Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
6. Kejujuran Rizki kepada mama Wina


__ADS_3

"Heemm enggak kok tan. Tapi iya sih bingung juga aku. Soalnya aku baru denger tentang anak laki-laki yang gak boleh di langkahin sama adiknya yang ingin menikah. Hmm biasanya kan anak perempuan yang gak boleh di langkah kayak gitu" ucap Rosa hati-hati takut menyinggung perasaan ibu Titi.


"Iya Sa. Tante juga bingung kenapa hal kayak gitu ada di dalam adat istiadat keluarga tante. Bahkan untuk yang ada niat melamar harus di terima juga biar sang anak perempuan engga jadi perawan tua nantinya. Dan itu terjadi sama Rini yang di lamar waktu usia dia masih 21 tahun. Waktu kamu sama Rizki masih SMA"


"Tapi tante minta maaf ya Sa. Tante gak ada maksud apa-apa. Tante memang sebenernya menginginkan kamu untuk menjadi pendamping Rizki. Bukan karena cuma kamu yang pernah di bawa kerumah ini sayang tapi memang tante sangat menyukai sikap kamu sedari dulu hingha sekarang yang gak pernah berubah kepada tante dan keluarga tante. Makanya tante sangat yakin jika kamu menjadi pendamping hidupnya Rizki, maka akan sangat bahagia sekali keluarga tante ini" kata ibu Titi menatap serius Rosa dan di genggamnya tangan Rosa.


Rosa sendiri mencari kebohongan di mata ibu Titi dan tak di temukan kebohongan disana justru sangat terlihat sekali kejujuran disana. Rosa hanya membalas senyum karena memang tak tahu harus berkata apa lagi.


"Eh eh eh maaf ya Sa kalo bikin kamu enggak nyaman. Beneran tante gak ada maksud apa-apa dan enggak maksa kamu juga kok. Tante hanya mengutarakan isi hati tante aja sama kamu. Maaf ya udah bikin kamu enggak nyaman"


***


Ucapan ibu Titi terus terngiang di kepala Rosa. Entah kenapa rasanya seperti membuat kecewa ibu yang sudah di mengganggapnya anak kandung sendiri.


Waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam. Rosa memutuskan pulang tanpa harus menunggu Rizki pulang kerumahnya. Niatnya ingin menemui Rizki dan melupakan kejadian dua hari lalu justru malah menjadi serumit ini, pikirnya Rosa saat itu.


Rosa pun memasuki rumahnya tapi ternyata disana sudah terparkir rapih mobil Rizki di sebelah mobil miliknya.

__ADS_1


"Pantes di tungguin gak dateng-dateng ternyata dia disini" kata Rosa sambil berjalan melewati mobil Rizki yang terparkir.


Rosa memasuki ruang tamu dan terhenti kala terlihat Rizki yang terlelap dengan wajah di sanggah satu tangannya. Rosa lun menggelengkan kepalanya lalu menghampiri Rizki yang masih terlelap itu. Rosa pun membenarkan posisi Rizki tidur agar badan Rizki tidak sakit saat bangun nanti.


Rizki yang terlihat cukup pulas dalam tidurnya membuat Rosa lebih leluasa membenarkan posisi tidurnya hingga terlentang di atas sofa ruang tamu itu.


"Gue kerumah lo. Lo malah kerumah gue. Gue kira lo marah sama gue. Makanya gue kerumah lo buat nemuin lo. Yaudah gue mandi dulu ya" kata Rosa berbisik karena takut Rizki membangunkan Rizki tapi bisikan Rosa sebenarnya terdengar oleh Rizki hanya Rizki engan membuka matanya lebih dulu.


Rosa pun beranjak meninggalkan Rizki dan membersihkan dirinya di kamar lantai 2 miliknya. Setelah merasa semua bersih dan Rosa sudah menggunakan piyama tidurnya, Rosa pun kembali turun ke ruang tamu untuk melihat Rizki. Apakah Rizki sudah terbangun atau belum.


Rosa terdiam merasa tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Bahkan Rizki pun tak pernah mengakui jika dirinya menyukai Rosa sejak dulu. Lalu kenapa baru sekarang mengatakan saat semesta sedang bercanda menginginkan pernikahan. Iya pernikahan Rosa dan juga pernikahan Rizki atau pernikahan Rosa dan Rizki.


"Mama sangat setuju jika kamu memang serius dengan anak mama. Tapi sebelumnya apa kamu udah bilang semua ini dengan Rosa?" tanya mama Wina tak kalah serius dengan Rizki. Rizki pun menganggukan kepalanya pelan.


"Sudah dua hari lalu. Saya sudah melamar Rosa mah tapi Rosa menganggap saya bercanda dan main-main. Memang momentnya kurang tepat karena saat ini saya di minta menikah oleh pihak keluarga sama. Tapi saya jujur jika saya ingin menikahi Rosa bukan karena adat istiadat yang tidak masuk akal itu dan bukan untuk menjaga nama baik keluarga saya juga. Saya ingin menikahi Rosa karena memang saya sudah jatuh hati dengannya" kata Rizki jujur mengutarakan isi hatinya.


Mama Wina tersenyum merasa senang tak percaya dengan kejujuran yang diutarakan Rizki.

__ADS_1


Memang benar mama Wina menginginkan Rosa untuk segera menikah namun apa iya harus dengan sahabatnya sendiri? Eh tapi kenapa enggak. Justru bagus donk dengan sahabat yang jadi pendamping hidup terlebih persahabatan antara Rosa dan Rizki sidah terjalin cukup lama dan mereka pun sering menghabiskan waktu bersama jadi bisa di katakan merek sudah mengenal luar dan dalam diri mereka masing-masing.


"Mama yakin kamu bisa membahagiakan Rosa Ki. Mama juga yakin kamu bisa menjaga Rosa dalam keadaan apapun tapi sebelumnya mama minta maaf karena belum bisa menjawab dari lamaran kamu ini. Kenapa? karena biar bagaimana pun mama serahin semua sama Rosa. Sebab nantinya kan Rosa yang akan menjalani semua ini dengan kamu. Dan mama sangat berharap rumah tangga kalian baik-baik saja tanpa ada paksaan dari awalnya" ucap mama Wina berhasil membuat Rosa terbungkam. Meski mama Wina sudah mendesaknya segera menikah namun tetap semua harus dalam seleksi mama Wina lebih dulu.


Rizki pun tersenyum mendengar ucapan yang di lontarkan oleh ibu dari sahabatnya ini. Bagaimana pun juga memang itu adalah benar adanya. Tugasnya sekarang bagaimana meyakinkan Rosa jika dirinya benar-benar serius dalam ajakan menikahnya ini.


"Iya mah Rizki ngerti. Sebelumnya makasih ya mah. Hmm kalo gitu Rizki pamit dulu yah. Mungkin nanti Rizki akan obrolin lagi sama Rosa dan jika Rosa setuju, Rizki akan bawa kedua orang tua Rizki kesini"


"Iya Ki. Semoga berhasil yah taklukin anak mama yang keras kepala itu. Mama bantu doa untuk niat baik kamu"


"Makasih mah. Kalo gitu Rizki pamit yah. Assalamualaikum" kata Rizki beranjak dari duduknya lalu mencium punggung tangan mama Wina dan meninggalkan rumah Rosa.


Rosa masih terdiam membeku setelah Rizki meninggalkan rumahnya. Hingga saat mama Wina meninggalkan ruang tamu langsung sedikit terkejut dengan posisi Rosa yang berdiri mematung.


"Astagfirullahaladzim" ucap mama Wina sambil memegangi dadanya.


***

__ADS_1


__ADS_2