
Hari yang di tentukan untuk keberangkatan honeymoon Rosa dan Yuda sudah tiba. Semua keperluan mereka sudah di siapkan dengan baik. Anak-anaknya saat ini bersama dengan sang nenek. Ibu dari mantan almarhum suaminya. Iya ibu Titi yang meminta agar kedua cucunya menginap bersamanya selama Rosa dan Yuda melakukan perjalanan honeymoon.
Awalnya Rosa keberatan karena merasa tidak enak dengan mantan mertuanya ini tapi berkat bujukan mama Wina dan Yuda serta permohonan ibu Titi akhirnya Rosa menyetujui jika kedua anaknya akan bersama dengan keluarga mantan mertuanya itu.
"Masih kepikiran anak-anak?" tanya Yuda dengan tangannya menggenggam tangan Rosa dan sesekali mencium punggung tangan Rosa. Duh Yuda yang sekarang berbeda sekali dengan Yuda yang dulu.
Rosa menganggukan kepala dengan senyum kepada Yuda. Tak heran jika Rosa memikirkan anak-anaknya. Karena Rosa tidak pernah akan meninggalkan anak-anaknya selama ini. Oh iya benar cukup lama yaitu dua minggu. Dua minggu adalah waktu yang Ayyas dan Deby rencanakan. Perusahaan yang Yuda pimpin pun harus melibatkan papih Robby untuk mengurusnya selama sang anak melakukan perjalanan honeymoon.
"Mereka akan baik-baik saja. Toh selama ini kan neneknya sangat menyayangi anak-anak. Meski ayah anak-anak sudah tidak ada tapi sayang bu Titi terlihat sangat jelas. Kamu gak usah khawatir yaah" ucap Yuda lembut mencoba meyakinkan sang istri.
"Tapi aku gak pernah ninggalin anak-anak selama ini mas" ucap Rosa pelan dan terdengar khawatir. Yuda menghembuskan nafasnya dengan senyum lalu membawa Rosa untuk bersandar di bahunya.
"Apa kamu mau kita batalin perjalanan honeymoon kita aja? Dan kita liburan bersama anak-anak setelah ujian sekolah? Hmm" usul Yuda agar istrinya tidak khawatir lagi. Rosa langsung menoleh dan mendongakan wajahnya untuk menatap wajah Yuda dari samping lalu Yuda pun menoleh kepadanya sehingga keduanya saling bertatapan. Sungguh Yuda sangat berusaha mengalah demi kenyamanan sang istri. Pokoknya apa pun yang Rosa inginkan akan selalu di usahakan oleh Yuda.
"Hm, gimana?" tanya Yuda dan Rosa menggeleng pelan. Rosa tidak mau membuat Yuda kecewa. Yuda pasti sudah menantikan saat ini.
"Kenapa?"
"Hm.. Karena kita emang butuh quality time buat berdua. Terus kalo di batalin pasti akan ngecewain papih, mamih, mama, Ayyas, Deby, anak- a...."
Cup
Gemas Yuda dan langsung mencium bibir Rosa. Jelas langsung Rosa tidak bersuara lagi. Rosa menunduk malu dengan tangannya yang memegangi bibir.
__ADS_1
"Jadi gimana? Mau pulang aja atau mau lanjut? Mumpung kita belum sampe bandara" kata Yuda menawarkan. Karena mereka masih dalam perjalanan menuju bandara. Dan di antar oleh supir sang papih.
"Lan-lanjut" jawab Rosa dengan yakin. Rosa harus yakin agar tidak mengecewakan lagi. Terlebih jika ini di batalkan akan banyak orang yang merasa kecewa.
"Oke" balas Yuda dengan senyum menggembang dan mencium puncak kepala Rosa dengan lembut.
***
"Kira-kira mereka udah sampai belom yah?" tanya Deby dan Ayyas yang masih berpelukan. Mereka pun melakukan perjalanan honeymoon, hanya saja tidak sampai keluar negeri seperti Yuda dan Rosa.
"Mungkin sebentar lagi sayang" jawab Ayyas dengan mengeratkan pelukannya kepada Deby.
"Apa ini enggak memaksakan Rosa sayang?"
"Hmm iya sih. Entahlah aku harus berterima kasih atau engga sama mantan Rosa yang gak ada otaknya itu. Tapi ya aku bersyukur karena sekarang mereka bersama. Risa dan Roki jadi punya ayah. Dan aku rasa juga Rizki disana bahagia karena anak-anaknya mendapatkan ayah seperti Yuda"
"Semua kejadiaan yang sudah terjadi tidak bisa kita salahkan atau ungkit lagi sayang. Kita semua sama-sama tahu jika semua terjadi karena kurangnya keterbukaan bersama pasangan yang mana akibatnya terluka dan sakit hati. Bahkan bisa trauma kayak yang Rosa alami. Aku juga bersyukur karena Yuda masih sangat sabar menunggu Rosa. Selain Rosa yang mengalami sakit dan kecewa, Yuda pun merasakannya. Jadi aku gak heran jika Yuda akan bertindak sesuatu bagi orang-orang yang mengusik miliknya" jabar Ayyas dan Deby membenarkan ucapan Ayyas.
"Mereka beruntung bisa saling melengkapi"
"Hmmm, seperti kita" ujar Ayyas yang langsung menyerang Deby dan mengulangi kegiatan sebelumnya.
***
__ADS_1
Sesampai di Jepang. Rosa dan Yuda langsung menuju hotel dimana tempat mereka menginap. Yuda membantu Rosa menata barang-barang mereka agar lebih mudah mengambil atau mencarinya kala mereka membutuhkan nanti. Setelah selesai mereka lanjut mandi secara bergantian. Rosa mandi lebih dulu dan di lanjut dengan Yuda.
Selesai Rosa mandi dan hendak menggunakan pakaiannya Rosa teringat sesuatu yang di berikan Deby. Entah apa pesan Deby hanya di buka saat dirinya telah sampai Jepang. Dengan hati-hati Rosa merobek bungkusan seperti kotak kado yang ada di tangannya. Perlahan tapi pasti setelah melihat isinya Rosa menautkan kedua alis. Lalu membuka mulutnya tidak percaya.
"Deby sampai mikirin ini? Dan bodohnya aku gak kepikiran. Padahal sebelumnya aku pernah menikah. Tapi selama aku menikah dengan mas Rizki aku gak pernah pake baju kurang bahan gini" gumam Rosa setelah menjembreng baju dinasnya untuk Yuda.
Sungguh di luar ekspetasi. Rosa hanya menggelengkan kepalanya melihat baju tersebut. Perasaannya ragu dan pasti akan sangat malu sekali. Lah kok malu Ros? Kan sama suami sendiri. Aish.
Inhale, exhale
tarik nafas, buang nafas.
Grogi dan gugup bercampur saat itu juga. Dan Rosa akhirnya memberanikan diri untuk memakai baju tersebut. Pikirnya saat ini harus bisa membahagiakan suami dan sahabatnya. Pokoknya gak boleh kecewa karena egonya lagi. Iya iya pokoknya itu. Pikir Rosa.
Yuda keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya. Biasanya Rosa menyiapkan pakaian ganti untuk Yuda di walk in closet jadi dirinya tidak pernah membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.
Yuda mematung kala melihat istrinya yang tersenyum manis dengan rambut yang setengah basah berdiri di hadapannya. Yuda seolah terhipnotis dan sulit menelan salivanya. Lah kok?
"Sa- sayang ka-kamu?" tanya Yuda yang masih pada posisinya. Dan Rosa berjalan menghampiri Yuda dengan mendongak karena memang tinggi Rosa hanya sebahu Yuda. Rosa membuang rasa malunya, dan merubah pikirannya. Menanamkan jika Yuda suaminya saat ini, bukan lagi sahabatnya seperti dulu. Jadi sudah seharusnya Rosa menampilkan berpakaian seperti ini jika sedang quality time bersama Yuda.
"Aku kenapa?" tanya balik Rosa dengan suara terdengar manja di telinga Yuda. Dan Yuda pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.
***
__ADS_1