yud. Bukan karena gue juga. Tapi karena lo juga pinter dalam pemasarannya. Buktinya bukan butik lo doang kan yang melambung tapi toko bakery gue. Semenjak lo yang pasarin ke klien lo, toko bakery gue jadi semakin rame. Malah rame banget kalo hari-hari besar tertentu" ujar Rosa membeberkan yang sebenarnya.
"Nah kalo masalah pemasaran, lo emang bukan kaleng-kaleng Yud. Gue ngakuin kemampuan lo yang satu itu. Karena lo juga udah berhasil bikin rumah sakit gue makin di kenal di kalangan masyarakat" kata Ayyas yang bersependapat dengan Rosa.
"Ayoo siapa lagi yang mau muji gue. Mumpung gratis dan tidak di punggut biaya sepeser pun. Ayoo siapa lagi ayoo" ucap Yuda asal yang langsung mendapat cubitan dari Rosa dan pukulan dari Ayyas tapi tidak dengam Rizki dan Mona yang hanya menepuk jidat masing-masing.
"Aawww kok keroyokan sih. Gak asyiik nih" omel Yuda sambil memeganh bekas cubitan dan pukulan dari kedua sahabatnya.
"Udah donk jangan ribut mulu. Heran deh kalo udah kumpul berempat. Kalian pasti ada aja yang naik darah. Issshhhkks kayaknya cuma Rizki doang dari dulu slow motion. Anteng, adem, no coment apa pun" sarkar Mona menatap ketiga orang yang sepertinya memang sedang menarik pedang masing-masing.
"Sayang kok kamu ngomong gitu" ucap Ayyas merasa cemburu dengan perkataan Mona.
"Udah deh jangan ribut mulu. Gak malu apa kamu. Mau nanti pas di nikahan kamu kayak gini juga? Ada ribut-ribut juga? Bikin malu tau"
"Iya iya maaf yaa sayangku" bujuk Ayyas dengan mengedipkan kedua matanya. Mona memutar matanya malas dengan bujukan calon suaminya ini.
"Iya Sa, udah yah jangan ribut-ribut lagi. Malu sama tamu yang hadir" kata Rizki yang ikut membujuk Rosa. Membujuk? Emang Rosa kenapa Ki?
__ADS_1
"Huft!! Emang beda ya kalo udah punya pawang" ujar Yuda sambil menghembuskan nafasnya panjang.
"Makanya jangan Jomblo" kata Ayyas lagi yang langsung mendapat pelototan dari Mona.
"Ampun-ampun sayang"
***
Acara resepsi pernikahan cukup meriah. Banyak tamu undangan dari klien bisnis Rizki yang tampak hadir dan memberikan restu kepada keduanya. Juga banyak teman semasa mereka SMA yang datang yang mana juga merasa tak percaya dengan pernikahan Rosa dan Rizki ini.
Sungguh mereka dulu sangat di kenal dengan sahabat baik. Ya jodoh, tidak ada yang tahu memang.
Rosa dan Rizki bermalam di hotel yang menggelar resepsi pernikahan mereka. Mama Wina dan keluarga Rizki langsung pulang kerumah masing-masing. Menyisakan mereka berdua di hotel.
"Aku bantu lepas hiasan di rambut kamu ya sayang. Setelahnya kamu bersih-bersih duluan" kaya Rizki sambil menghampiri istrinya yang duduk di depan meja rias. Rosa tersenyum mengangguk dan mempersilahkan Rizki membantunya.
"Selesai. Gaunnya bisa buka sendiri?" tanya Rizki yang mana pertanyaannya membuat pipi Rosa memerah. Malu iya malu. Rosa hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya.
"Sini aku bantu buka. Ini pake resleting di belakang tubuh kamu kan?" tanya Rizki lagi yang benar-benar membuat Rosa semakin memerah. Rizki pun sudah membuka setengah dari resleting tersebut namun tiba-tiba Rosa menghentikan pergerakan Rizki dengan mencekal tangan Rizki.
"Stop" kata Rosa membuat Rizki bingung lalu menatap Rosa dari pantulan cermin meja hias.
"Kenapa? Tanggung ini sebentar lagi sampe bawah" kata Rizki dengan menghimpitkan kedua alisnya. Rosa hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kikuk.
"Aku ganti gaunnya di dalam kamar mandi aja yah" kata Rosa pelan.
__ADS_1
"Aku bantu ke kamar mandi ya. Gaun kamu berat banget soalnya" sahut Rizki lalu mengangkat gaun Rosa dan membantu Rosa hingga masuk ke dalam kamar mandi.