
Rizki keluar dari kamar mandi dalam kamar Rosa. Di lihatnya pakaian yang memang sudah di siapkan Rosa. Rizki tersenyum menatap kaos oversize dan celana training milik Rosa ini. Tak di sia-sia kan oleh Rizki. Dirinya langsung menggenakan apa yang sudah di siapkan untuknya itu.
"Wangi Rosa. Berasa lagi meluk dia" kata Rizki setelah semua pakaiannya terpasang sempurna di tubuhnya.
Rizki tersenyum dan mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar yang saat ini ia singgahi. Di sana terpasang jelas figura foto yang berisi foto persahabatan mereka berempat sedari mereka SMA hingga saat ini. Iya Rosa mencetak dan memperbesar foto iti sebagao kenang-kenangan dan moment pengingat nantinya.
"Cantik. Dan kecantikan kamu gak pernah berubah Sa" kata Rizki setelah menatap figura itu. Saat asyik menatap wajah cantik Rosa dalam figura tiba-tiba handle pintu kamar Rosa terbuka.
Ceklek
Terlihatlah Rosa di balik pintu kamarnya. Rosa pun melempar senyum kepada Rizki dan memperhatikan penampilan Rizki yang di nilainya saat itu makin ganteng aja. Lho?
"Makan dulu yuu" ajak Rosa yang masih di ambang pintu kamar tanpa masuk ke dalam kamarnya. Rizki pun menganggukan kepala dan menghampiri Rosa.
"Ayo" kata Rizki dengan senyum lebar di sudut bibirnya. Rosa pun mengangguk dan berjalan lebih dulu lalu di ikuti Rizki setelahnya.
Setiba di meja makan Rizki semakin terkagum di buatkan makanan kesukaannya. Sempurna. Itulah kata hati Rizki yang semakin menginginkan Rosa sebagai pendamping hidupnya.
"Yaudah makan Ki. Jangan di liatin aja" kata Rosa mengingatkan. Rizki lun menurut saja dan menyantap dengan lahap makanannya.
"Alhamdulillah" ucap Rizki setelah makanannya habis dan dirinya teringat dengan bekal makan siang Rosa yang tidak di sentuhnya itu.
"Sa" panggil Rizki sekali dan Rosa langsung menoleh menatapnya.
"Makasih bekel makan siangnya tapi maaf enggak kemakan" ucapnya merasa tak enak hati dan menundukan kepalanya. Rosa menganggukan kepalanya pelan dengan senyum tipis.
"Gak apa-apa tapi lain kali di makan ya. Kalo gak di makan, gue gak mau bawain bekel makan siang lagi buat lo".
Rizki mengangkat kepalanya dan melemparkan senyum kepada Rosa. Rosa yang di tatap sedemikian menjadi salah tingkah dan buru-buru membereskan bekas makan Rizki.
__ADS_1
"Aku mau ngomong serius sama kamu Sa, boleh?" tanya Rizki hati-hati. Rizki gak mau jika nanti pertanyaannya akan membuat Rosa tidak nyaman dan akan menjauhkan diri lagi seperti beberapa hari terakhir ini.
"Hm boleh" jawab Rosa sambil menghampiri Rizki setelah meletakan piring kotor di wastapel dapur.
"Mau ngomong apa?" tanya Rosa balik. Sebenarnya Rosa memikirkan dua hal. Yang pertama Rizki akan menjelaskan pertemuannya dengan Sani dan yang kedua Rizki akan membahas pernikahan yang telah dia bicarakan dengan mama Wina.
"Kamu tadi ke kantor aku? Kenapa bekel makanmya di titipin? Tumben" tanya Rizki basa basi tapi ingin tau kebenarannya juga sih.
"Oh iya tadi gue buru-buru soalnya ada urusan penting" jawab Rosa asal dan meyakinkan.
"Urusan penting apa? Sampe kamu izin gak masuk kerja juga kan? Terus nomer hp kamu juga gak bisa di hubungin. Kenapa?" tanya Rizki lagi yang benar-benar ingin tahu. Rosa tersenyum melihat raut wajah Rizki yang sangat terlihat jelas ingin tahunya. Lebih tepatnya Rizki khawatir karena Rosa tanpa kabar setelah menitipkan bekal makan siang.
"Oh tadi hape gue mati jadi nomernya jelas gak aktif Ki. Iya gue juga gak masuk kerja. Gue ke makam papa. Kangen" kata Rosa jujur.
"Kenapa gak bilang? Aku nyariin kamu keliling tau. Ke tempat biasa kamu datengin tapi kamunya gak ada"
"Ma-maaf gak maksud gitu. Emang hape nya mati jadi gak sempet ngabarin lo"
"Lain kali jangan gini lagi ya Sa. Kamu liat kan berantakannya aku cuma karena nyariin kamu doang" keluh Rizki dengan bibir manyunnya.
"Gak usah nyariin kalo gak mau berantakan. Repot deh lo!!"
"Gak gitu juga Sa. Kamu tau gak sih aku itu khawatir?"
"Enggak" jawab Rosa ketus karena pikirnya tadi Rizki sudah temu kangen mungkin dengan Sani. Lho Rosa kenapa bisa mikir gitu? Apa artinya...?
"Nah lho kenapa tuh sekarang jadi ketus jawabnya? Hm?" tanya Rizki pelan dan mendekatkan dirinya dengan Rosa. Rosa duduk bersebelahan dengan Rizki yang masih satu meja makan.
"Gak apa-apa Ki" jawab Rosa dengan raut wajah masih terlihat kesal.
__ADS_1
"Bener?" tanya Rizki memastikan dan hanya di anggukan oleh Rosa.
"Bukan karena cemburu ada Sani?" tanya Rizki sedikit menggoda Rosa. Rosa gelagapan namun berusah untuk bersikap tenang.
"Sani? Kenapa dengan Sani?" tanya Rosa balik pura-pura tidak tahu.
"Gak cocok kalo kamu mau bohong Sa"ujar Rizki dengan senyum melengkungnya. Rosa lin diam dan tak membalas lagi ucapan Rizki.
"Sa" panggil Rizki pelan. Sangat pelan namun juga sangat lembut suaranya terdengar. Rosa pun menoleh dan menatap Rizki yang sedari tadi menatapnya dengan senyum khasnya.
"Hm" sahut Rosa tanpa berkata. Rizki lalu berlutut tepat di hadapan Rosa yang masih nyaman dengan duduknya. Rizki meraih kedua tanga Rosa lalu menggenggamnya dengan erat.
Jantung Rosa berdebar sama seperti jantung Rizki. Rasanya semakin kencang hingga Rosa sendiri sampai salah tingkah dan tak tahu harus berbuat apa.
"Kemarin aku udah minta izin sama mama Wina. Aku minta izin buat jadiin kamu pendamping hidup ku, buat jadi istri aku, biat jadi ibu dari anak-anak aku. Hm kamu pasti tau kan kalo aku sama sekali gak pernah bersikap sedemikian bahkan seberani itu. Tapi jujur kalo aku sangat menginginkan kamu Sa" kata Rizki yang berusaha melegakan pikirinnya.
'Gue tau dan gue udah denger semua yang lo omongin sama mama Ki. Bahkan mama sangat setuju jika yang nantinya jadi pendamping hidup gue itu lo' ucap Rosa dalam hatinya.
"Rosa Malinka, nikah yuu" ajak Rizki pada intinya langsung.
Rosa menghimpitkan kedua alisnya dan menahan tawa karena merasa tak habis pikir dengan ajak Rizki yang sangat singkat ini.
"Jangan di tahan gitu ketawanya" ucap Rizki memanyunkan bibirnya. Rizki merasa jika Rosa masih mengiranya bercanda dalam ajakan menikahnya ini.
"Ha ha ha ha ha" tawa Rosa lepas dan pipi Rizki seketika memerah karena merasa sangat malu.
Rosa, Rizki lagi mode serius. Jangan di ketawain donk. Kasian ntar dia ngambek lho!!
"Sa, kamu pasti ngiranya aku bercanda ya?" tanya Rizki yang masih menggenggam tangan Rosa. Rosa pun menghentikan tawanya dan di tatap mata Rizki dalam dengan senyum lebar di sudut bibirnya.
__ADS_1