
Rosa hanya melebarkan senyumnya ketika Yuda sudah berhenti menangis. Menangis karena merindukan dirinya? Ah masa iya? Pikir Rosa seperti hal yang lucu baginya.
"Gue balik ke warung bu Ratna ya. Lo juga kan harus kerja. Udahan juga nangisnya, jangan nangis-nangis lagi. Kalo masih kangen sama gue ke warung bu Ratna aja" kata Rosa beranjak dari duduknya dengan memegani perut. Rosa juga merasa tak nyaman dengan pakaiannya yang sedikit basah ini.
Yuda menggelengkan kepalanya seakan tak ingin Rosa untuk pergi tapi Yuda masih diam namun menatap Rosa penuh keseriusan.
"Gue gak lagi mimpi kan?" tanya Yuda yang merasa tak percaya ada Rosa di hadapannya.
"Lo mimpi Yud, Mimpi. Makanya buruan bangun!!" jawab Rosa asal lalu meninggalkan Yuda dan mencoba membuka pintu yang Yuda kunci sebelumnya.
Yuda yang menyadari bukanlah sebuah mimpi segera menghampiri Rosa dengan senyum dan mencekal tangan Rosa.
"Lo mau kemana?"
"Mau ke warung bu Ratna. Bu Ratna pasti bingung kenapa gue gak balik ke warungnya"
"Bu Ratna?" tanya Yuda seperti mengingat sesuatu. Iya ingatan tentang kue yang dirinya pesan 500 pcs kemarin dan sudah ada di dalam ruangannya. Yuda semakin melebarkan senyum lalu meraih tangan Rosa dan mengenggamnya.
"Ternyata kue itu beneran buatan lo Ros. Gue gak salah, feeling gue bener kalo itu pasti lo meski awalnya gue menepisnya" ucap Yuda dengan perasaan bahagia. Rosa menatap bingung sambil menelaah ucapan Yuda yang baru di dengarnya
"Jadi lo yang pesen kue itu?"
"Iya" jawab Yuda menganggukan kepalanya.
"Sebanyak itu buat apa?" tanya Rosa san membuat senyum Yuda perlahan menurun.
"Buat ngobatin rasa kangen gue sama lo"
Rosa terdiam dengan senyum yang tak habis pikir dengan sahabatnya ini. Kenapa bisa menjadi sangat manja saat dengan dirinya? Dan sikap Yuda seperti ini mengingatkan Rosa akan suaminya, Rizki. Rizki pun sering kali bersikap manja seperti ini padahal jika dengan orang lain bisa menjadi orang yang dingin dan cuek. Oke mereka berdua memang hampir mirip.
"Ya gak segitu banyak juga kali Yud. Gak baik juga makan manis banyak-banyak"
__ADS_1
"Iya-iya maaf. Nanti gue bagiin sama karyawan disini" kata Yuda lembut dengan mencubit pipi Rosa yang chubby dengan gemas.
"Yaudah gue mau keluar dulu. Gak enak juga sama yang lain"
"Gue anter lo"
"Gak usah. Lo harus kerja Yud" ucap Rosa dengan senyum manisnya. Duh Ros bisa di kontrol dulu senyumnya? Bikin Yuda mabuk kepayang nanti lho.
Yuda memelaskan wajahnya dengan mata yang berkedip seperti anak kecil kepada ibunya. Sudah bisa di tebak jika Yuda ingin bersama Rosa untuk saat ini. Rosa hanya menghembuskan nafasnya dengan tawa kecil.
"Yaudah ayo ikut. Tapi izin dulu sama papa kalo lo mau anter gue"
"Iya Ros eh tapi kan sekarang gue pemilik perusahaan ini jadi gue gak perlu izin papa donk" sahut Yuda lalu membuka handle pintu ruangannya dan mempersilahkan Rosa keluar lebih dulu.
Yuda terlihat berbeda. Menurut para karyawannya hari ini Yuda sangat terlihat lebih tampan dari sebelumnya. Senyum yang seakan tak pudar itu membuat para karyawannya terpesona dengan aura yang terpancar dari wajah Yuda.
Setibanya di warung bu Ratna. Rosa segera mencium punggung tangan bu Ratna dan berpamit akan pulang.
Mata Yuda menggelilingi satu ruangan yang di tinggali Rosa. Rapi dan sangat rapi bahkan harumnya masih sama seperti di rumah Rosa sendiri.
Rosa yang telah mengganti pakaiannya menghampiri Yuda yang sepertinya menyimpan banyak pertanyaan tapi enggan Yuda utarakan.
"Lo mau balik ke kantor kapan?" tanya Rosa langsung dan duduk di hadapan Yuda. Yuda menatap Rosa dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lagi dan lagi matanya tertuju pada perut Rosa yang sudah terlihat.
"Lo udah berapa bulan?" tanya Yuda yang masih menatap perut Rosa. Rosa memperbaiki duduknya dan menutup perutnya dengan bantal.
"Sekarang sih kayaknya empat jalan lima bulan. Kenapa?" tanya Rosa balik dan Yuda menggelengkan kepalanya sambil mengambil gelas minum dan meminumnya.
"Lo kapan mau balik ke kantor?" tanya Rosa lagi mengulang pertanyaannya.
"Gak mau. Gue masih mau disini nemeni lo"
__ADS_1
"Dih mentang-mentang bos. Bebas gitu?"
"Iyalah. Lagi juga dari dulu lo kan yang selalu jadi prioritas gue" kata Yuda dengan memutar bola matanya malas. Rosa mengkerutkan keningnya lalu spontan melempar bantal yang menutupi perutnya ke wajah Yuda.
"Gak kena wlee" goda Yuda menjulurkan lidahnya. Dan kini Rosa yang memutar bola matanya malas.
"Amit-amit cabang bayi. Amit-amit cabang bayi" seru Rosa sambil mengelus-ngelus perutnya.
"Gue ganteng kok Ros. Masa iya amit-amit" protes Yuda manyun.
Rosa terkekeh dengan raut wajah yang ada di hadapannya ini. Wajah yang sudah lama tak di lihatnya lagi. Bahkan wajah yang menghilang begitu saja tanpa pamit. Seketika Rosa jadi mengingat saat kepergiaan Yuda dahulu. Tapi sudahlah baginya saat ini ada Yuda yang mungkin akan menemaninya di masa dirinya membutuhkan sandaran.
"Gue mau ke rumah sakit Yud. Ada check up kandungan"
"Yaudah gue anterin" kata Yuda dengan semangat.
"Gue gak enak sama papa. Lo harus baliklah ke kantor lo. Katanya yang punya kantor masa gak bisa contohin yang baik sih" sahut Rosa merasa tak enak. Begitu aja terus Ros.
Yuda diam lalu merogoh ponselnya dan menyambungkan sambungan telpon ke papahnya. Beruntungnya sambungan telpon langsung tersambung dan sudah terdengar suara pak Beny dari sebrang sana.
'Assalamualaikum Yud. Ada apa?' tanya pak Beny langsung karena anak sulungnya ini memang sangat jarang sekali menelponnya. Yuda nyengir memamerkan giginya kepada Rosa dengan menatap Rosa penuh kebahagiaan.
'Waalaikumsalam pah. Pah hari ini Yuda izin gak kerja ya. Yuda mau nemenin Rosa. Rosa mau check kandungannya'
'Oke. Kamu hati-hati. Jagain calon cucu papah. Kalo ada apa-apa segera kabari' pinta pak Beny dengan nada seriusnya. Yuda menganggukan kepalanya dengan senyum. Padahal papanya gak liat jika Yuda mengangguk.
'Siap pah' ucap Yuda lalu di putuskan sambungan telponnya oleh pak Beny.
Yuda menaruh ponselnya kembali di saku celananya lalu beranjak berdiri dari duduk.
"Ayo" ajak Yuda dengan semangat empat lima. Rosa sudah tak bisa mengelak lagi dan hanya menggeleng-gelengkan kepada sambil membiarkan Yuda mengantarkannya kerumah sakit untuk check kandungan.
__ADS_1
***