
Luruh air mata ibu Titi. Juga Rizki yang merasa bersalah membuat istrinya berani bersikap demikian. Tapi lagi-lagi Rizko hanya diam dan tak menyangkal atau pun marah biar bagaimana pun Yuda sangat membantu dalam melindungi istrinya.
Rizki yang berdiri di belakang Rosa yang sedang duduk terus menciumi puncak kepala Rosa dan tangannya terus menggenggam tangan Rosa. Rizki meluapkan kerinduanya juga penyesalannya. Rosa hanya tersenyum tipis dengan sikap suaminya.
"Assalamualaikum" salam dari seseorang yang baru masuk kedalam ruang rawat ibu Titi dan tak lain itu adalah Indra dan mama Wina yang secara tak sengaja bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab semua secara bersamaan termasuk Ayyas.
"Indra" kata ibu Titi heran. Indra tersenyum dan terus melangkahkan kakinya menuju brankar ibu Titi. Di cium punggung tangan ibu Titi dan di tatap ibu Titi penuh maksud.
"Bule gimana kondisinya?" tanya Indra.
"Alhamdulillah, alhamdulillah sudah semakin baik. Kamu sendiri apa kabar? Sudah lama kita gak ketemu. Kamu tinggal dimana sekarang? Kenapa gak pernah kerumah bule lagi?" tanya ibu Titi balik serius. Ibu Titi sebenarnya khawatir dengan keponakannya ini tapi ibu Titi tidak ada hak melarang apa yang sudah menjadi pilihan Indra.
Bahkan selepas ibu Titi mengetahui penyebab awal rumah tangga Rizki goyah karena Indra tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Sani, ibu Titi merasa menyesal karena tidak bisa menjaga dan menantau dengan baik anak dari adik kandungnya itu.
Indra tersenyum tenang mendengar pertanyaan yang di tujukan kepada dirinya. Bagi Indra ibu Titi sangat mirip dengan sikap ibunya kepada dirinya. Indra menunduk sebentar dan mengangkat kepalanya lagi menatap ibu Titi.
__ADS_1
"Indra baik bule. Indra masih tinggal di kontrakan waktu itu. Maaf Indra hampir gak pernah mampir ke rumah bule. Oh iya ini Indra bawa makanan kesukaan bule. Semoga bule lekas sehat yaa"
"Aamiin Dra. Terima kasih banyak sudah mampir jenguk bule disini. Tapi lain kali kalo mau jenguk ke rumah bule jangan ke rumah sakit. Apa kamu udah lupa jalan kerumah bule? Hm?" ucap ibu Titi dengan sedikit menggoda Indra. Sekilas ibu Titi membaca dari tatapan Indra jika Indra pun sedang tidak baik-baik saja. Apa yang sedang terjadi dengan Indra? Apa ini ada hubungannya dengan pacar Indra? Tanya ibu Titi dalam hatinya.
"He he he iya bule maaf ya Indra baru ada waktunya sekarang. Insyaallah nanti Indra akan lebih sering mampir ke rumah bule" jawab Indra dengan tawa kecil lalu mulai mengalihkan pandangan kepada orang-orang yang ada di dalam ruang rawat ibu Titi.
Indra melempar senyum dengan menundukan kepalanya sedikit kepada semua orang itu begitu pun sebaliknya. Tapi tatapan Indra terhenti saat melihat Rosa dengan perutnya yang buncit.
Indra mengetahui jika Rosa sempat pergi tanpa pamit dan kabar hingga membuat Rizki seperti orang kehilangan arah dan kesadaran. Bisa di lihat dari penampilan Rizki yang saat ini masih gondrong dengan kumis dan brewok.
Rosa melemparkan senyum lalu mendongakan kepalanya menatap Rizki yang berada di belakang tubuhnya. Rizki yang masih merindukan istrinya segera melabuhkan kecupan di kening Rosa dengan lembut. Tak pedulikan dimana dirinya berada saat ini. Sedangkan Rosa tersipu malu dan menatap Rizki dengan tajam.
"Tujuh bulan dua minggu kak" jawab Rosa. Indra memperhatikan perut Rosa yang cukup besar itu. Indra jadi mengingat Sani, bahkan selama kehamilan Sani sedikit pun Indra tak mengetahui perkembangan anak itu.
"Wah sebentar lagi yah. Selamat ya Ros. Sehat selalu dan lancar sampai persalinan" ucap Indra tulus tapi membuat Ayyas tak suka mendengarnya. Oke baik Ayyas menjadi tidak suka dengan sikap Indra. Setelah mengetahui akar permasalahan rumah tangga Rosa, Ayyas jadi greget dan rasanya ingin melayangkan pukulan kepada Indra agar Indra sadar jika dirinya ikut serta bersalah. Tapi apalah Ayyas hanya menahannya karena permintaan Rosa untuk tidak mencampuri masalahnya, sebab Rosa berjanji akan menyelesaikan masalah rumah tangganya tanpa harus melarikan diri lagi seperti sebelumnya.
"Aamiin, terima kasih kak" jawab Rosa dengan manis.
__ADS_1
Rizki semakin prosesif dengan terus menggenggam tangan Rosa. Rizki juga menatap Indra tak suka. Bukan karena Rizki menyalahkan Indra tapi Rizki merasa tak habis pikir jika Indra tidak mempertanggunh jawabkan apa yang sudah di buatnya. Memang secara tidak sengaja tapi kesalahan tersebut memang di sengaja oleh pacarnya sendiri. Oh iya Rizki sudah mengetahui ini juga tapi Rizki memilih diam dan tidak mempropokasikan Indra karena Rizki juga terlibat bersalah dengan ucapan yang tak sengaja dirinya ucapakan saat itu.
Lalu bagaimana dengan Yuda?
Mereka bertiga, Yuda, Ayyas, dan Rizki sama-sama mengetahui dengan mereka selidiki sendiri namun mereka bertiga tidak ada yang saling menanyakan satu sama lain. Yuda dan Ayyas cukup tahu sampai mana batasan mereka terlibat dalam masalah Rosa dan Rizki.
Yuda melihat tatapan marah di mata Rizki kepada Indra, begitu juga dengan Ayyas dan dirinya. Yuda memandangi dan memperhatikan ketiganya lewat tatapan mata. Tapi ada hal yang tiba-tiba membuat hatinya berkecambuk menahan perih. Perlakuan sikap manis Rizki kepada Rosa. Cara Rizki menyalurkan kerinduannya saat baru pertama berjumpa lagi dengan Rosa.
Yuda ingin egois sebelumnya. Bahkan Yuda menginginkan hanya dirinyalah yang ada untuk Rosa, tapi sayangnya Yuda tak seegois itu. Yuda hanya menjaga Rosa dan mengantarkan kembali Rosa kepada suaminya saat Rosa kehilangan arah.
'Bahagia terus Ros. Bahagia lo juga bahagia gue. Maaf keegoisan gue yang sampai saat ini masih mempertahankan perasaan gue ke lo. Gue akan berusaha buat buang perasaan gue, meski gue gak yakin kalo gue bisa lakuin itu. Apa pun itu terlepas dari perasaan gue, gue harap lo selalu bahagia' ucap Yuda dalam hati ketika melihat Rizki melabuhkan kecupan di kening Rosa.
"Ki, kak Indra boleh ngomong berdua sebentar?" pinta Indra kepada Rizki. Rizki yang enggan menjauh dari Rosa segera menatap istrinya lalu menoleh ke ka Indra lagi.
"Apa yang mau kak omongin tentang Sani?" tanya Rizki menebak. Inda mengangguk dengan tatapan bersalah.
"Disini saja kak. Aku gak mau ada kesalahpahaman lagi dengan Rosa. Aku mau dia denger semua masalah yang berhubungan dengan Sani. Bukan tentang aku dan Sani saja melainkan tentang aku, Sani dan kak Indra" ucap Rizki dan membuat Indra tersenyum getir.
__ADS_1
Tapi yang di katakan Rizki barusan memang benar, Rosa harus tahu. Bagaimana pun juga Rizki pernah mempunyai masa lalu indah bersama Sani.