
"Maksud ibu?" tanya Rosa menatap intens mantan ibu mertuanya.
"Maksud keadaan mas Rizki? Keadaan seperti apa bu?" tanya Rosa lagi malah membuat ibu Titi semakin tidak bisa menghentikan air matanya. Ibu Titi terus terisak setiap kali mengingat keputusan yang di pilih Rizki.
"Rizki sakit Ros dan dia menyembunyikannya dari kamu bahkan alasan dia menceraikan kamu agar kamu tidak merasakan sakit hati lagi karenanya. Maafkan kebodohan anak ibu Rosa, maaf"
***
Entah bagaimana kondisi hati Rosa saat ini. Setelah mendengar semua penjelasan Ayyas juga bukti-bukti yang Ayyas berikan membuat Rosa bungkam dan tak memberi asumsi pemikirannya. Hanya kata kenapa yang tidak ada jawaban. Karena Rizki pun menutup rapat semua.
__ADS_1
Rosa menangis kembali, menangisi rasa yang masih tertinggal di hatinya, rasa kehilangan mantan suami sekaligus sahabatnya yang sudah belasan tahun bersama dengannya. Baik Ayyas mau pun Yuda membiarkan Rosa meluapkan sisa rasa itu. Biar bagaimana, semua yang sudah terjadi tidak bisa di putar agar tidak terjadi.
"Gue tahu lo terluka atas semua tapi jangan lama-lama ya. Ada Roki dan Risa yang masih membutuhkan lo. Jangan sampai karena luka lo mereka ikutan terluka. Sudah cukup papanya saja yang memberikan luka. Lo jangan" itulah pesan Ayyas sebelum Rosa menangis dengan terisak setelah mengetahui kebenarannya.
"Mas, Terima kasih atas semuanya. Entah.. A-aku pun tak mampu menguraikan semua tentang kamu. Semua bergulung dalam gulungan yang tidak rata. Semua rasa ada di dalamnya. Maaf. M-maaf karena aku pernah salah menilai kamu atas keputusan kamu meminta kita berpisah. Padahal sebelumnya baik-baik saja setelah kamu membaik dan melihat anak-anak kita. M-maaf mas, aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu. Egoku masih mengendalikan pikiranku yang tanpa sadar semua yang terjadi dengan kamu adalah aku penyebabnya hisk hisk hisk" tangis Rosa memandangi nama sang mantan suami di papan nisan.
"Seandainya aku gak pergi saat itu, mungkin kamu gak akan sakit mas. Seandainya aku meminta penjelasan kamu dulu pasti ini enggak akan terjadi mas. Pasti kamu masih ada di samping aku, pasti anak-anak masih mempunyai papanya mas. Dan maaf, m-maaf hisk hisk hisk. Meski aku terluka, itu memang karena salah aku sendiri yang terlalu cepat menyimpulkan. Bahkan saat kamu menolong Sani dan anaknya. Mas, haruskan semua seperti ini? Hisk hisk hisk" lanjut Rosa masih seperti ini setelah satu minggu berlalu. Rosa masih mendatangi makam sang mantan suami setiap hari dan menangis disana. Mengeluarkan semua yang ada dalam pikirannya dan menatap dalam papan nisan seolah wajah Rizki disana.
"Ini" kata Ayyas di cela-cela matanya yang masih memantau Rosa. Ayyas memberikan sebuah flashdisk kepada Yuda. Flaskdisk titipan Rizki setelah Rizki mengugat cerai Rosa. Isinya Ayyas belum mengetahui karena baginya itu sebuah amanat yang harus di sampaikan jika terjadi sesuatu. Iya itulah pesan Rizki kepada Ayyas.
__ADS_1
Yuda menerima dengan menatap flashdisk yang sudah di tangannya. Entah apa isinya yang Yuda yakini Ayyas pun tak akan tahu.
"Sorry baru kasih sekarang. Harusnya dari seminggu yang lalu setelah Rizki menghembuskan nafas terakhirnya. Gue gak tahu isinya apa karena pesennya cuma minta tolong kasihin itu ke lo" kata Ayyas langsung dan menatap Yuda yang masih diam.
"Thanks Yas. Thanks untuk semuanya. Thanks udah jagain Rizki disaat gue nyalahin dia banget. Dan gue merasa jadi orang paling brengsek banget yang seenaknya nyalahin dia tanpa nyari tahu lagi kebenarannya. Gue udah terlalu kecewa dengan Rizki saat gue liat dengan mata kepala gue Rosa menerima surat gugatan cerai dari dia. Dan gue bodoh, kenapa gak gue cari tahu dulu alasannya kenapa dia seperti itu. Gue berhutang maaf Yas" ucap Yuda akhirnya dengan suara sedikit gemetar. Pasalnya semua yang terjadi tiba-tiba begitu saja.
"Gue pun minta maaf karena udah sembunyiin ini semua Yud. Meski bukan mau gue tapi seharusnya gue kasih tahu kalian dan mungkin kalo gue kasih tahu kalian gak akan ada perceraian antara Rosa dan Rizki. Gue minta maaf Yud. Sekarang tugas kita harus menjaga Rosa dan si kembar, mereka butuh kita Yud. Meski Rosa butuh waktu tapi gue gak bisa liat dia kayak gitu. Hampir setiap hari Rosa nangis disini. Hampir setiap hari Rosa meminta maaf padahal dia gak salah. Hampir setiap hari Rosa ngabisin waktu disini. Gue sakit Yud ngeliat Rosa begini. Gue gagal jaga Rizki, gue gak mau gagal jaga Rosa" kata Ayyas dengan air mata yang mengalir deras. Yuda mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Ayyas. Tanpa Rosa sadari jika kedua sahabatnya juga merasakan sakit yang hampir sama dengan dirinya.
***
__ADS_1
"Ros, apa ini takdir untuk kita? Untuk kita bersama lagi? Aku akan menunggu waktunya sebentar lagi untuk melamar kamu dan menjadikan kamu istriku. Aku siap menerima anak-anak kamu. Aku akan memberikan waktu sebentar lagi untuk kamu meredam sedihmu. Aku pastikan kita akan bersama lagi sayang" kata seseorang laki-laki yang dengan senyum penuh keyakinan.
Laki-laki itu sama seperti Ayyas dan Yuda yang juga memantau Rosa dari jauh saat Rosa berada di makam sang mantan suami. Bahkan dirinya benar mengikuti Rosa sampai Rosa kembali ke rumahnya. Terlebih semua informasi tentang Rosa dirinya dapatkan dari seseorang yang bekerja di rumah mama Wina.