Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
131.


__ADS_3

Lima Tahun kemudian..


"Aku berangkat dulu ya. Kamu serius gak mau aku anter aja?" tanya Yuda kepada perempuan yang amat di cintainya. Rosa menggeleng dengan senyum cerah di sudut bibirnya.


"Engga, kamu duluan aja. Ada yang harus aku selesaiin dulu. Aku titip anak-anak yaah" jawabnya yang lalu di anggukan Yuda dan setelahnya Yuda masuk kedalam mobil lalu menjalankan mobil untuk mengantar kedua anak sambungnya ke sekolah sebelum dirinya berangkat ke kantor.


Lima tahun berlalu dengan cepat dan juga dengan kejadian yang tidak terduga. Bahkan pernikahan Yuda dan Rosa terjadi tanpa sengaja pun karena perbuatan Hari yang hampir melecehkan Rosa. Rosa yang tetap pada pendiriannya untuk menolak Hari dan memilih sendiri saat itu kini harus melawan hati dan menerima jika sudah ada Yuda yang menjadi suaminya.


Kejadiannya terjadi Tiga tahun setelah meninggalnya Rizki. Hari yang sudah mendekati Rosa sejak awal itu membuat Rosa merasa tidak nyaman yang akhirnya benar-benar menghindari Hari. Tapi pada suatu ketika saat Hari sudah merasa buntu dan tidak ada cara lain untuk mendapatkan pujaan hatinya, Hari menjebak Rosa dengan membuat Rosa agar bisa tidur dengan dirinya. Hari pikir usaha terakhirnya ini akan berhasil yang mana Rosa pasti akan mau menikah dengan dirinya.


Tapi rencana hanya sebuah rencana. Rencana jahatnya itu tidak berhasil yang malah justru rencananya membuat Rosa dan Yuda mau tidak mau yang harus menikah. Bukan, bukan karena Rosa di tiduri Yuda. Memang saat kejadian Rosa sudah dalam pengaruh obat yang di berikan Hari. Tetapi Yuda yang masih memiliki kesadaran penuh memilih membuat Rosa pingsan dari pada harus meniduri sahabatnya tanpa ada ikatan pernikahan. Secintanya Yuda dan seiinginnya Yuda mendapatkan Rosa tetapi tidak dengan cara seperti itu, pikirnya.


Dan yang membuat mereka menikah karena sang papih gemas dengan apa yang di lakukan anaknya. Sehingga membuat pernyataan jika Rosa dan Yuda memang sudah tidur bersama. Rosa pun tidak bisa membantah, meski saat dirinya terbangun dalam keadaan pakaian yang lengkap tapi saat dirinya bangun pula ada Yuda di sampingnya tidur dengan pulas.


Pernikahan yang sudah berjalan dua tahun lamanya. Baik Rosa mau pun Yuda menerima pernikahan ini tetapi entah kenapa Rosa masih memiliki batas yang sulit di kendalikan olehnya. Mungkin bisa di bilang trauma menikah dengan sahabat. Iya Rosa takut, takut pernikahan dengan sahabatnya akan terulang lagi sehingga Rosa sengaja memberikan batasan kepada Yuda.


Bahkan hingga kini Rosa belum memberikan hak dan kewajibannya kepada Yuda dan Yuda pun tidak menuntut hal itu. Bagi Yuda bisa menikah dengan Rosa adalah sebuah mimpi yang terwujud. Yuda pun bersabar akan perasaan Rosa dan percaya jika sudah waktunya, Rosa akan meruntuhkan dengan sendiri batasan yang sudah di buatnya.

__ADS_1


***


"Aaaaaa Rosa, kangen" teriak Deby saat bertemu dengan Rosa di sebuah supermarket di dalam mall. Semenjak menikah dengan Yuda, Rosa memutuskan untuk tidak stay di kantor almarhum mantan suaminya dan meminta untuk Alif dan Riyan yang memimpin perusahaan tersebut. Rosa hanya memantaunya dan mendatangi kantor tersebut setiap bulannya. Serta Rosa juga memutuskan untuk fokus kepada usaha toko bakery bersama mama Wina juga fokus kepada anak-anaknya dan juga suami barunya, Yuda.


Deby memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Rosa begitu juga dengan Rosa.


"Kamu sendiri Ros?" tanya Deby sambil celingak celinguk. Rosa tersenyum dengan menganggukan kepalanya.


"Yuda mana?"


"Yuda di kantor. Kamu juga sendiri atau sama Ayyas?" tanya Rosa balik karena memang tidak melihat Ayyas. Padahal biasanya kemana pun Deby pergi pasti akan ada Ayyas.


"He he he iya juga ya Deb. Ini kamu udah selesai apa belum belanjanya?" tanya Rosa yang memang sudah selesai berbelanja.


"Udah kalo untuk belanja kebutuhan rumah tapi kalo untuk kebutuhan aku belum. Kamu ada waktu? Temani aku mau gak? Aku ada mau beli kemeja kerja dan dasi untuk Ayyas sama mau beli piyama buat kita bertiga kembaran" jawab Deby dan di anggukan Rosa sambil berpikir.


"Hmm aku ada waktu kok. Yaudah ayuuk aku temani"

__ADS_1


Deby mengulas senyum lebarnya lalu mengandeng tangan Rosa dan berjalan berdampingan. Rosa dan Deby menaruh belanjaan kebutuhan rumah mereka terlebih dahulu ke mobil masing-masing dan setelahnya mereka masuk lagi kedalam mall.


Deby mengajak Rosa berputar dan mengelilingi Mall untuk membeli apa yang di carinya. Selain Deby, Rosa juga membelikan juga untuk Yuda. Entah kenapa melihat perhatian Deby untuk Ayyas membuat Rosa juga ingin memperhatikan Yuda. Rosa juga menyadari jika selama dua tahun terakhir ini memang hanya Yuda yang memberikan perhatian sangat ekstra. Entah perhatian seperti apapun itu.


Kemeja kerja pilihan Rosa pada kemeja berwarna biru turquise dan dasi berwarna biru navy. Juga dengan ide Deby yang membeli piyama kembaran untuk keluarga kecilnya. Rosa menyadari pula jika Yuda sangat menyayangi kedua anaknya. Bahkan rasanya Yuda seperti ayah kandung bagi Risa dan Roki. Iya itu terlihat jelas dari sikap mereka bertiga.


"Semoga suami kita suka dengan pilihan kita ya Ros" ucap Deby dengan senang sambil membayangkan Ayyas mengenakan kemeja pilihannya. Rosa membalas dengan senyum dan anggulan kepala.


"Ros, aku mau tanya sesuatu boleh?" tanya Deby dengan hati-hati. Kini mereka sedang ada di salah satu restaurant yang masih satu mall dengan tempat mereka berbelanja. Rosa menganggukan kepalanya lagi sebagai tanda boleh kepala Deby.


"Apa?" kini Rosa bertanya balik dengan lembut.


"Hmm tapi maaf sebelumnya kalau aku lancang nanya ini"


"Tentang Pernikahan aku dan Yuda?" tebak Rosa sambil menyeruput minuman dingin dengan setotannya dan kini Deby yang menganggukan kepalanya.


"Kenapa lancang? Tanya aja kalau memang ada yang mau kamu tanyakan. Dan aku akan jawab semampuku" kata Rosa santai dan menatap Deby serius. Rosa mengerti jika dirinya banyak berubah. Bahkan banyak diam. Bahkan Rosa tidak berinterksi lagi tidak seperti dulu.

__ADS_1


Sejak meninggalnya Rizki dan menjadi single mom of two childs membuat pikiran Rosa terbagi-bagi. Belum lagi masalah perusahan Rizki yang sudah di alihkan atas namanya bahkan keluarga Rizki sama sekali tidak mempermasalahkan itu dan menganggap memang sudah menjadi hak Rosa dan kedua anaknya padahal keluarga Rizki dulunya bertopang hidup dari perusahaan Rizki itu. Hingga akhirnya Rosa pula yang menjadi penopang untuk keluarga Rizki juga keluarga dirinya.


__ADS_2