
"Kemana aja? Gue kangen tau" kata Rosa yang masih memeluk Yuda erat.
Rizki hanya berusaha memahami keadaan yang mana memang dirinya juga mengetahui jika Yuda pasti sulit menerima ini.
"Gue ada cuma agak sibuk aja. Malah bakalan sibuk kayaknya. Alhamdulillah sekarang banyak orderan masuk Ros. Nanti kalo gue gak ngabarin lo jangan nyariin gue ya. Kan sekarang udah ada Rizki yang bakalan menuhin hape lo he he he" kata Yuda penuh maksud namun Rosa hanya menanggapinya candaan.
"Aamiin ya Allah kalo banyak orderan. Tapi jangan sibuk-sibuk banget nanti lo sakit" ucap Rosa sedikit merengek manja kepada Yuda. Yuda sendiri hanya tersenyum manis dengan tingkah Rosa yang seolah lupa jika disebelahnya berdiri suaminya yang memperhatikan gerak mereka dari tadi.
"Iya. Gue janji gak akan sakit meski gue banyak kerjaan. Tapi lo juga harus janji sama gue" pinta Yuda mendapat wajah Rosa berpikir sebab Yuda tak pernah memintanya mengucap janji sekali pun.
"Apa?"
"Janji selalu jaga senyum lo. Gue berharap lo selalu bahagia. Apa lagi sekarang sahabat lo ini yang nemenin lo terus udah jadi suami lo. Lo paham kan maksud gue?" tanya Yuda menatap penuh keseriusan kepada Rosa. Rosa mengulas senyum lalu menganggukan kepalanya seolah mengerti maksud Yuda. Tapi berbeda dengan Ayyas yang mengartikan setiap perkataan yang Yuda lontarkan.
"Ki selamat ya atas pernikahan kalian. Gue bahagia ngeliat sahabat gue bahagia. Jadi lo udah tau donk tugas pertama lo apa? Bahagiain Rosa itu yang utama Ki. Inget jangan pernah kecewain dia apa lagi buat dia sedih mau pun nangis. Lo ngelakuin hal itu sama aja lo ngajak gue gelut lho Ki. Selamat ya sekali lagi" kata Yuda sambil menepuk lengan Rizki lalu memberikan pelukan kepada suami Rosa ini.
"Iya gue bakalan bahagiain Rosa. Gue gak akan kecewain dia atau pun buat dia sedih. Makasih Yud, makasih buat semua yang udah lo lakuin buat Rosa" sahut Rizki yang merasa membuat Yuda kecewa. Yuda mengangguk dengan senyum khas miliknya.
"Ayoo foto, gue udah pegel ini" ucap Ayyas memutar bola matanya malas.
Yuda membalas tatapan malas Ayyas, seolah mereka sedang bercengkrama dalam tatapan matanya. Lho?
Yuda pun menggambil posisi di sebelah Rosa dan Ayyas disebelah Rizki. Siska dan Mona tak ikut karena mereka ingin mengabadikan moment mereka berempat. Lalu setelahnya mereka foto berenam dengan menambah Siska disebelah Yuda dan Mona di sebelah Ayyas.
__ADS_1
'Yuda, lo makin ganteng aja. Bahkan karir lo makin melesat. Gue makin kagum sama lo' kata Siska dalam hati yang sedari tadi berdebar berdekatan dengan Yuda.
Siska Ramadanti adalah teman satu sekolah bersama keempat sahabat itu. Berbeda dengan Mona yang awalnya adalah teman semasa kuliah Rosa. Siska memang dari dulu mengakui kekagumannya terhadap Yuda. Iya Yuda memang laki-laki cukup terkenal saat masa sekolahnya dulu. Ketampanan dan kepintarannya gak usah di ragukan lagi. Bahkan Yuda sering kali mendapatkan juara kelas di kelas unggulan pada masanya.
****
Acara akad nikah pada pagi hari ini berjalan dengan lancar dan acara resepsi pernikahan Rosa Rizki akan digelar pada malam hari di hari yang sama.
Indah, mewah, elegant. Itulah yang terlihat di ballroom hotel yang menjadi tempat resepsi pernikahan mereka. Rizki tak sekali pun melepas genggaman tangannya dengan sang istri. Padahal tangan keduanya sudah basah karena keringat masing-masing. Rosa menatap Rizki dengan wajah datarnya.
"Kenapa?" tanya Rizki heran melihat perubahan raut wajah Rosa.
"Mau sampe kapan lo pegang tangan gue? Basah Ki" rengek Rosa dengan bibir yang sudah mengkrucut.
"Boleh, boleh tapi gak selama ini juga lo pegangin. Gue gak akan ilang Ki. Isshhks sebel" jawab Rosa memalingkan wajahnya. Kebetulan tamu yang hadir pada malam ini belum terlalu ramai seperti saat akad nikah tadi pagi.
"Maaf" ucap Rizki menundukan kepalanya dan melepaskan genggaman tangannya perlahan meski tidak rela. Padahal maksud Rizki hanya ingin menunjukan bahwa Rosa kini telah menjadi miliknya.
"Hah akhirnya" sahut Rosa dengan senyum semeringahnya.
"Seneng banget" celetuk Rizki yang sekarang mengkrucuti bibirnya.
"Iya donk jadi bisa leluasa. Gak kayak tadi" balas Rosa pura-pura menatap sinis. Dan Rizki semakin menundukan kepalanya dengan bibir semakin mengkrucut.
__ADS_1
"Manyun, marah, ngambek. Yaudah!" kata Rosa sambil mengsekep dada pura-pura marah. Rosa kok dari tadi pura-pura aja? Tapi perasaan lo gak pura-pura kan?
"Enggak. Enggak manyun, enggak marah, enggak ngambek" jawab Rizki lalu mengangkat kepalanya mensejajarkan dengan wajah Rosa di hadapannya. Rosa melemparkan senyum yang memperlihatkan kedua lesung pipinya lalu meraup kedua pipi Rizki. Rizki melebarkan matanya semakin besar karena sebelumnya mata Rizki memang sudah besar.
"Terima kasih suami" ucap Rosa membuat pipi Rizki memanas karena merah keseluruhan. Oh Rosa, baru digituin aja Rizki udah meleleh lho. Sebesar apa sih perasaan dia sama kamu?
Rizki pun menganggukan kepalanya lalu tersenyum dan meraih kedua tangan Rosa di pipinya dan ciumnya secara bersamaan.
"Aku yang seharusnya berterima kasih. Terima kasih udah mau jadi istri aku. Terima kasih udah mau menerima aku yang banyak kekurangannya ini. Bahkan kamu baik yang mana baiknya kamu gak bisa tergambarkan lagi. Kamu pun malaikat bagi keluarga ku. Aku gak akan lupa kebaikan kamu sedari dulu hingga sekarang bahkan kamu adalah orang yang ada di balik semua yang aku gapai. Terima kasih sayang" kata Rizki lagi yang kini mencium kening Rosa kedua kalinya setelah tadi pagi selepas akad nikah.
"Malu" sahut Rosa yang pipinya merona meski memang sudah merah karena bloshon nya. Rizki tertawa kecil melihatnya karena terasa di buat gemas oleh istri yang baru di nikahinya beberapa jam lalu.
"Anggap aja dunia milik kita berdua. Yang lain ngontrak" celetuk Rizki yang langsung mendapatkan cubitan di pinggangnya.
"Aaawww sakit sayang" kata Rizki sambil mengelus pinggangnya yang sakit.
"Rasain ha ha ha ha" kata Ayyas yang menghampiri pengantin baru ini dengan tawa lepas di wajahnya. Mona pun sama namun tak selepas Ayyas menertawai Rizki. Begitu juga Yuda yang hanya tersenyum melihat tingkah sederhana mereka namun terlihat bahagia.
"Rese lo" gerutu Rizki yang merasa tak dapat pembelaan.
"Tau deh yang udah halal tapi tau tempat juga Ki. Lo liat muka bini lo sampe merah gitu. Merah kek kepiting rebus ha ha ha" kata Ayyas sambil melirik Rosa.
"Sayang gak boleh gitu ishks. Kasian kan Rosanya. Kita kan ngontrak jadi diem-diem aja gak usah berkomentar" sahut Mona yang ikut menggoda Rosa. Semakin merah padamlah wajah Rosa.
__ADS_1