
Ayyas sudah mengira jika Rizki akan menghubunginya. Tapi Ayyas mengabaikan begitu saja. Bukan karena sengaja tapi Ayyas ingin tahu seberapa Rizki berusaha untuk mencari keberadaan Rosa. Meski Ayyas sendiri tidak mengetahui dimana Rosa saat ini. Setidaknya Ayyas bisa bernafas lega karena Rosa mengabarinya dengan kondisi baik-baik saja.
Lain dengan Rizki yang semakin panik dan mencoba mendatangi rumah sakit Ayyas, rumah tinggal Ayyas juga rumah orang tuanya tapi hasilnya nihil. Malah Rizki mendapat banyak pertanyaan dari kedua orang tua dan saudaranya terkait keberadaan Rosa saat ini dimana.
"Kamu dimana sayang?" tanya Rizki lagi dan melajukan mobilnya pulang ke rumah mama Wina.
Mama Wina sendiri memilih untuk tidur karena hari sudah semakin gelap. Dan kini Rizki tak bisa tidur dengan perasaan sangat khawatir kepada istrinya.
Keesokan harinya di Bandung.
Rosa telah bangun karena merasa perutnya tak nyaman. Bahkan sampai bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut yang hanya berisikan air saja.
Pusing terasa di kepalanya sangat terasa berdenyut. Hingga akhirnya Rosa menyandarkan dirinya di dinding dekat tempat tidurnya sambil mencoba mengendalikan diri agar kembali baik-baik saja.
Setengah jam berlalu Rosa bangun dari duduknya dan segera membersihkan diri di kamar mandi, setelahnya Rosa keluar meninggalkan kontrakan lalu ke pasar tradisional untuk mencari kebutuhan pangannya selama beberapa hari. Bahkan Rosa rasanya ingin sekali membuat kue kesukaan ketiga sahabat laki-lakinya ini.
__ADS_1
***
Setelah berkutik beberapa jam di dapur sempit akhirnya kue yang Rosa buat jadi. Rosa tersenyum manis melihatnya dan segera menyantap kue buatannya itu. Suapan ketiga tiba-tiba dadanya terasa sesak mengingat masalah yang sedang di hadapinya saat ini bahkan air mata lolos begitu saja.
"Apa masih pantes kalo aku bilang kangen? Kangen masa-masa kita dulu. Kenapa sekarang kita jadi menjauh? Hisk hisk hisk" kata Rosa dengan isakan tangis lalu tangannya menyentuh perut yang masih rata.
"Maaf. Maaf harus buat kamu dalam situasi seperti ini. Maaf karena aku menjauhkan kamu dari ayah kamu tapi aku janji jika semua sudah membaik, aku akan mempertemukan kamu dengan ayah kamu. Meski sebuah kenyataan pahit nanti akan kamu dan aku hadapi tapi aku yakin jika kamu dan aku menjadi kita, kita akan baik-baik saja. Aku harap kamu bisa aku ajak bekerja sama. Aku sayang sama kamu, dan aku akan menjaga kamu apa pun itu yang terjadi" kata Rosa lagi sambil menghapus air matanya dan mencoba menerbitkan sebuah senyum dengan mengelus pelan perutnya.
Waktu berlalu, Rizki masih kesulitan menemukan dimana Rosa berada. Mama Wina menegaskan jika mama Wina tak mengetahui dimana Rosa berada bahkan mama Wina meminta Rizki untuk tidak mencari Rosa. Bukan meminta lebih tepatnya mama Wina masih merasakan kecewa dengan apa yang di lakukan Rizki kepada anak semata wayangnya itu.
Juga dengan Ayyas yang tiba-tiba sangat sulit untuk di temukan. Rizki semakin mengeram frustasi karenanya. Rizki mencoba mendatangi tempat yang biasa di datangi Rosa, Rizki juga mencoba mencari Rosa di teman-teman terdekat Rosa seperti Siska dan teman masa kuliah atau SMA nya tapi semua sama sekali tak membuahkan hasil, lalu dimana Rosa? Begitulah tanyanya di dalam hati dan pikirannya.
"Rizki juga gak tau bu ada apa. Saat itu Rizki tinggal Rosa ke kantor karena ada pekerjaan yang gak bisa di tinggalkan terlebih Rizki sudah meninggalkan banyak pekerjaan sebelumnya. Terus pas Rizki kembali lagi, Rosa udah dinyatakan pulang oleh dokter. Dan suster bilang kalo Rosa pulang bersama mama Wina" jawab Rizki jujur. Ibu Titi mendengarkan dan menelaah perkataan anaknya.
"Terus kamu udah tanya dengan mama Wina?" tanya ibu Titi lembut.
__ADS_1
"Udah mah tapi mama Wina bilang gak tahu Rosa kemana. Rizki bingung padahal Rizki udah maksa mama Wina buat bicara dan kasih tau Rizki tapi mama Wina tetap diam. Rizki juga gak tau kenapa mama Wina memilih diam. Apa emang mama Wina beneran gak tau dimana Rosa atau emang mama Wina menyembunyikan Rosa" kata Rizki menjabarkan yang dirinya rasa.
"Apa sebelumnya kamu berantem sama Rosa? Atau ada sesuatu yang kamu lakukan tanpa kamu sadar melukai perasaan Rosa?" tanya ibu Titi sambil mencari tahu akar permasalahannya. Rizki mengelengkan kepalanya pelan dan mencoba memutar memori kejadian sebelum Rosa pergi.
Rizki membenarkan tubuhnya lalu mengingat pertengaran dirinya dengan Indra juga Sani saat itu. Tapi Rizki mengurungkan pemikiran itu sebab saat dirinya bertengkar Rosa ada di ruang rawat inapnya dan tak mungkin bagi Rizki bila Rosa sedang di luar kamar rawat inapnya saat itu, atau apa karena Hari yang mengungkapkan taruhan tentang pernikahannya? Tapi kayaknya Rosa sudah melupakan hal itu dan menerima karena selama ini Rizki tak melihat sikap Rosa yang kecewa kepadanya. Bukan tak melihat Ki, kamunya yang tak menyadari kekecewaan yang sudah kamu tolehkan di hati istri kamu lho.
"Kalo dari ekspresi kamu ibu tebak pasti ada kesalahan kamu yang kamu gak sadari deh. Coba deh kamu ingat-ingat lagi"
"Rizki bingung bu. Kayaknya sih gak ada. Tapi memang sebelum Rosa masuk rumah sakit dan sebelum Raina menikah, Rizki sempat membuat Rosa kecewa tapi Rizki gak yakin hal itu karena itu udah lama juga kan" bela Rizki yang benar tak merasa bersalah dan menganggap masalah telah selesai.
"Boleh ibu tau kekecewaan apa yang udah kamu tolehkan di hati istri kamu? Ki, Rosa itu anaknya baik sekali, tulus, lembut, sopan, dan kamu akan menyesal lho jika istri kamu pergi dan tak kembali" ungkap ibu Titi membuat Rizki menoleh dan menghimpitkan keningnya. Dalam pikir Rizki terus berputar kekecewaan apa yang sudah dirinya lakukan?
"Awalanya Rizki menerima taruhan Hari untuk menikah dengan Rosa. Tapi sebelum taruhan itu, Rizki memang sudah mengajak Rosa menikah. Terlebih dari keluarga kita yang memaksa untuk Rizki menikah dan juga ibu atau Raina dan Riana yang menginginkan Rizki menikah dengan Rosa" jelas Rizki mencoba jujur dengan ibu Titi.
"Taruhan Hari? Hari siapa?" tanya ibu Titi yang belum mengetahui mantan pacar Rosa.
__ADS_1
"Hari itu mantan pacarnya Rosa bu"
"Mantan pacarnya Rosa? Jadi kamu menikahi Rosa karena taruhan dengan mantan pacarnya?" tanya ibu Titi lagi menegaskan dengan mata yang membulat.