
Ayyas tersenyum lega melihat Rizki dan Rosa tidur berpelukan. Dimana Ayyas tak khawatir lagi akan hubungan pernikahan sahabatnya itu. Setelah memastikan semua baik-baik saja, Ayyas mengajak Deby untuk kembali ke ruang kerjanya setelah meninggalkan bungkusan makanan di atas nakas dekat brankar Rosa.
Keesokan harinya.
Rizki masih setia menemani Rosa sehingga Rosa merasa salting terus di tatap Rizki yang tak ada hentinya. Bahkan Rizki menjadi lebih posesif dari sebelumnya. Hingga akhirnya ada sambungan telpon dari Alif yang mana harus di jawab oleh Rizki perihal pekerjaan yang Rizki tinggalkan dari kemarin.
"Aku angkat telpon Alif dulu ya sayang" izin Rizki yang langsung di anggukan oleh Rosa. Rizki undur diri dan melangkahkan beberapa langkah menjauh dari Rosa.
Rosa tersenyum dan mulai menyadari akan perasaan Rizki kepada dirinya. Bahkan rasanya Rosa sudah tak meragukannya lagi dan mau memulai untuk percaya dengan suaminya ini.
Ayyas datang dari balik pintu dengan wajah senangnya. Ayyas menghampiri Rosa dengan membawakan buah-buah kesukaan Rosa. Ayyas pun langsung duduk di kursi yang ada di dekat brankar Rosa dengan senyum manis miliknya.
"Gimana keadaan lo hari ini?" tanya Ayyas yang sebelumnya sangat khawatir.
"Baik Yas. Alhamdulillah. Cuma kepala gue agak nyut-nyutan aja" jawab Rosa dengan keadaan yang ia rasakan.
"Lagian lo pake acara uji kekuatan sama meja gue. Heran deh gue. Gue sampe nangis-nangis Ros tahu gak si lo kemaren. Gue panik, gue khawatir. Belom pernah gue liat lo kayak gini soalnya. Sumpah tapi gue lega setelah tau lo baik-baik aja"
"Maaf ya Yas ngerepotin"
"Mana ada ngerepotin si Ros. Jangan ngerasa begitu sama gue. Lo itu udah gue anggep sebagai adik gue jadi gak usahlah kayak gitu ya. Btw gue udah kasih kabar baik belum sih sama lo Ros?" tanya Ayyas sambil memikirkan kabar baik yang harusnya Rosa ketahui.
"Iya deh kokoh Ayyas. Tapi tetep aja gue gak enak kalo harus ngerepotin terus. Lo itu udah bantuin gue banyak banget kan" jawab Rosa mengingat kebaikan Ayyas kepada dirinya.
"Ssstttt ngawur. Gak kebalik tuh? Justru lo yang sering banget gue repotin Ros. Perlu gue ingetin apa aja itu? Hmm?" Rosa menggeleng dengan sedikit senyum.
__ADS_1
"Tadi lo bilang ada kabar baik buat gue? Apa? Gue naik gaji lagi? Naik jabatan lagi? Atau gue mau punya keponakan?" tebak Rosa dengan senyum menggoda Ayyas.
Ayyas terkekeh kecil dengan memggelengkan kepalanya. Lucu baginya melihat ekspresi Rosa yang menggoda seperti itu.
"Bukan lo yang mau punya keponakan tapi gue" jawab Ayyas dengan mode serius. Rosa berbinar dengan sedikit terkejut tapi dirinya bahagia.
"Serius? Cici Alina hamil lagi?" tanya Rosa yang membuat senyum Ayyas melengkung ke bawah. Ini Ayyas yang salah memberitahu kode atau Rosa yang tak menangkap maksud Ayyas?
"Ehh tapi apa itu kabar baik buat guenya Yas? Eh eh eh kabar baik juga sih. Gue ikut seneng ya Yas. Selamat. Sampein ke cici Alina juga selamat dari gue gitu yaaah" kata Rosa lagi dan Ayyas menatapnya horor. Rosa memutar matanya sambil berpikir sesuatu.
"Gue salah nangkep maksud lo ya?" tanya Rosa polos setelah ditatap horor oleh Ayyas. Rosa mengerti jika tatapan Ayyas seperti itu. Tapi Ayyas tak kunjung memberikan jawaban malah semakin serius menatap Rosa dengan horor. Rosa pun melebarkan matanya dan mulai menatap Ayyas serius. Seolah meminta membenarkan apa yang ada di pikirkannya. Ayyas tanpa ragu menganggukan dan melebarkan senyumnya.
"Gu-gue?" tanya Rosa sedikit ragu.
"Iya"
"Gak usah sok gak ngerti maksud gue deh" jawab Ayyas memanyunkan bibirnya.
"Gu-gue hamil?" tanya Rosa serius dan lagi-lagi Ayyas menganggukan kepalanya.
"Kok bisa?" tanya Rosa lagi yang langsung di cubit manja Ayyas.
"Aaww sakit" keluh Rosa sambil mengelus lengannya sehabis di cubit Ayyas.
"Emang lo gak ngerasa apa-apa? Biasanya orang hamil kan suka ada tanda-tanda Ros" tanya Ayyas heran. Rosa menggeleng sambil berpikir beberapa waktu terakhir.
__ADS_1
Bukannya Rosa tak menyadari tanda-tandanya hanya saja Rosa terlalu sibuk dengan pemikiran ragunya terhadap Rizki karena menggetahui taruhan antara Rizki dan Hari.
"Aneh lo" celetuk Ayyas dengan pura-pura merajuk.
"Lo laki udah kayak perempuan deh. Kecil banget cubitannya"
"Lagian lo lemot banget. Mentang-mentang abis ke jedot meja jadi loading gitu" gerutu Ayyas manyun. Rosa melebarkan senyumnya lalu memegangi perut yang masih rata.
"Disini ada calon anak gue Yas? Beneran disini ada kehidupan?" tanya Rosa lagi masih tak menyangka bahkan kini Rosa meminta Ayyas membantunya untuk duduk dari tidurannya tadi. Ayyas menganggukan kepalanya dan membalas Rosa dengan senyumnya.
"Iya Ros. Di jaga baik-baik yah. Semoga lo selalu sehat dan semoga kandungan lo lancar sampai hari dimana anak lo lahir. Gue bahagia Ros dan semoga gue dan Deby akan merasakan hal yang sama kayak lo saat ini"
"Aamiin, semoga apa yang lo harapan segera terkabul ya Yas. Btw apa Rizki tau kalo gue hamil? Soalnya dari kemarin dia gak ada pembahasan apa-apa ke gue" ucap Rosa sedikit murung. Karena mengira Rizki biasa saja dengan kehamilannya. Iya Rosa tiba-tiba baper. Dan ini hal yang sangat biasa bagi ibu hamil muda dengan perasaan sensitif.
"Belom Ros. Gue lupa kemaren kasih tau suami lo. Soalnya kemaren gue bener-bener panik sama kondisi lo, begitu juga dengan Rizki. Nah pas lo sadarkan diri, gue kan gak nemenin lo lagi karena ada Rizki jadi gue gak sempet kasih tau dia. Maaf yah" kata Ayyas membuat Rosa merasa bersalah telah salah sangka.
"Iya gak apa-apa. Biar nanti gue sendiri aja yang kasih tau Rizki yah. Tapi kehamilan gue baik-baik aja kan?" tanya Rosa ingin tahu.
"Maaf Ros gue gak tau karena kemaren dokter cuma kasih tahu jika kemungkinan lo hamil dan setelah di lakukan cek darah ternyata benar tapi belum sempet buat periksa lebih lanjut. Dokter sih udah sampein ke dokter obgyn. Apa dokter obgyn belum kesini?" tanya Ayyas memastikan.
"Belum ada yang visit Yas. Semalem sama ada dokter visit tapi itu bukan dokter obgyn"
"Yaudah apa lo mau ke dokter obgyn sekarang? Tapi kepala lo masih sakit gak?"
"Gak terlalu cuma masih berdenyut nyeri aja Yas"
__ADS_1
"Yaudah kalo gitu gue hubungin dokter obgyn dulu baru kita kesana buat periksa kehamilan lo ya. Oh iya btw Rizki kemana? Apa lo mau cej kehamilan lo sama suami lo?"