Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
50. Sang Dewi


__ADS_3

"Udahlah gak usah lo ngerasa kayak gitu. Buang tuh jauh-jauh pikiran lo itu. Sekarang yang harus lo pikirin gimana bisa terus bahagiain Rosa, gimana caranya melindungi dia, gimana caranya supaya air mata gak jatuh lagi di pipi nya. Yang jelas jangan buat dia kecewa atau pun sedih. Inget lho kalo sampe itu kejadian ada gue yang siap jadi tempat bersandar Rosa lagi" jelas Yuda dengan senyum tulus kepada Rizki. Iya Yuda sudah memutuskan untuk mematikan rasanya kepada Rosa tanpa harus Rosa mengetahui perasaannya.


Rizki merasa lega karena rasa bersalah kepada Yuda terkadang suka muncul begitu saja ketika mereka tengah bersama-sama.


Rizki mengikis jarak dan memeluk Yuda dengan menepuk-nepuk pundak Yuda.


"Makasih ya Yud. Gue cuma bisa berdoa semoga lo bisa cepet nemuin jodoh lo secepatnya. Sekali lagi maaf ya Yud"


"Maaf maaf mulu lo Ki. Di keep aja maafnya. Ntar pas lebaran baru deh maaf-maafan lagi ya. Udah aah gue gak mau lama-lama peluk lo ntar gue di kira apa lagi. Mana gue masih jomblo malah di peluk suami sahabat gue. Ihk gak banget kan" celoteh Yuda lalu mengurai pelukan Rizki lalu mendapatkan pukulan dari Ayyas.


"Si Rizki lagi serius Yud. Jangan bercanda mulu. Di laporin ke Rosa, abis lo di amuk istrinya" kata Ayyas mulai mengompori. Biasalah Ayyas.


"Ah elah kompor meleduk. Yakin gue mah Rizki gak seember lo. Ember, lemes ihks gak suka gelay" kata Yuda dengan nada sok sok manja.


"Jijik gue jijik. Alay banget lo sumpah" protes Ayyas dengan menautkan keningnya.


"Bodo amat" kata Yuda memutar bola mata malas dan matanya tertuju pada pada Deby yang tengah berada di tengah-tengah ruang resepsi mereka.


"Deby ngapain disitu Yas?" tanya Yuda penuh tanya. Ayyas pun sama bertanya pada pikirannya. Karena Deby turun dari pelaninan tanpa berkata dulu dengannya.


"Deby megang mic Yas. Dia mau ngapain Yas? Pidato? Nyanyi?" tanya Rizki yang juga bertanya-tanya. Ayyas menggelengkan kepala karena memang benar tak tau apa yang akan di lakukan istrinya itu.


"Gue gak tau. Kok gue jadi deg deg-an ya!" ucap Ayyas yang masih tak mengedipkan matanya. Ayyas menatap Deby dengan mulut sedikit menganga. Deby menaikan posisj mic nya dengan senyum indah terlukis di wajah cantiknya.


"Selamat malam. Terima kasih untuk para tamu yang sudah berkenan hadir dan memberikan kami doa serta restu. Oke, sebelumnya saya akan membawakan sebuah lagu teruntuk dia, suami saya saat ini" kata Deby dengan menunjuk Ayyas yang masih di atas pelaminan.


Suara tepuk tangan dan juga teriakan terdengar nyaring dengan semeringah dari semua orang yang hadir disana.


"Haaaii sayang" sapa Deby dengan melambaikan tangan dan senyum sangat manis.


"Terima kasih yah. Terima kasih untuk semuanya. Okey malam ini aku akan bawakan lagu untuk kamu yang udah berhasil membuat pikiran aku berubah, yang udah berhasil mengetuk hati aku yang akhirnya membuat aku merasakan lagi apa itu namanya cinta" kata Deby dengan senyum yang tak luntur. Bahkan matanya berbinar dan tulus menatap laki-laki yang selama ini memperlakukan dirinya seperti ratu. Laki-laki yang menghargai dirinya juga melindungi dirinya.


"Kamu menyadarkan aku untuk tidak terlalu terpuruk dengan masa lalu yang menghambat masa depan. Kamu membuat aku membuka mata untuk melihat kamu, untuk merasakan ketulusan kamu, untuk segala hal baik dan positif yang selalu kamu tebarkan"


"Aku adalah orang yang beruntung di hadirkan kamu di waktu yang tepat. Terima kasih suamiku" ujar Deby dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.


Bahkan Ayyas pun seolah tak mampu berucap mendengar pengakuan Deby di banyaknya tamu yang menghadiri resepsi pernikahannya ini.


"Ternyata Deby romantis juga ya Yas!" ucap Yuda yang merasa tak menyangka dengan apa yang ia lihat dan dengar barusan.


"Apa bener seseorang itu akan berubah setelah menikah?" tanya Rizki yang sama tak menyangkanya dengan Yuda.


"Berubah setelah menikah?" kini tanya itu berada dalam pikiran Ayyas dan Yuda.


"Emang lo merasa berubah setelah nikah Ki?" tanya Ayyas yang pikirannya sudah tercampur dengan pertanyaan polos Rizki.

__ADS_1


"Gue jadi bucin banget sama Rosa. Padahal dulu gue biasa dan mungkin cuek banget tapi enggak tau kenapa kalo tiap ada Rosa maunya nempel aja" jawab Rizki jujur. Ayyas mengganggukan kepalanya dengan mulut yang ber oh ria sedangkan Yuda menggelengkan kepalanya karena tak menyangka Rizki akan berkata jujur seperti ini.


"Gue rasa yang lo bilang bener Ki. Ini kali pertama gue liat Deby mengungkapkan isi hatinya bahkan di depan banyak orang. Setau gue selama menjalani pacaran sama dia, dia orangnya pemalu. Tapi ternyata dia punya keberanian di luar ekspetasi gue" sahut Ayyas yang tatapannya masih belom teralih dari Deby. Yuda memilih diam karena takut salah dalam berucap sebab hanya dirinya yang saat ini belum menikah.


Suara musik pun sudah mulai terdengar. Semakin histeris karena musiknya yang sangat familiar ini.


"Wwoooooww" teriakan dari para tamu yang hadir.


Prok prok prok


Suara tepuk tangan terdengar lalu Deby mensejajarkan mic dengan bibirnya yang melengkung senyum disana.


^^^Walaupun jiwaku pernah terluka^^^


^^^Hingga nyaris bunuh diri^^^


^^^Wanita mana yang sanggup hidup sendiri^^^


^^^Di dunia ini^^^


Ayyas semangkin menganga saat mendengar suara Deby membawakan lagu untuk pertama kalinya. Lah selama pacaran sama dia lo kemana aja Yas?


^^^Walaupun t'lah ku tutup mata hati^^^


^^^Begitu pun telingaku^^^


^^^Dengarlah ini^^^


Dan kini Rizki yang membulatkan matanya kala Rosa berjalan menghampiri Mona yang berada di tengah sana. Bahkan suara Rosa mampu menghipnotis yang mendengarnya. Okeey, bakat terpendam Rosa yang jarang di ketahui. Rizki mengetahui tapi hampir saja melupakan jika istrinya sangat pandai bernyanyi.


^^^Walaupun dirimu tak bersayap^^^


^^^Ku akan percaya^^^


^^^Kau mampu terbang bawa diriku^^^


^^^Tanpa takut dan ragu^^^


Kini suara Deby yang menyahut, asli dua sahabat ini beradu membuat suaminya diam menatap dan tak menoleh sama sekali. Bahkam Ayyas dan Rizki mulai menuruni pelaminan dan menghampiri istri mereka masing-masing.


^^^Walaupun mulutku pernah bersumpah^^^


^^^Tak sudi lagi jatuh cinta^^^


^^^Wanita seperti diriku pun ternyata^^^

__ADS_1


^^^Mudah menyerah^^^


Kini Rizki sudah berada di hadapan Rosa dengan tangannya cepat menggenggam tangan istrinya. Bahkan debaran jantungnya tak dapat terkendalikan.


^^^Walaupun kamu bukan titisan dewa^^^


^^^Ku tak kan kecewa^^^


^^^Karena kau jadikan ku sang dewi^^^


^^^Dalam taman surgawi^^^


Dan Ayyas yang sudah berhasil mengikis jarak dengan sang istri dan meraih pinggang Deby hingga ada dalam pelukan dari samping.


^^^Hooo woooo woooo^^^


^^^(Jadikan ku sang dewi)^^^


^^^Huuuu^^^


^^^(Dalam taman surgawi)^^^


^^^Wooo hooooo^^^


^^^(Kau terbang bawa aku)^^^


^^^Hoooowooo^^^


^^^Haaaaa^^^


^^^Walaupun dirimu tak bersayap^^^


^^^Ku akan percaya^^^


^^^Kau mampu terbang bawa diriku^^^


^^^Tanpa takut dan ragu^^^


Suara Rosa membuat semua fokus kepadanya tanpa berkedip. Nada tinggi yang terdengar dari mulutnya seperti penyanyi yang mengcover lagu ini. Bahkan Rizki semakin di buat tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya yang mana sudah menjadi separuh dari hidupnya ini. Suara Rosa membuat mengelegarkan dengan penuh ke kaguman.


^^^Walaupun kamu bukan titisan dewa^^^


^^^Ku tak kan kecewa^^^


^^^Karena kau jadikan ku sang dewi^^^

__ADS_1


^^^Dalam taman surgawi^^^


__ADS_2