Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
34. Seperti itulah Ayyas dan Yuda


__ADS_3

"Siapa sayang?" tanya Rizki yang melihat istrinya membuka sebuah pesan. Rosa menoleh dan tersenyum pada suaminya. Dan tak lama nomer ponsel tersebut mencoba menyambungkan sambungan telpon dengan Rosa.


Rosa memberikan ponselnya kepada Rizki lalu menaikan kedua bahunya dengan menggelengkan kepalanya. Iya Rosa sudah tak tertarik dengan Hari yang selalu mencoba mendekatinya. Bahkan Rosa sampai tak membalas satu pesan yang masuk dari Hari. Meski Hari sendiri tak pernah bosan mengiriminya pesan.


"Hari?" tanya Rizki saat melihat display picture yang tertera di nomer ponsel yang tidak di simpan Rosa itu.


"Sepertinya" jawab Rosa santai.


"Dia ngapain?" tanya Rizki lagi ingin tahu.


"Enggak tau. Aku juga gak pernah balas pesan dia atau angkat telpon dia kok" jawab Rosa jujur apa adanya. Iya Rosa memang seperti itu jika sudah tidak menyukai orang terlebih orang yang pernah membuatnya kecewa. Nah lho? Rizki hati-hati lho? Lho lho gimana-gimana?


"Dia sering hubungin kamu?" tanya Rizki tak percaya hingga kedua matanya membulat. Rosa menganggukan kepalanya pelan.


"Kenapa? Kan aku gak bales dia atau ngerespon dia. Kenapa ekspresi kamu kayak orang kaget gitu?" tanya Rosa terkejut mendapati ekspresi suaminya seperti itu.


"Aah enggak. Tapi kenapa kamu gak pernah cerita?"


"Kamu lupa kita sibuk sebulan terakhir karena urus acara pernikahan kita? Aku juga gak mau berantem sama kamu kalo aku cerita. Toh aku juga gak respon atau balas dia kan. Kamu enggak marah kan?"


"Mau marah juga aku gak bisa sayang" kata Rizki dengan memanyunkan bibirnya. Sungguh ini kali pertama Rosa melihat wajah Rizki seperti ini yang di anggapnya sangat menggemaskan. Ternyata laki-laki dingin ini bisa menggemaskan juga yaa.


Rosa meraup kedua pipi Rizki dengan kedua tangannyam ditatap lembut mata Rizki yang memang terlihat cemburu dengan tingkah Hari yang bersikap demikian kepada Rosa. Padahal baik Rosa mau pun Rizki masih mengingat bagaimana dulu Hari meninggalkan Rosa demi perempuan lain karena Rosa yang kurang merawat dirinya alias kurang cantik. Of course itu dulu keles, sekarang skincare dan make up udah banyak yang mana udah bisa bikin penampilan orang berbeda dari sebelumnya. Dan sayang sekali pikiran Hari terlalu pendek yang mana membuang Berlian demi emas ecek-ecek.


"Kamu cemburu?" tanya Rosa dengan lembut. Rizki mengangguk pelan dan meraih tangan Rosa yang ada di pipinya.


"Hm" jawab Rizki hanya berdehem. Kebiasaan deh cuma Hm doang.

__ADS_1


"Aku akan blokir nomernya supaya dia gak bisa hubungin aku lagi yah. Tapi maaf aku gak bisa ganti nomer ku karena banyak dari pasien-pasien rumah sakit yang tahu nomer ku bahkan nomerku di jadikan Ayyas untuk menemui beberapa kliennya juga. Apa kamu gak keberatan?" tanya Rosa pelan takut menyinggung suami yang baru menikahinya kemarin.


Rizki mengganggukan kepalanya pelan dan tersenyum manis. Manis dan manis sekali.


"Oke sebentar sini aku blokir dulu nomernya di depan kamu yah" kata Rosa yang langsung melepaskan tangannya dari tangan Rizki dan meraih ponsel serta menekan tombol blokir nomer pada ponselnya.


"Done ya mas" kata Rosa sambil menunjukan layar ponselnya kepada Rizki.


"Iya. Makasih ya sayang" sahut Rizki yang memeluk Rosa gemas hingga kehilangan kesimbangan dan terjatuh di atas kasur Rizki.


"Aaaahh jangan gini aku gak bisa nafas" protes Rosa yang merasakan suaminya memeluk dengan erat hingga membuatnya sedikit sesak.


"Sayang banget aku sama Rosa Malinka binti Malik Muhammad"


"Iya aku tau"


"Nah beres" kata Yuda setelah setelah menyelesaikan jas yang akan di kenakan Ayyas saat acara pernikahannya.


"Akhirnya kelar juga Yud. Thanks ya. Lo emang gak kaleng-kaleng. Cuma toples-toples".


"Gue sleding kempes lo Yas. Toples-toples. Gue pake baju gini di bilang toples-toples" protes Yuda tak terima.


"Otak lo kotor mikirnya. Perasaan yang pengantin baru itu Rizki dan gue yang akan. Nah ini masa lo yanh berpikir kotor begitu" celetuk Ayyas seperti biasa mematik emosi Yuda.


"Gue gunting juga nih jas kalo lo banyak ngomong lagi" ancam Yuda tak main-main sambil memegang gunting andalannya.


"Iiiiissshhk ngancem. Laki-laki kok maenannya ancem-anceman sih" seru Ayyas semakin menggoda Yuda.

__ADS_1


"Berisik lo Yas. Beneran deh"


"Bebep Yuda jangan gitu donk. Ayyas William kan emang gini orangnya. Biar nyebelin Ayyas William sayang kok sama Yuda Maulana. Kan kita sebelas dua belas" bujuk Ayyas agar sahabatnya tak merajuk lagi. Lagian kenapa si Yas hobby banget bikin Yuda merajuk. Udah tau Yuda kalo di ajak ngobrol sama lo dia pasti naik darahnya.


"Jijik gue jijik"


"Kalian berdua kapan sih bisa akurnya?" tanya Deby yang sedari tadi memperhatikan tingkah absurd kedua sahabat ini. Meski saling mengumpat tapi keduanya tak pernah bermarahan dalam waktu lama. Pasti dalam hitungan menit mereka sudah baikan lagi.


"Gak" kata Yuda penuh penekanan.


"Bisa" kata Ayyas dengan senyum manisnya.


"Gak kompak gitu. Sayang kamu bisa gak sih gak usah ngegodain Yuda terus. Kasian tau Yudanya. Kamu bikin dia emosi mulu. Kalo Rosa tau bisa di amuk lho kamunya. Apa perlu aku hubungi Rosa nih supaya dia kesini dan ngomelin kamu?" ancam Deby yang jengah juga dengan tingkah calon suaminya selalu begini melulu.


"Sayang kok sama sih kayak Yuda. Sukanya ngancem nih. Jangan ngancem-ngancem gitu donk. Nanti aku makin sayang lho!" kata Ayyas mencoba merayu calon istrinya.


"Jangan mau Deb di rayu sama kecebong nyamuk gini. Hati-hati lo" seru Yuda mendelikan kedua bahunya ngeri.


"Lo diem dulu. Gue lagi ngelobby calon bini gue. Eet deh. Emang lo mau sampe Rosa kesini?" bisik Ayyas yang masih terdengar oleh Deby.


Deby tak main-main dia segera meriah ponselnya dan segera menghubungi Rosa. Deby seolah lupa jika Rosa dan Rizki kini pasangan pengantin baru yang butuh waktu berdua lebih lama.


"Sayang-sayang jangan" kata Ayyas sambil meraih ponsel Deby dan segera menggeser tombol merah di layar ponselnya.


"Kalo kalian masih mau berantem aku laporin nih sama pawang kalian" ancam Deby lagi dengan raut marahnya. Tapi lucu bagi Ayyas.


"Sayang kamu lupa? Rosa lagi sama Rizki kan. Biarin pengantin baru itu berduaan dulu. Kali aja dari berduaan bisa jadi bertiga nantinya. Biarin mereka menikmati waktu berduanya lebih lama. Jangan di ganggu yah sayang" kata Ayyas semakin membujuk Deby.

__ADS_1


"Iya Deb. Udahlah gak usah gitu. Kita harus kasih waktu buat mereka dulu. Toh nanti juga bakalan kayak gitu kan. Bakalan ngabisin waktu berdua after merried" ucap Yuda yang seketika membuat Ayyas dan Deby saling bertukar pandang.


__ADS_2