Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
78.


__ADS_3

Malam menyapa, Rosa masih tak ingin membuka matanya padahal dirinya tak tertidur. Rosa pun masih mendengar pergerakan suaminya yang masih stay menemani di dalam ruang rawat inap itu. Hingga akhirnya Rizki menepuk pelan Rosa bahkan menghujani wajah Rosa dengan kecupan lembut.


"Sayang bangun yuu. Kamu makan dulu yuuk. Kamu belum makan. Nanti tidurnya di lanjut lagi yah" kata Rizki lembut lalu memgecup bibir Rosa. Bukan hanya menempel tapi juga ********** meski tidak lama.


Rosa pun perlahan membuka matanya dan melihat Rizki dengan jarak yang cukup dekat. Tangan Rizki terulur menyentuh bibir Rosa dan menghapus bekas salivanya yang menempel lalu mengecupnya kembali sekilas.


"Hmm" ucap Rosa dengan memberikan senyum kepada suaminya. Rosa menatap Rizki yang juga menatapnya penuh kasih sayang. Rizki sayang Rosa tapi dua kejadian yang terjadi dalam pernikahannya ini membuat perasaan Rosa goyah.


"Kepalanya masih pusing gak sayang?" tanya Rizki sambil memperhatikan kasa yang merekat di kening istrinya. Rosa hanya menjawab dengan gelengan kepala lalu mencoba untuk duduk dari tidurannya.


Rizki yang melihat langsung sigap membantu dan setelahnya memeluk Rosa dengan erat. Menghirup harum tubuh Rosa dan mengusel-ngusel di bahu Rosa. Meski Rosa belum mandi dari kemarin tapi harum tubuhnya sangat khas dan membuat Rizki kecanduan.


"Kangen" bisik Rizki pelan di telinga Rosa. Rosa tersebyun dan tak membalas apa yang suaminya lakukan saat ini. Hingga Rizki mengurai pelukannya dan menatap wajah Rosa yang terlihat berbeda. Wajah Rosa sedikit pucat tapi sorot matanya seperti ada sesuatu yang Rizki tak mengerti apa itu.


"Apa ada sesuatu yang kamu pikirin?" tanya Rizki lembut dengan meraup kedua pipi Rosa. Lagi dan lagi Rosa hanya diam lalu menggelengkan kepalanya.


"Kalo ada apa-apa bilang sama aku yah. Kamu gak boleh banyak pikiran. Biar cepet sembuh. Aku juga mau ajak kamu ke suatu tempat yang aku rasa kamu menyukai tempatnya dan kali aja setelah dari sana akan ada Rizki junior atau Rosa junior di dalam sini" ucap Rizki berharap dengan memegang perut ratanya Rosa. Rosa mendengarnya hanya membalas dengan senyum kecil lalu memalingkan wajahnya sebentar sebelum menatap Rizki lagi.


'Di dalam sana sudah ada salah satu dari mereka yang kamu inginkan mas. Tapi rasanya aku enggan mengungkapkannya karena kamu sudah memilih untuk menjadi ayah dari junior yang sedang ada di dalam perut mantan pacar kamu. Jujur hati ku sakit mendengarnya. Apa kamu gak sabar menantikan junior kita sampai harus ingin menjadi ayah dari junior mantan pacar kamu. Entahlah' guman Rosa dalam batinnya dengan tangan satu menyentuh perutnya.


Rizki memeluk Rosa kembali dan mencium kening Rosa sangat lama tapi Rosa malah merasa hatinya semakin sakit dan ingin menjerit bahkan ingin sekali menangis tapi Rosa menahannya sampai mengigit bibir bawahnya yang sudah bergetar.


"Kita harus banyak berdoa dan berusaha ya sayang" ucap Rizki lagi dengan penuh harap.


"Iya" jawab Rosa pelan.

__ADS_1


"Kamu makan dulu ya. Aku suapin yuu"


"Aku gak laper mas"


"Tapi kamu belum makan dari siang tadi. Gimana mau cepet sehat kalo kamu males makan"


"Aku gak selera. Please"


"Atau ada yang mau kamu makan?"


"Enggak ada mas. Aku cuma mau tidur. Rasanya ngantuk aja" jawab Rosa yang sebenarnya ia rasakan. Mungkin karena dirinya sedang hamil jadi bawaannya ingun tidur aja.


"Kamu udah tidur lama banget lho sayang. Masa mau tidur lagi" kata Rizki.


"Iya boleh tidur lagi tapi harus makan dulu oke" paksa Rizki dengan halus. Rosa pun menyerah dan menganggukan jika dirinya akan makan. Tapu sejenak Rosa berpikir memikirkan sesuatu yang ingin di makannya.


"Tapi aku gak mau makan makanan rumah sakit mas"


"Yaudah kamu bilang mau makan apa biar nanti aku cariin. Asal kamu makan dulu baru istirahat lagi yah"


"Aku mau lumpia semarang tapi buatan ibu" pinta Rosa yang terdengar sangat manja.


"Sayang makan nasi atuh. Lumpia semarang mah cemilan"


"Tapi aku pingin banget makan lumpia semarang mas, aku lagi gak pingin makan apa-apa selain itu" rengek Rosa menginginkan.

__ADS_1


"Yaudah aku telpon ibu dulu ya. Tapi kalo ibu gak bisa buat malam ini, besok pagi gak apa-apa kan?"


"Gak apa-apa tapi aku makannya juga besok pagi aja yah. Udah yah aku mau tidur lagi, aku ngantuk" kata Rosa sambil merebahkan tubuhnya lagi dan menarik selimut menutupi hingga dada.


"Lho kok besok makannya sayang. Malam ini makan yang lain dulu ya baru besok pagi makan lumpia semarangnya" bujuk Rizki dengan tangan yang berselancar di ponsel hendak menghubungi ibunya. Rosa hanya menggelengkan kepala dengan mata yang sudah terpejam.


Saat Rizki menghubungi ibunya, ibunya dengan semangat membuat apa yang di inginkan menantu perempuannya ini. Ibu Titi sempat terkejut saat di beri tahu Rosa sedang melakukan perawatan karena pingsan kemarin siang dan keningnya terbentur ujung meja kaca kerja atasannya bahkan sampai harus di jahit. Apa separah itu luka sobeknya?


Beruntung bahan-bahan untuk membuat lumpia semarang ada semua di rumah jadi memudahkan ibu Titi membuatnya. Setelah berkutik beberapa jam di dapur jadilah lumpia semarang dan ibu Titi segera menuju rumah sakit meski waktu sudah menjelang tengah malam.


"Assalamualaikum" salam ibu Titi saat sudah berada di dalam ruang rawat inap Rosa. Rosa terbangun mendengar suara pintu terbuka dan mulai membuka matanya serta perlahan beranjak untuk duduk sambil melepaskan tangan Rizki yang melingkar di perutnya. Rosa dengan melempar senyum kepada ibu mertuanya.


"Waalaikumsalam Buu" sapa Rosa yang sudah duduk di atas brankarnya. Ibu Titu mendekat lalu memeluk menantunya. Ibu Titi yang sudah terlanjur khawatir dengan Rosa sampai terkulai lemas terlebih dengan balutan kasa di kening Rosa.


"Kenapa gak bilang ibu dari kemarin?" tanya ibu Titi dengan sangat khawatir.


"Maaf bu, maaf Rosa bikin ibu khawatir dan repot malam-malam begini"


"Gak boleh ngomong gitu. Ibu gak merasa di repotkan dengan kamu. Ibu malah seneng kalo kamu butuh ibu, kayak buat makanan kayak gini. Ibu seneng banget Ros. Lain kali jangan sungkan kalau mau makan masakan ibu yah"


"Iya bu"


"Ini biar ibu siapin lumpianya biar bisa langsung kamu makan, sebentar yah" kata ibu Titi langsung membuka bawaannya dan menyiapkannya untuk Rosa makan.


"Suami kamu kok tidur aja Ros. Ibunya dateng padahal" protes ibu Titi sambil melirik Rizki yang masih pulas dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2