
"Iya sih Ros bener. Bener banget. Cuma gue masih berat harus nemuin perempuan yang akan jadi istri gue sebelum gue ngeliat lo bersama laki-laki yang nantinya akan melindungi lo. Karena setelah gue nikah pasti gue gak bisa ngelindungi lo kayak gue belom nikah kan? Paham kan maksud gue?" Jelas Yuda yang memang sangat mengkhawatirkan Rosa. Rosa tersenyum malu mendengarkan pengakuan Yuda.
"Tapi jangan jadiin gue alasan untuk itu Yud. Merasa bersalah lho gue kalo lo kayak gitu. Ntar kalo lo gak nikah-nikah, gue di suruh tanggung jawab lagi"
"Ya paling tanggung jawab lo dengan gue nikahin Ros ha ha ha"
"Bilang aja emang tujuan lo emang itu Yud. Menikahi Rosa, sahabat lo sendiri" protes Ayyas dengan nada kesalnya.
"Ssttt lo bisa diam gak sih? Gue kan lagi usaha. Doain kek. Gak usah jadi kompor!!" balas Yuda sengit.
"Ck" Ayyas pun memutar bola mata malas.
"Apa kita bisa makan dulu?" kata Rizki yang mulai jenuh juga perdebatan Yuda dan Ayyas. Padahal dalam hatinya kesal juga dengan sikap Yuda. Iya yang lagi berusaha mendekati Rosa, calon istrinya.
"Lah emang kenapa menikahi sahabat? Salahnya dimana?" tanya Yuda yang mengabaikan ucapan Rizki.
"Kalo lo mau makan, makan aja. Gak usah dengerin mereka. Udah gak heran juga kan mereka kayak gitu" ucap Rosa berbisik kepada Rizki yang duduk di sebelahnya. Rizki mengangguk dan tersenyum.
Rosa mengerti bila Rizki merasa tak nyaman dengan sikap Yuda saat ini namun Yuda pun tak salah karena memang sebelumnya begitulah sikap Yuda kepada Rosa.
"Salah pokoknya salah. Gue gak setuju kalo lo nikahin Rosa" kata Ayyas dengan tegas.
"Siapa lo ngelarang? Lo gak ada hak buat ngelarang" balas Yuda yang masih dengan pendiriannya.
"Gue siapa? Lo tanya aja sama Rosa gue ini siapa. Masih aja lo nanya gue siapa".
Yuda pun menoleh dan menatap Rosa. Rosa yanh di tatap hanya mengalihkan pandangannya bergantian kepada Yuda dan Ayyas. Rosa pun langsung menaiki kedua bahunya dan mengangkat kedua tangannya.
"Ros. Kok lo gitu sih?" tanya Ayyas dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Maaf kalian berdua siapa yah?" tanya Rosa balik pura-pura tak mengenali Yuda dan Ayyas.
"Lo si Yud. Ngambek kan tuh" sahut Ayyas dengan memanyunkan bibirnya.
"Rosa sayang jangan gitu donk" ucap Yuda mencoba membujuk Rosa. Rosa pun membiarkannya dan fokus dengan makanan yang sedang ia makan.
"Rosa" panggil seorang perempuan paruh baya dan menghampiri meja tempat makan Rosa dan ketiga sahabatnya.
Rosa menoleh ke arah suara yang memanggilnya lalu terdiam sesaat sambil berpikir sesuatu. Apa? Entahlah!
"Hai apa kabar sayang?" tanyanya lagi lalu memcium pipi kiri kanan Rosa. Rosa pun membalasnya kikuk dengan sedikit senyum.
"Hah? Iya. A-aku baik. Alhamdulillah tante" jawab Rosa gugup.
"Tante sendiri apa kabar?" tanya Rosa basa-basi. Iya perempuan paruh baya ini adalah tante Melani. Mamanya Hari, mantan pacarnya Rosa sepuluh tahun lalu.
"Kak Rosaa" teriak seorang anak remaja perempuan yang ikut menghampiri semuanya. Rosa pun menoleh dan semakin membuatnya terkejut dengan siapa anak perempuan itu menghampirinya.
Iya. Dengan Hari. Anak perempuan itu menghampiri dirinya bersama Hari dan anak perempuan itu adalah adik kandung dari Hari.
"Kak Rosa apa kabar? Aaahh seneng" kata Bulan sambil memeluk Rosa erat-erat. Rosa tersenyum kecil karena canggung dengan keadaannya.
"A-aku ba-baik. Kamu gimana kabarnya? Waaah udah besar yah sekarang. Makin cantik" sahut Rosa melepas pelukan Bulan. Hari pun senang sekali rasanya melihat ketiga perempuan ini bertemu seperti ini.
"Aku baik. Sangat baik kak. Ishhks kangen deh sama kakak" kata Bulan lagi lalu memeluk Rosa lagi.
Oke! Lagi dan lagi Rosa merasa tak nyaman dengan keadaan yang tidak di inginkan ini. Bagaimana bisa dirinya bertemu dengan laki-laki yang sudah menggoreskan luka di hatinya saat dulu dirinya belum paham betul cinta. Bahkan kini dirinya dihadapkan dengan ibu dan adiknya yang mana sangat menyukai dirinya. Bagaimana tidak. Sifat sederhana dan sopan Rosa sangat di sukai oleh kalangan ibu dari teman-temannya SMA nya dulu. Bahkan tak banyak yang menganggap Rosa sebagai anaknya juga dan banyak yang menginginkan Rosa menjadi keluarga lebih erat lagi.
"Aahh? Eemm kakak juga kangen kamu Bulan" ucap Rosa yang sebenernya terpaksa mengucapkan itu.
__ADS_1
"Hai" sapa Hari sambil mengulurkan tangannya dan ingin berjabat tangan dengan Rosa. Rosa memindai Hari dengan tatapan kurang suka namun Hari tetap saja memberikan senyum terbaiknya untuk Rosa.
Hari mengakui kesalahannya tapi Hari tetap ingin mencoba memiliki Rosa lagi seperti dulu. Karena kini Hari menyesal telah menyia-nyiakan Rosa yang sangat tulus pada dirinya saat dulu.
Rosa tak membalas uluran tangan Hari dan hanya melemparkan senyum tipis kepada Hari.
"Boleh gabung?" tanya Hari mencoba mendekatkam dirinya. Rosa menatap ketiga sahabatnya secara bergantian dan ketiganya dengan kompak menaikan kedua bahunya masing-masing.
"Boleh ya Ros. Kasian mama sama adik aku gak dapet tempat karena ini jam makan siang jadi agak ramai" pinta Hari dengan keadaan sebenarnya.
Lagi Rosa pun mengalihkan pandangan ke ketiga sahabatnya. Dan hanya helaan nafas panjang saja yang terdengar.
"Makasih yah sayang. Maaf tante merepotkan dan mengganggu waktu kalian" kata tante Melani yang langsung duduk di sebrang Rosa setelah Yuda menggeser duduknya. Bulan duduk di sebelah tante Melani dan Hari duduk persis di sebelah kanan Rosa dengan Rizki di sebelah kiri Rosa.
Canggung ya canggung sekali bagi Rosa saat itu. Bahkan dirinya kehilangan selera makan seketika. Begitu juga dengan Rizki yang sudah menggepalkan tangannya begitu saja.
"Rosa. Kamu model kan?" tanya tante Melani memecahkan keheningan. Rosa tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Wah pas banget. Tante mau minta tolong kamu jadi model di butik tante mau gak? Mau yah" pinta tante Melani yang membuat Rosa semakin merasa tak nyaman.
"Hmm aku---"
"Rosa gak bisa terima jadi model di butik lain tante. Maaf yah!! Rosa udah saya kontrak seumur hidup di butik saya" kata Yuda dengan lantang dan tegasnya.
"Wah sayang sekali. Padahal tante ingin sekali Rosa menggunakan baju rancangan tante. Pasti cantik sekali"
"Iya tante tapi maaf. Rosa juga sangat sibuk dengan kegiatannya. Jadi mohon di maklumi ya tante" ucap Yuda lagi dengan nada suara yang masih sama. Dan ternyata yang kehilangan selera makan bukan Rosa dan Rizki saja tapi juga Yuda dan Ayyas.
Iya keempat sahabat ini langsung badmood seketika.
__ADS_1