
"Ros bisa-bisanya lo tahan kerja sama si tempramen Ayyas. Mending lo resign aja deh terus kerja sama gue. Gue gaji lo 3x lipat dari lo kerja sama Ayyaa" kata Yuda yang tak habis pikir dengan sikapnya Ayyas.
Rosa sendiri hanya tersenyum melihat keduanya bak tom and jerry setiap kali mereka bertemu. Begitu juga dengan Rizki yang tak merespon ketika kedua sahabatnya beradu mulut seperti itu.
"Apa lo bilang? Ngajak gelut? Hah?" protes Ayyas yang tak terima.
"Belicik lo Yas. Awas minggir lo" kata Yuda yang langsung membukakan pintu depan mobil untuk Rosa. Rosa pun menurut dan melepas genggaman tangan Rizki.
"Isshks kayak mau nyebrang aja lo Ki. Pake pegangan tangan segala" protes Yuda yang masih sewot dengan Ayyas dan berimbas ke Rizki.
"Biar gue aja yang nyetir" kata Rizki yang langsung menyambar kunci mobil di tangan Yuda. Yuda pun menghimpitkan kedua alisnya namun membiarkan Rizki mengambil alih sebagai pengemudi kali ini. Ya bisa di bilang di antara ketiga laki-laki ini memang Rizki yang paling sabar dalam hal mengemudi. Yang tak akan sembarangan ke pancing emosinya saat lalu lintas tidak baik-baik saja.
***
"Gimana kabar mama Wina sekarang Ros? Baik-baik aja kan?" tanya Yuda yang memang sudah sangat lama tidak mampir berkunjung kerumah Rosa.
"Alhamdulillah baik Yud. Mama Wina sehat. Malah sekarang sering ke toko bakery. Mantap karyawan sama kadang-kadang bikin menu baru" jawab Rosa dengan lembut. Ya Rosa ini memang sangat sopan dalam santunnya dan lembut dalam tutur katanya. Tapi terkadang tidak saat berhadapan dengan Rizki atau pun Ayyas.
"Alhamdulillah. Oh iya kemarin gue denger katanya mama Wina minta lo buat nikah buru-buru? Kenapa? Emangnya lo hamil sampe di minta nikah buru-buru" tanya Yuda lagi gak pake di saring.
"Uhuk uhuk" batuk Rizki mendengar perkataan Yuda yang di rasanya tak pantas. Rosa pun segera menyodorkan sebotol air mineral kepada Rizki. Ya sekarang mereka sudah sampai di food court salah satu mall di dekat rumah sakit. Mereka sengaja memilih food court mall karena mau mengenang masa-masa saat mereka sekolah yang selalu mampir ke mall setiap pulang sekolah. Entah sekedar jalan-jalan, nonton, makan atau main di area permainan.
"Pelan-pelan Ki" kata Yuda perhatian.
"Lagian lo sembarangan kalo ngomong Yud" sarkas Ayyas yang tak habis pikir dengan pikiran Yuda.
__ADS_1
"Kok ngegas sih lo Yas. Kan gue cuma nanya. Abis bingung aja kenapa mama Wina minta Rosa nikah buru-buru. Ya kali aja Rosa hamil makanya mama Wina bersikap kayak gitu" kata Yuda membenarkan ucapannya sendiri.
"Ya masa lo yakin Rosa kayak gitu Yud" kata Rizki yang akhirnya buka suara.
"Iya iya maaf. Maaf ya Ros. Gue gak maksud apa-apa kok" kata Yuda yang jadi gak enak hati.
"Iya gak apa-apa"
"Iya terus jadinya gimana sekarang mama Wina? Masih minta buat lo nikah?" tanya Yuda lagi ingin tahu. Rosa pun menganggukan kepalanya sambil menyedot es teh manis kesukaannya.
"Udah punya calon belom? Kalo belum, gue mau nyalonin" kata Yuda lagi.
"Uhuk uhuk" batuk Rizki lagi setelah mendengar ucapan Yuda. Ya ampun Ki segitu gak relanya yah? Iyalah kan buat dapetin Rosa susahnya bukan main. Sekarang aja belum sepenuhnya dapetin hati Rosa.
"Gue serius lho Ros. Kalo emang belum ada calon ntar gue mau ngajuin diri sama mama Wina ya. Dan kalo lo udah nikah nih sama gue. Udah deh lo gak usah kerja lagi. Apa lagi kerja sama Ayyas. Udah gue suruh di rumah aja. Gak perlu kerja" kata Yuda lagi yang memang serius dalam ucapannya sambil menyindir Ayyas secara tidak sengaja.
"Eh curut nyamuk. Lo nyinyir aja dari tadi" protes Ayyas yang merasa tersindir dengan ucapan Yuda.
"Gak usah protes lo. Udah diem-diem aja. Gak tau gue lagi usaha apa"
"Usaha si usaha tapi gak harus menjatuhkan gue di mata Rosa juga kan. Ah bener-bener lu curut nyamuk"
"Astaga Ayyas William lo minus apa silinder? Jelas-jelas badan gue segini gedenya lo bilang gue curut nyamuk? Periksa gih sono ntar. Malu gue mah pemilik rumah sakit tapi ngeliat aja gak bener"
"Emang lo ya. Ngajak gelut mulu. Hayo kalo mau gelut mah"
__ADS_1
"Kalo masih mau ribut, gue cabut deh" kata Rosa yang hendak beranjak dari duduknya.
Yuda pun dengam cepat menaril tangan Rosa hingga Rosa kembali duduk.
"Mau kemana. Enggak kangen? Kan udah lama gak ketemu juga sama gue Ros" kata Yuda yang benar adanya.
"Abis lo berdua ribut mulu. Bikin malu aja. Malu di liatin orang dari tadi" kata Rosa sambil mengedarkan pandangan mata ke sekitaran mereka.
"Tau lo Yud. Bikin malu aja" ucap Ayyas kesal.
"Lo tuh yanh dari tadi mancing emosi aja" sarkas Yuda tak mau kalah.
"Tuh kan mulai lagi" kata Rosa dengan menyilangkan kedua tangannya di atas dada.
"Iya iya maaf Ros" sahut Yuda mengalah.
"Tapi gue serius Ros. Gue penasaran kenapa mama Wina bisa kayak gitu? Lo ada masalah?" tanya Yuda yang kini sudah melembutkan suaranya. Rosa pun menggeleng pelan kepalanya dan tersenyum tipis.
"Terus kenapa mama Wina kayak gitu? Bener sih kalo bilang usia lo udah mateng buat nikah dan udah pas buat punya anak. Tapi kan nikah itu butuh mental yang tinggi kan yah. Apa lagi sehabis lo putus sama si Hariana lo gak pernah pacaran lagi" kata Yuda yang gak suka dengan Hari hingga di alihkan nama yang sudah di aqiqahan oleh orang tuanya.
"Lama juga ya gue jomblo ha ha ha" balas Rosa dengan tertawa pelan.
"Bukan lama lagi sayang. Emangnya lo mau sendiri aja? Apa lagi Ayyas bentar lagi nikah. Nah gue sama Rizki juga gak tau kapan nikah juga. Ada baiknya lo emang harus cari pacar dari sekarang. Karena gue takut kalo gue sama Rizki udah ketemu perempuan itu nanti kita gak bisa nemenin lo lagi Ros" kata Yuda yang sudah berpikir jauh.
"Hm. Gak usah mikirin gue Yud. Santai aja. Gue gak apa-apa. Jangan jadiin gue alesan juga buat lo gak nikah-nikah lo. Kalo emang udah ketemu perempuan yang pas kayak Ayyas ya gas aja. Kan emang bener kata mama Wina kalo usia kita ini emang udah cocok nikah dan punya anak kan?"
__ADS_1