Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
135.


__ADS_3

"Kalian ada rencana second honeymoon? Dan kalian ngajak kita?" tanya Rosa dengan mulut yang terbuka dan mata yang melebar.


"Sebenernya bukan second honeymoon juga si Ros. Lu kan tahu kita udah sering banget honeymoon he he he. Cuma emang kali ini gue sama Deby mau program anak kedua. Kayaknya Kenzi udah waktunya punya adek gitu. Mumpung Kenzi juga lagi mau sama oma opa nya jadi ya gak ada salahnya kalo mami papinya pacaran dulu" jelas Ayyas santai.


Ayyas sama Deby memang merencanakan ini guna membuat hubungan kedua sahabatnya semakin erat. Meski sudah terlihat sedikit perubahan sikap dari Rosa tapi Ayyas dan Deby mau hubungan mereka lebih dekat lagi.


Yuda menatap horor Ayyas, sedangkan yang di tatap memutar bola matanya malas. Ya Ayyas udah gereget dengan Yuda yang terlihat sangat lambat sehingga Ayyas mencoba membantu sahabatnya ini agar segera merasakan yang namanya memiliki seutuhnya itu bagaimana. Rosa memalingkan tatapannya kepada Yuda yang menatap Ayyas horor. Tatapan permusuhan yang seolah Yuda kibarkan kepada Ayyas tetapi si Ayyas santai aja di tatap seperti itu.


"Eheem. Kamu gimana mas?" tanya Rosa lembut memutuskan tatapan Yuda kepada Ayyas. Yuda seketika menoleh dan menatap wajah cantik istrinya. Tatapan yang terlihat horor tadi sekarang terlihat sangat teduh. Sedangkan Ayyas seolah menahan tawa melihat perubahan tatapan Yuda dalam hitungan detik. Sungguh jika sudah menemukan pawang yang tepat, sehoror apa pun akan jinak juga.


Lalu apa itu mas? Rosa memanggil Yuda dengan sebutan mas? Padahal keduanya sama-sama orang sunda ho ho ho. Dan panggilan itu memang terdengar manis. Teruntuk Yuda yang terlihat dingin saat di panggil mas menjadi menghangat.


"Ka-kamu sendiri gimana? Mau honeymoon sama aku?" tanya Yuda yang langsung membuat Ayyas melotot.


"Enggak Yud, enggak. Rosa mau honeymoon sama Hari. Bukan sama lu!!" celetuk Ayyas yang merasa temannya ini perlu di getok kepalanya agar encer sedikit itu.


"Aissshhiiit!" geram Yuda yang tak suka mendengar nama laki-laki itu.


"Pertanyaan lu itu lho. Harusnya lu jawab pertanyaan Rosa bukan malah balik tanya dengan pertanyaan gak ngotak gitu. Astaga Tuhan ampunilah dosa-dosa Yuda Maulana" gemuruh Ayyas gemas. Sedangkan Rosa dan Deby hanya tersenyum dengan tingkah keduanya.

__ADS_1


"Kalo kamu mau, ayoo kita honeymoon" tegas Yuda langsung menatap sang istri serius. Sedangkan yang di tatap berdebar jantungnya hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja.


"Jawab kek Ros jangan cuma ngangguk doang. Eettdah lu berdua yaa. Gue sleding juga nih" ledek Ayyas lalu menyeruput minuman dingin Deby. Sedangkan Deby hanya mengelus bahu suaminya yang terlihat kesal.


"Tapi kita honeymoonnya berdua aja sayang. Jangan sama dia" ujar Yuda seolah memancing emosi Ayyas.


"Iya kita honeymoonnya masing-masing aja. Bisa darah tinggi gue kalo honeymoonnya barengan sama lu" sahut Ayyas kesal. Padahal dalam hatinya bersorak kalau sahabatnya ini akan honeymoon dengan berdua saja. Jadi Ayyas tidak perlu menyindir atau merancang cara agar keduanya semakin dekat bukan.


"Rumah sakit lu pasti masih ada satu ruangan kosong buat rawat inap lu kalo seandainya darah lu naik Yas. Gak usah khawatirlah"


Nah kan tuh si Yuda jawabannya bener-bener. Ayyas semakin mengerutu seolah mengatakan 'bukannya makasih lu sama gue'.


"Sayang" kata Deby manja mengalihkan tatapan Ayyas yang sudah terlihat sangat kesal. Deby menggelengkan kepalanya seolah ada maksud dari gelengan kepalanya itu. Ayyas menghela nafas panjang dan mencoba mengalah. Hingga Ayyas mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya kepada Rosa.


"Apa ini?" tanya Rosa setelah Ayyas menyodorkan sebuah amplop putih di depannya.


"Itu hadiah dari gue. Buat lu Ros. Bukan buat dia" celetuk Ayyas dengan ekor mata menunjuk Yuda. Rosa membuka amplopnya lalu melihat dua buah tiket penerbangan Indonesia - Jepang. Juga ada beberapa bukti reservasi hotel ternama disana teratas nama dirinya dan juga Yuda.


Rosa menatap Ayyas dan Deby secara bergantian. Sedangkan keduanya yang di tatap hanya tersenyum kepada Rosa.

__ADS_1


"Hadiah dalam rangka apa Yas?" tanya Rosa polos. Padahal harusnya Rosa lebih mengerti karena dirinya pernah menikah sebelumnya.


"Hadiah dalam rangka honeymoon kalian lah Ros. Astaga gak laki gak bini sama aja nih. Lola. Loading lama"


Rosa tersenyum melihat ekspresi Ayyas yang kesal. Tidakkah harusnya Yuda yang menyiapkan semua tapi kenapa ini malah Ayyas dan Deby. Ah sudahlah siapa pun itu Rosa menghargai usaha sahabatnya ini. Yang mana memang tahu jika suaminya saat ini sangatlah lambat. Pantas saja selama ini selalu keduluan yang lain. Apa lagi perihal perasaannya kepada Rosa.


"Maaf. Tapi sebelumnya terima kasih ya Yas, Deb" ucap Rosa dengan tangannya memegang tangan Deby yang ada di atas meja. Deby terharu dengan ucapan tulus dari Rosa. Rosa memang selalu bisa menghargai apa pun dengan tulus. Makanya samgat di sayangkan jika dulu almarhum mantan suaminya menyia-nyiakan orang setulus Rosa dan sekarang beruntungnya Yuda bisa bersama dengan orang tersebut.


"Sama-sama Ros. Bahagia selalu ya. Kamu berhak bahagia. Terlebih sekarang kamu bersanding dengan orang yang jauh mencintai kamu lebih dalam. Bahkan asal kamu tahu kalo suami kamu itu udah cinta sama kamu dari dulu. Cuma karena dia yang lambat masalah asmara akhirnya keduluan deh sama sahabatnya itu" kata Deby yang langsung mendapat pelototan dari Yuda sedangkan Deby memasang wajah polos. Ayyas tergelak melihat ekspresi Yuda saat ini. Sedangkan Rosa menautkan alisnya bingung karena memang baru tahu akan hal itu.


Selama ini memang Rosalah yang tidak bisa melihat perasaan Yuda yang sesungguhnya. Karena Rosa hanya merasa jika itu hanyalah perasaan biasa tanpa adanya yang lebih. Aahh Rosa gak peka nih.


"Yas mulut istri lo" sarkas Yuda meminta agar Deby tidak lebih dalam lagi membuka yang dirinya tahu. Sungguh malu, pikir Yuda. Tapi gak apa-apa kali Yud kan sekarang Rosa emang udah harus tahu semua. Biar Rosa bisa buka hati sepenugnya untuk kamu. Eeiiitss.


"Mau sampe kapan lo tutupin? Biarin aja sih biar Rosa tahu perasaan lo sesungguhnya. Perasaan lo yang gak main-main sama dia. Apa sekarang perasaan lo udah berubah sampe Rosa gak boleh tahu kalo lo cinta banget sama doi dari kita masih sahabatan berempat?" kata Ayyas yang tak kalah sama dengan membuka semua.


"Sembarangan kalo ngomong. Cinta gue gak pernah pudar sedikit pun. Mana bisa berubah" protes Yuda sambil mendelikan matanya kepada Ayyas.


Rosa mendengar langsung ucapan yang secara tidak sengaja dari mulut Yuda menyunggingkan senyumnya. Entahlah hatinya menghangat setelah mendengar ini. Meski harus mendengarnya secara tidak langsung karena jika tidak di pancing seperti ini belum tentu Yuda akan mengutarakannya.

__ADS_1


***


__ADS_2