Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
17. Mencoba memberitahu Yuda


__ADS_3

Hari terus berjalan. Tak terasa dalam hitungan minggu Rosa dan Rizki akan melangkah ke dalam satu ikatan suci pernikahan. Pernikahan yang di harapkan menjadi satu kali dalam hidup mereka. Rizki memang sangat mencintai Rosa tapi belum dengan Rosa karena masih merasa tak percaya sepenuhnya. Rosa masih belajar meyakinkan dirinya untuk menerima Rizki. Sebab biar bagaimana pun juga selama 14 tahun mereka bersama, Rosa merasa nyaman dan hanya menganggap Rizki seorang sahabat.


"Masih mau di tekuk aja mukanya?" tanya Rosa saat memasuki mobil Rizki. Iya Rizki sedang menjemput Rosa di tempat kerjanya. Rizki menoleh dan menatap Rosa sendu.


"Kenapa gitu natapnya? Ada yang lo takutin?" tanya Rosa lagi pelan. Rizki pun menganggukan kepalanya tanpa berbicara sepatah kata.


"Huft" seru Rosa menghembuskan nafasnya. "Apa?" tanyanya dengan nada seperti sebelumnya. Pelan dan lembut.


"Kapan kita akan kasih tau Ayyas dan Yuda? Pernikahan kita sebentar lagi lho" kata Rizki bertanya balik. Rizki bertanya demikian karena Rizki takut Rosa membatalkan semuanya. Sebab Rizki mengakui jika Rizki cemburu dengan kedekatan Rosa dan Yuda. Bahkan intetaksi Yuda dan Rosa selalu dalam pandangan matanya.


"Hari ini. Hari ini kita akan kasih tau mereka" jawab Rosa meyakinkan Rizki supaya tak bersikap sedemikian terus.


"Kamu yakin?" tanya Rizki meragu. Rosa lun tersenyum lalu membenarkan duduknya sambil menatap Rizki lebih lekat lagi.


"Apa lo yang gak yakin?" kini Rosa yang berbalik tanya dan meragukan Rizki. Kenapa harus ragu sih Ki?


"Aku takut mereka gak setuju" jawab Rizki menundukan kepalanya.


"Kenapa bisa mikir kayak gitu? Yakin aja kalo mereka akan menerima keputusan kita. Lo gak perlu mikir macem-macem. Kalo lo yakin, gue pun akan yakin tapi kalo lo meragu ya gue pun sama. Gue akan meragu sama lo" kata Rosa sukses membuat Rizki tak bisa berkata lagi. Rizki juga mengakui jika dirinya salah dalam berpikir hal demikian.


"Yaudah jangan di tekuk lagi mukanya. Senyumnya mana? Masa mau jadi suami gue kayak gini. Kalo mukanya kayak gini mending jadi sahabat gue aja deh yah. Gak usah jadi suami" kata Rosa menggoda calon suaminya.


Rizki menggelengkan kepalanya dengan alis yang sudah menghimpit.


"Kok gitu ngomongnya" protes Rizki tak terima dengan suara manjanya.

__ADS_1


Rizki yang selalu pendiam jika bersama kedua sahabat laki-lakinya akan berubah menjadi laki-laki manja jika sudah berhadapan dengan Rosa. Iya sepertinya memang Rosa penakluknya.


"Ya abisnya dari gue masuk mobil sampe sekarang masih di tekuk aja itu muka. Yaudah kalo gitu gue balik sendiri aja ya. Lo gak usah nganterin gue balik" kata Rosa hendak membuka pintu mobil Rizki namun segera di raih tangan Rosa oleh Rizki.


"Jangan. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu kalo kamu balik sendiri"


"Khawatir apa takut di marahin mama gak anterin gue?" tanya Rosa menguji Rizki. Rizki pun menarik tangan Rosa lalu di genggamnya erat.


"Khawatir. Kamu gak tau aja kalo aku selalu khawatirin kamu setiap hari. Apa lagi kalo kamu harus berkendara naik motor jika oulang lembur atau kemalaman" jawab Rizki jujur.


Rosa tak dapat memalingkan pandangannya. Rosa melihat binar mata Rizko yang jujur kepada dirinya. Rosa tersenyum lalu tangan satunya meraih pipi Rizki lalu mengusapnha pelan.


"Makasih tapi selain itu sekarang lo takut kan sama mama" tuduh Rosa dengan berusaha menggoda Rizki.


Rizki pun mengangguk dan mengakui jika tuduhan Rosa benar adanya.


"Aku juga maunya gitu Sa. Tapi kita harus hargai orang tua kita. Terlebih kamu kan anak satu-satunya. Dan pasti mama enggak akan mengadain pesta-pestaan lagi selain pesta pernikahan anak satu-satunya ini" sahut Rizki benar apa adanya.


"Iya udah. Demi mama sama lo"


Rizki tersenyum lebar dan menimbulkan lesung pipinya.


"Makasih" ucap Rizki lembut lalu mencium punggung tangan Rosa.


Sudah seperti kebiasaan sendiri bagi Rizki sekarang menciumi punggung tangan calon istrinya. Rosa juga tak menolak dan membiarkan Rizki melakukan hal sedemikian. Karena biar gimana pun juga, Rosa harus terbiasa dengan hal tersebut.

__ADS_1


"Sama-sama. Yaudah yuuk. Hati-hati nyetirnya" ucap Rosa lembut dan di anggukan Rizki.


***


"Ya ampun ada angin apa kalian berdua kesini. Biasanya lo kalo kesini minta jemput Ros. Heemm pasti ada hal penting nih dari kalian berdua? Apa tuh kira-kira?" tanya Yuda saat mendapati kedua sahabatnya di ruang kerja miliknya.


Rosa dan Rizki saling pandang lalu melempar senyum dengan anggukan keyakinan.


"Gue mau nagih janji lo" kata Rosa langsung pada intinya.


"Janji gue? Yang mana yah?" tanya Yuda mencoba mengingat janji yang pernah dirinya buat.


"Kebaya akad nikah. Kebanyakan janji sih lo jadi lupa kan" jawab Rosa dengan suara khasnya.


"Kebaya akad nikah? Emang lo jadi nikahnya? Udah dapet calon? Kemaren gue ngajuin enggak di terima-terima padahal gue udah siap banget Ros" ucap Yuda lalu duduk berhadapan dengan Rizki dan memandang keduanya.


"Udah. Udah ada calonnya. Jadi lo bisa bikinin gue kebaya akad nikah gue?" tanya Rosa lagi menegaskan. Sebab jika Yuda tak jadi membuatnya, Rosa akan mencari alternatif lain dengan menyewa dari butik lain.


"Siapa? Lo gak ada niatan buat kenalin sama gue? Biar gue seleksi dulu calon lo. Gue gak mau yah kalo nanti calon suami lo itu bakalan ngelarang-larang gue, Ayyas sama Rizki buat ketemu lo. Eh tapi btw nih, Ayyas udah tau hal ini?"


"Belum tau tapi akan gue kasih tau nantinya Yud. Jadi pada intinya lo bisa bikin gue kebaya akad nikah? Hemm tapi sebelumnya maaf. Kebayanya bakalan di pake tiga minggu dari sekarang yah"


"Hah? Lo gila kali? Tiga minggu? Dua puluh satu hari? Lo mau nikah dalam waktu dekat? Lo yakin Ros?" tanya Yuda yang sedikit terlejut dengan pernyataan Rosa.


Rosa menganggukan kepalanya dan tersenyum lembut kepada Yuda.

__ADS_1


"Yakin. Insyaallah yakin Yud"


"Lo tau ini Ki?" tanya Yuda kepada Rizki yang sedari tadi tidak bersikap atas pernyataan Rosa. Tidak seperti dirinya yang cukup terkejut. Rizki pun tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya mengartikan dirinya mengetahui jika Rosa akan segera menikah dalam waktu dekat.


__ADS_2