Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
134.


__ADS_3

Hari demi hari berjalan dengan manis. Sikap Rosa yang semakin menunjukkan jika dirinya serius akan keluar dari trauma yang membayanginya beberapa tahun belakangan ini. Perubahan demi perubahannya ini membuat Yuda sangat menerimanya dengan senang hati. Yuda merasakan menemukan Rosanya yang hilang dulu. Patahnya hati Rosa dulu kini sudah terangkai lagi meski tidak bisa sempurna seperti sebelumnya.


"Hari ini jadi ketemu Ayyas?" tanya Yuda yang menghampiri istrinya di dapur. Yuda memeluk Rosa dari belakang lalu mencium tengkuk Rosa yang dirasanya sangat harum. Dan Yuda tidak berhenti sampai Rosa merasakan geli.


"Stop mas. Iya jadi ketemu Ayyas sama Deby. Kamu kalo gak bisa anter aku gak apa-apa. Nanti aku nyetir sendiri" jawab Rosa sambil menyiapkan bekal makan untuk di bawa anaknya sekolah.


"Jangan, biar aku jemput kamu aja ya" ucapnya diiringi mencium pipi Rosa.


"Yaudah kamu duduk yang manis di meja makan mas. Aku buatkan kopi dulu untuk kamu" serasa Rosa membalikan tubuhnya dan tersenyum manis menatap sang suami.


Cup


Kecupan Yuda berikan lagi di bibir Rosa. Astaga sikap manis Rosa membuat Yuda ingin selalu bersamanya, ingin selalu memeluknya dan ingin selalu menciumnya.


Di tatapnya kedua mata Rosa hingga tatapan mata Yuda kembali ke bibir mungil Rosa. Yuda elus dengan ibu jarinya lalu menciumnya sekali lagi tapi kali ini bukan hanya kecupan saja. Yuda mencoba mengikuti nalurinya dengan menyesap bibir Rosa yang sekiranya sudah membuatnya ingin lagi dan lagi.


Entahlah yang kini Rosa lakukan hanya mengikuti kemauan suami yang baru dirinya berikan. Rosa menutup matanya dan Yuda menahan tengkuk Rosa sambil memperdalam ciumannya. Sampai sekiranya nafas keduanya terengah-engah dan Yuda melepaskan ciumannya.


Rosa membuka matanya dengan pipi merah di wajahnya. Yuda menyimpulkan senyum lalu menarik Rosa ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Love you Rosa Malinka"


"Love you to Yuda Maulana" balas Rosa dengan memeluk suaminya erat.


"Sekarang udah cinta sama aku?" tanya Yuda dan Rosa menganggukan kepalanya. Iya posisi mereka masih berpelukan.


"Boleh gak sih kamu aku peluk aja, gak usah aku lepasin yah?" pinta Yuda dengan jantung berdebar.


"Eheem" deheman terdengar jelas bagi keduanya dan membuat Yuda mau tak mau melepas pelukan terhadap sang istri.


Baik Yuda mau pun Rosa hanya tersenyum sambil memperlihatkan gigi mereka. Malu, iya sungguh malu. Aksi mereka ternyata di lihat oleh mama Wina. Entah sejak kapan mama Wina berada di dapur bersama dengan mereka.


"Kalian mau ada rencana honeymoon? Kalo gak ada rencanain ya. Biar si kembar cepet punya adek. Kali aja adeknya kembar juga. Kan cucu mama jadi rame" celetuk mama Wina lalu meninggalkan pasangan suami istri itu setelah apa yang ingin di ambilnya sudah di dapatkan.


Rosa dan Yuda saling memandang, entahlah mereka berdua seperti anak remaja yang baru kasmaran dan sepertinya yang di ucapkan mama Wina benar. Serasa dunia milik berdua dan yang lain ngontrak ho ho ho. Hmm rencana honeymoon langsung terbesit di pikiran keduanya. Yuda sangat ingin sekali melakukan perjalanan berdua dengan Rosa, meski dulu pernah beberapa kali tapi rasanya pasti berbeda karena sekarang mereka sudah menikah. Sedangkan Rosa masih terasa malu jika harus mengajak lebih dulu. Ya begitulah perempuan terkadang mau tapi gengsi. Eeehh.


***


"Sudahlah jangan terobsesi dengan istri orang" kata Sena yang melihat Hari frustasi. Setelah kejadian saat itu, Rosa memang tidak menuntut Hari karena dirinya masih merasa shock. Baru reda badai yang di hadapinya tapi malah datang badai baru yang dirinya tidak mengerti.

__ADS_1


Namun semua berbeda dengan Yuda. Yuda memang seperti di untungkan atas tindakan Hari karena secara tidak sengaja bisa menikahi perempuan satu-satunya yang dirinya cintai sedari dulu. Tapi Yuda pula terkadang menyesali karena mengapa harus seperti ini jalannya untuk bersama dengan pujaan hati.


Setelah menikah dengan Rosa, Yuda menyuruh orang untuk memberikan pelajaran kepada Hari. Bukan, bukan dengan kekerasan seperti yang di lakukan seperti sebelumnya. Yuda meminta bantuan orang terpercayanya untuk mengakuisisi perusahaan yang sedang Hari pimpin. Perusahaan sang ayah Hari sendiri. Wow this is crazy. Tidak peduli segila apa pun, semua akan Yuda lakukan untuk Rosa dan keluarganya jika ada yang mengusik.


Dan kinilah Hari yang perusahaannya sudah pailit. Mendapat marah besar dari sang ayah bahkan sampai di amuk oleh ayahnya sendiri. Eeiitss tapi nasib Hari masih baik. Karena semesta masih mengizinkam Hari untuk bisa bekerja di perusahaan besar. Meski berawal dari staff biasa, dengan kegigihannya kini Hari di angkat menjadi manager di perusahaan tersebut. Dan perusahaan itu ada perusahaan yang di pimpin oleh Sena, saudara kembarnya Sani. Dunia tak selebar daun kelor bukan? Huft.


Awalnya Sena hanya jadi penonton atas kisahnya Rosa yang tidak mulus. Tapi akhirnya Rosa bisa bersama Yuda itu adalah anugrah yang tepat. Bagi Sena, perempuan sebaik Rosa sangat pantas bersanding dengan laki-laki dingin dan mampu menjaga pasangannya seperti Yuda.


"Saya cinta sama dia bu" jawab Hari yang kini ada di ruang kerja Sena. Oh iya Sena sering kali menggagalkan niatan Hari yang ingin merusak rumah tangga Rosa dan Yuda. Karena Sena yang memiliki kuasa jadi Hari bisa dengan sigap tidak menjalankan rencananya.


"Cinta gak harus memiliki. Jika kamu cinta ya biarkan dia bahagia" kata Sena seolah sudah pernah merasakan. Padahal menjalin kasih asmara saja belum pernah.


"Lagi pula bukannya dulu kamu yang meninggalkannya dengan cara berselingkuh?" lanjut Sena yang sudah tahu hubungan asmara Hari dengan Rosa dahulu.


Hari diam karena mengingat dirinya dulu yang meninggalkan Rosa begitu saja karena merasa Rosa kurang cantik atau menarik. Padahal dalam segala sikap dan sifat Rosa sangatlah sempurna dan Hari mengakui itu. Bodoh Hari, iya memang bodoh meninggalkan berlian hanya untuk seonggok perak.


"Iya dan saya menyesal sudah melakukan itu bu. Sekarang saya ingin memperbaiki semuanya. Dan dengan cara Rosa harus kembali bersama saya" kata Hari kekeh pada pendiriannya sedari awal.


"Tapi Yuda bukanlah orang sembarang yang bisa kamu lawan. Bahkan dengan keadaan kamu yang sekarang, gak akan mungkin semua bisa terjadi. Yang ada kamu akan menyesal sudah mengusik apa milik Yuda" jelas Sena yang sudah mengetahui jam terbang Yuda. Terlebih saat masalah Adel, Sena mengetahui semuanya.

__ADS_1


Hari diam memikirkan. Meski menyadari yang di katakan atasannya ini benar tapi hati Hari sangat ingin kembali dengan mantan kekasih. Ohh author bolehkah Hari kembali dengan Rosa??


__ADS_2