
"Gak gitu Ros. Setidaknya saat ini kalian berempat kan masih pengantin baru jadi hal wajar jika kalian menghabiskan waktu bersama-sama dulu, berduaan dulu gitu. Dan kebetulan aja momentnya saat ini mengharuskan gue sibuk jadi waktu yang dulunya kita habiskan sama-sama kini kita habiskan berbeda. Kalian dengan pasangan kalian dan gue dengan urusan gue gitu. Jadi gak usah mikir aneh-aneh ya. Percaya deh nanti juga gue bakal nemuin pasangan yang pas buat gue kalo guenya udah siap" jelas Yuda namun tetap tak membuat ekspresi Rosa puas dengan jawaban yang di berikan Yuda. Rosa masih belum ingin berjauhan dengan Yuda.
"Lo gak mau pendekatan sama Siska Yud? Setau gue Siska suka tau sama lo" kata Ayyas berkata hati-hati. Ayyas memperhatikan beberapa kali saat bertemu Siska dan Yuda, sikap Siska berbeda terhadap Yuda seperti damba yang ingin memiliki.
"Siska? Tau dari mana dia suka sama Yuda? Dia bilang sama lo?" tanya Rosa cepat sebelum Yuda bertanya yang sama. Entah kenapa mendengarnya Rosa langsung ingin tahu sekali.
"Iya Siska, temen lo Ros. Dia sih gak bilang cuma gue feeling aja gitu. Dari sikap dan gerak-gerik dia kalo ngeliat Yuda kayak gimana. Terakhir waktu di acara nikahan gue itu, gue sempet liat Siska memperhatikan Yuda itu dalam banget bahkan kayak sampe gak kedip. Mungkin terpesona dengan ketampanan lo Yud"
"Ahh iya, kalo gue inget-inget si, Siska pernah beberapa kali nanyain lo sama gue Yud. Cuma gue gak beranggapan gitu Yas. Gue pikir itu hal yang biasa" kata Rosa polos.
"Gue juga berpikir gitu Ros. Biasa aja. Cuma emang bener si pas resepsi Ayyas itu dia ngeliatin gue. Gue sampe salah tingkah di liatin kayak gitu. Saat semua mata tertuju sama lo dan Deby yang bawain lagu di center ruangan itu tapi matanya terarah ke gue yang berdiri sendirian. Sumpah gue jadi ngeri" jujur Yuda saat tak sengaja memergoki Siska yang tengah memandangnya kala itu.
"Udah deketin aja Yud. Dia baik kok. Biar cintanya terbalas juga kan" ucap Ayyas pelan sambil melirik istrinya.
"Udahlah Yas. Jodoh gak akan kemana. Kalo dia jodoh gue juga pasti Allah swt akan mendekatkannya ke gue. Gue gak mau maksain keadaan, takut kecewa. Kali aja dia cuma kagum sama gue. Bukan suka apalagi memiliki"
__ADS_1
"Tapi gak ada salahnya Yud di coba, soalnya gue sering banget liat bersikap kayak gitu. Kalo gak lo cek aja sosial media lo apa dia sering like atau koment gitu atau mungkin dia pernah dm lo, cuma lo nya gak sadar" kata Ayyas membuat Yuda berpikir dan mengingat sesuatu. Sepertinya yang di katakan Ayyas ada benarnya, Siska memang pernah like, koment dan mengirimnya dm di sosial media pribadi miliknya.
"Okelah okelah biar nanti gue pikirin" kata Yuda sudah malas membalas obrolan dengan Ayyas yang di jamin tak akan ada habisnya. Tapi Yuda juga mendengarkan saran yang di bilang Ayyas.
"Iyaudah, mudah-mudahan kalian ada jodoh ya" sahut Ayyas lagi berharap agar Yuda segera melepas masa lajangnya. Biar bagaimana pun Ayyas memikirkan bagaimana kedepannya persahabatan mereka. Terlebih sangat terlihat jelas jika Yuda sudah menjaga jarak kepada mereka. Iya ini hanya Ayyas yang merasakab namun Ayyas tak menjabarkan hal tersebut karena Ayyas yakin jika Yuda pun tak ingin ada di posisi saat ini. Mencintai sahabatnya sendiri dan kalah cepat dengan sahabat satunya lagi.
Yuda tersenyum tipis akhirnya Ayyas menyudahkan pembahasannya. Yuda menatap keempat sahabatnya secara bergantian. Terlihat aura bahagia yang berbinar di mata mereka. Bahkan dari cara sikap yang memperlakukan baik pasangannya masing-masing.
Yuda masih tak percaya berada dalam situasi yang menurutnya sangat tidak mengenakan. Harus membatasi kebiasan yang biasa dirinya lakukan secara natural kepada sahabatnya. Terlebih kepada Rosa yang kini sudah menjadi istri dari sahabatnya juga.
"Oh iya Ki. Gimana keadaan pacarnya kak Indra?" tanya Ayyas yang mengingat kejadian saat dirinya sedang honeymoon.
"Oh puji tuhan. Terus kak Indra sendiri gimana kabarnya sekarang?" tanya Ayyas lagi karena sudah lama sekali mereka tak saling sapa.
"Alhamdulillah juga kabar kak Indra juga baik-baik aja. Cuma kalo pikiran gue gak tau ya Yas. Kadang gue kasian dia ngurus pacarnya yang sakit sendirian"
__ADS_1
"Lho emang keluarga pacarnya kemana? Bukannya kak Indra itu kerja juga?"
"Pacarnya kak Indra yatim piatu dan gak punya saudara sama sekali disini. Mungkin ada tapi mereka gak tau. Iya yang bikin kasian karena kak Indra itu kerja jadi dia harus bisa bagi waktu buat ngurus pacarnya di rumah sakit. Makanya kadang kalo kak Indra kerja, gue suka minta Rosa atau adek gue buat sekilas melihat atau menemani pacarnya kak Indra"
"Semoga cepet sembuh ya pacarnya kak Indra. Gue juga kemaren sempet ngeliat kak Indra cuma gak menghampiri dia. Dari jauh gue liat apa salah liat ya. Dia kayak lagi berdebat gitu sama perempuan. Gue sih gak tau siapa itu perempuan karena gue liatnya dari belakang. Itu siapa Ki? Lo tau?" tanya Ayyas lagi yang merasa ada sesuatu yang terjadi.
Rizki tersenyum tipis lalu menoleh dan menatap Rosa yang juga menatapnya. Rizki memang tidak mengetahui siapa perempuan itu tapi jika diketahui memang kak Indra selalu berdebat dengan Sani yang terus meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya.
"Ahhh gue gak tau Yas. Kebetulan kemarin itu gue ke rumah sakitnya sebentaran doang. Jadi gak tau siapa yang dateng buat nemuin mereka. Mungkin itu temannya atau siapa gitu" sarkas Rizki yang tak ingin menyebut nama mantan pacarnya itu. Meski pikirannya langsung tertuju kepada Sani.
***
Beberapa hari kemudian
Yuda sudah bertemu dengan Rania dan Yuda juga sudah membuatkan desain khusus untuk Rania, adik kandung sahabatnya. Tapi Yuda berpesan kepada Rania jika dalam pembuatan baju pernikahannya nanti akan di kerjakan bersama dengan adiknya Yuda sendiri. Yuda pun sudah memberikan beberapa rekomen hasil karya desain Bintang kepada Rania dan Rania setuju. Rania menyerahkan semua kepada Yuda dan Bintang dan mempercayai jika karya mereka tak akan mengecewakan.
__ADS_1
"Mas Yuda jadi ke Bandung?" tanya Bintang yang kini berada dalam satu ruang kerja bersama Yuda. Iya mereka sedang berada di butik milik Yuda yang akan di kelola oleh Bintang.
"Insyaallah jadi. Ini beberapa desain yang sudah mas siapkan untuk Rania, nanti kamu sesuaikan yah yang mana yang cocok untuk dia. Lalu jika ada apa-apa segera kabari mas. Insyaallah mas akan membantu meski dari jarak jauh. Dan untuk bahannya mas juga udah minta asisten mas yang siapin nanti tinggal tanya Rania maunya yang mana" jelas Yuda dengan menyerahkan tugasnya kepada sang adik.