Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
21. Mencoba Gaun Pernikahan


__ADS_3

"Akhirnya yang di tunggu dateng juga" kata Yuda menyambut kedatangan Rosa, Ayyas dan Deby. Rizki belum datang karena terlambat akibat kemacetan yang terjadi.


"Lama nunggu ya Yud?" tanya Rosa setelah menghampiri Yuda. Yuda menggelengkan kepalanya lantas tersenyum kepada sahabat perempuan satu-satunya ini.


"Enggak. Ya elah mau nunggu sampe besok juga tetep gue tungguin kok Ros" jawab Yuda sambil mempersilahkan ketiga tamunya ini duduk terlebih dahulu.


"Hai Deby. Apa kabar? Lama gak ketemu yah" kata Yuda lalu menyalami tangan Deby. Deby membalas uluran tangan Yuda dengan sedikit menganggukan kepalanya.


"Iya Yud udah lama banget yah. Puji tuhan gue baik. Baik banget malah. Lo sendiri gimana?" tanya Deby balik dengan ramah. Yuda membalas senyum Deby dan menganggukan kepalanya pelan.


"Gue baik juga Deby. Sama baik banget juga he he he. Eh btw gaun lo udah siap. Udah selesai semua. Tinggal sesuaiin aja pas atau enggak. Duuuh lo tau gak sih? Gue kerjanya jadi lembur terus karena si Ros Ros nih. Pake acara mau nikah dadakan. Padahal kan harusnya gue fokus ke gaun lo Deb. Jadi kalo ada salah-salah dikit mohon maklumin ya Deb" kata Yuda sambil melirik Rosa berusaha menggodanya.


Rosa menautkan kedua alisnya membalas tatapan Yuda dengan sinis.


"He he he jodoh gak ada yang tau Yud. Puji Tuhan Rosa mau menikah artinya udah akan ada yang jagain dia nantinya. Harusnya ikut seneng donk. Iya gak apa-apa asal jangan banyak-banyak ya kesalahan di gaun guenya" jawab Deby dengan sangat sopan dan lembut sekali.


"Ada komponen yang gue ubah sedikit sih Deb. Tapi gue rasa itu cocok buat lo. Dan semoga lo suka dengan karya gue ya. Sebentar, ntar lo di temenin sama Dinda ya biat coba gaun lo itu" kata Yuda lalu memanggil staff nya untuk membantu Deby mencoba gaun yang akan di gunakan di pernikahannya.


"Mari mbak Deby" kata Dinda menunduk pelan. Deby tersenyum lalu beranjak meninggalkan ketiga orang tersebut dan menuju ruang ganti bersama Dinda.


"Rizki kejebak macet yah?" tanya Yuda yang sedari tadi belum melihat kemunculan Rizki.


"Kayaknya Yud. Kan ini jam-jam pulang kantor. Pasti jalanan cukup rame. Soalnya tadi pas kesini juga lumayan rame jalanan. Apa lagi sekarang. Tunggu dulu aja. Deby juga baru mau nyoba gaunnya kan" jawab Ayyas menjrut pemikirannya. Yuda mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti maksud pemikiran Ayyas.


"Yaudah, gue siapin minum dulu buat kalian ya. Kalian tunggu dulu" kata Yuda berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Yuda datang membawakan enam gelas minuman dan di sediakan di meja ruang tunggu Ayyas dan Rosa di sana.


"Nih minum dulu. Oh iya Ros, calon suami lo mana? Kok belom dateng? Eh kok gak bareng sama lo? Apa kena macet juga kali ya?" tanya Yuda borongan.


Rosa tersenyum lalu matanya tertuju pada seseorang yang membuka pintu untuk masuk kedalam ruang tunggu.


"Sorry telat. Macet banget" kata Rizki yang langsung menyalami ketiganya lalu duduk tepat disebelah Rosa.


"Iya gak apa-apa Ki. Kita juga belom lama kok datengnya" sahut Ayyas sambil menyeruput minuman dingin yang disediakan Yuda.


"Iya Ki tenang aja. Deby juga lagi di ruang ganti nyoba gaunnya. Oh iya Ros lo nanti di bantu sama Sisi ya" kata Yuda lalu memanggil Sisi untuk segera menghampirinya dan membantu Rosa.


"Mari mbak Rosa" ucap Sisi dengan senyum lebar di sudut bibirnya. Rosa membalas senyuman Sisi lalu beranjak mengikuti langkah Sisi menuju ruang ganti.


"Lo bakal liat bidadari turun dari kayangan Yas. Sumpah gaun buat Deby pasti cocok banget sama bodynya. Begitu juga sama kebaya akadnya Rosa. Gue ngebayanginnya sempurna banget di badannya. Apa lagi kalo pake make up yang natural beh gue yakin pasti bakal pangling banget mukanya Rosa" kata Yuda penuh keyakinan.


"Desainer Yuda Maulana emang gak ada lawan. Makasih buat karya lo yang terbaik Yud" kata Rizki dengan kekagumanmya. Yuda melirik Rizki dan mencoba menelaah perkataan yang di lontarkan Rizki.


"Eh btw calon suami Rosa mana? Telat juga?" tanya Yuda yang memang sangat penasaran.


Ayyas menoleh dan menatap Rizki begitu pun dengan Rizki yang menoleh dan menatap Ayyas. Mata mereka saling bertemu dan Ayyas melemparkan senyum kepada Rizki.


'Apa Ayyas udah tau?' tanya Rizki didalam hatinya.


"Sabar Yud. Tunggu Rosa selesai nyoba kebayanya. Ntar juga dia bakalan kasih tau siapa calon suaminya" ucap Ayyas enteng.

__ADS_1


"Okelah"


"Pak, mbak Deby sudah selesai" kata Dinda menghampiri Yuda. Yuda menganggukan kepalanya lalu membawa kedua sahabatnya menuju tirai tempat Deby ganti baju.


"Din, tolong videoin yah. Saya mau liat reaksi calon suami gimana. Dan tolong buka tirainya perlahan" perintah Yuda dengan melirik Ayyas menggoda.


"Baik pak" sahut Dinda dengan senyum lalu mulai memvideokan dan meminta staff lain untuk membuka perlahan tirai Deby.


Deby memunggungi semuanya lalu berbalik badan perlahan. Mata Ayyas tanya berkedip dengan tatapan takjub di wajahnya.


"Cantik" kata Ayyas yang sulit menelan salivanya. Sungguh sangat terkagumnya Ayyas dengan Deby menggunakan gaun pernikahan impiannya.


Ayyas segera menghampiri Deby perlahan lalu menggenggam tangan Deby dengan senyum lebar melengkung di bibirnya. Cantik sungguh cantik. Meski hanya bermodal make up biasa yang tipis tapi gak mengurangi pesona yang ada di diri Deby.


"Oke lo diem disitu, gue ambil foto lo berdua dulu ya" kata Yuda meminta Ayyas untuk berdampingan dengan calon istrinya.


Ayyas hanya menurut karena tak mau kehilangan moment seperti ini. Entah apa maksud perkataan seperti ini.


"Oke Satu Dua Tiga, Senyum"


Cekrek


Bunyi kamera pun terdengar dengan foto yang sudah terekam. Yuda tersenyum melihat hasil foto yang di takennya. Senyum puas dengan hasil karya maksimalnya. Tidak sia-sia harus berlembur mengerjakan semuanya karena hasilnya sangat memuaskan.


"Bagus kan Ki? Cantik. Cantik banget" kata Yuda pada Rizki yang masih berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Nanti gue pun akan bikinin gaun atau kebaya buat calon istri lo. Akan gue bikinin spesial buat kalian sahabat gue yang spesial. Termasuk buat calon istri gue nanti" kata Yuda lagi dengan senyum yang tak pudar.


Rizki tertegun mendengar perkataan Yuda. Bagaimana tidak, secara jelas bahwa Yuda sudah membuatkan keinginannya itu untuk Rizki. Iya sudah membuatkan kebaya dan gaun untuk pernikahan Rizki. Yang tak lain untuk Rosa, calon istrinya.


__ADS_2