
Rosa hampir selesai mengerjakan pekerjaan yang di minta oleh Ayyas, saat hendak keluar dari ruang kerjanya, pintu segera terbuka dan menampakan Rizki dengan raut wajah sulit di artikan.
Rizki melangkah maju dan Rosa melangkah mundur karena melihat keseriusan di wajah suaminya ini. Rosa memegang erat dokumen yang akan di serahkan kepada Ayyas dan dengan susah menelan salivanya karena Rizki semakin mengikis jarak di antara mereka.
Rizki meraih pinggang istrinya dan menempelkan tubuh mereka. Membuat jarak semakin terkikis hingga deru nafasnya terasa di wajahnya Rosa. Rosa memejamkan matanya karena pikirannya yang kacau hingga tak bisa berpikir kenapa Rizki bersikap demikian.
Rizki yang merasa marah melihat istrinya menampikan raut seperti itu justru luluh. Hatinya bergetar tak tega. Rizki sangat menyayangi Rosa. Melihat Rosa yang sudah memejamkan matanya Rizki langsung mengecup kedua mata Rosa secara bergantian lalu dengan kening, pipi, hidung dan bibir Rosa yang terakhir.
Setelahnya Rizki memeluk Rosa dengan sangat erat. Melepaskan rindu akibat cemburu yang membakar hatinya hari ini. Rizki juga mengusel-ngusel di puncak kepala Rosa. Menghirum harum rambut Rosa yang mampu membuatnya tenang.
"Aku sayang banget sama kamu Sa. Sayang banget" kata Rizki dengan mengeratkan pelukannya. Rosa tak mengerti dengan sikap Rizki saat ini. Dirinya hanya membalas pelukan suaminya dan menganggukan kepala tanpa membalas dengan suara.
"Kamu mau kemana?" tanya Rizki yang melepas pelukannya dan menatap Rosa dalam. Menatap Rosa saja sudah membuat hatinya bergetar.
"Ke ruangan Ayyas. Mau anter dokumen ini. Laporan yang Ayyas minta" jawab Rosa dengan mata yang masih menatap suaminya.
Rizki tersenyum dan membelai pipi kanan Rosa dengan sangat lembut bahkan menurut Rizki pipi Rosa sangatlah lembut.
"Aku antar yah" kata Rizki lalu menekan tenguk Rosa dan mendaratkan ciuman di bibir Rosa sekilas. Bibir yang sudah membuatnya ingin terus mengecupnya.
Rosa menganggukan kepalanya dengan senyum kecil di bibirnya. Rizki membalas senyum Rosa dan langsung menggenggam tangan Rosa dengat erat lalu keluar dari ruang kerja Rosa dan menuju ke ruang kerja Ayyas.
Sesampainya di ruang kerja Ayyas. Ayyas menautkan kedua alisnya karena Rizki sangat enggan melepaskan genggaman tangannya dengan Rosa. Ayyas jadi merasa rindu dengan istrinya di rumah. Hu hu hu
Ayyas menerima dokumen yang di mintanya kepada Rosa namun tak langsung memeriksa dokumen tersebut justru Ayyas menatap kedua sahabatnya secara bergantian yang mana keduanya masih berdiri tepat di hadapan Ayyas.
__ADS_1
"Lo ngapain kesini Ki?" tanya Ayyas dengan fokus pada genggaman tangan mereka.
"Mau ketemu Rosa Yas, apa lagi?" tanya Rizki balik yang merasa tak suka di tatap demikian oleh Ayyas.
"Ini masih jam kerja lho"
"Biasanya juga masih jam kerja Yas gue kesini" sarkas Rizki membela dirinya. Rosa hanya diam dan memandangi keduanya bergantian. Agak sedikit heran sih, karena sebelumnya Ayyas gak pernah bertanya kayak gini.
"I-iya sih. Cuma ngapain itu sampe pegangan tangan segala? Emangnya Rosa mau nyebrang sampe harus di pegangin tangannya kayak gitu?" tanya Ayyas kembali fokus pada genggaman tangan keduanya.
"Gue takut tiba-tiba ada pebinor" jawab Rizki sungguh-sungguh dan membuat Rosa bahkan Ayyas menatapnya penuh tanya.
"Pebinor? Maksud lo perebut istri orang?" tanya Ayyas lagi meyakinkan. Rizki mengangguk dengan senyum dan melepas genggaman tangannya lalu menarik pinggang Rosa agar semakin dekat dengan dirinya.
Rosa sampai menelan salivanya susah mendengar apa yang di katakan suaminya. Kenapa Rizki tiba-tiba bilang kayak gitu? Siapa pebinor yang Rizki maksud.
"Apa ada kaitannya dengan Rosa yang di peluk Hari tadi pagi?" tanya Ayyas membuat Rosa menoleh dan menatap Rizki. Rizki menganggukan kepalanya dengan cepat.
Rosa heran kenapa Rizki bisa mengetahuinya. Dari mana? Padahal dirinya belum menceritakan hal demikian pada Rizki karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Lo tau dari mana Rosa di peluk Hari?" tanya Ayyas ingin tahu.
"Lo juga tau dari mana Hari meluk Rosa tadi pagi?" tanya Rizki balik membuat Ayyas bingung sendiri.
"Gue ada di kejadian saat Hari meluk Rosa" jawab Ayyas merasa bersalah karena membiarkan istri sahabatnya di peluk mantan pacarnya.
__ADS_1
Rizki melebarkan matanya sedikit tak percaya. Tak percaya karena Ayyas juga membiarkan Hari memeluk Rosa padahal Ayyas tau jika itu tak boleh terjadi.
"Kenapa lo ngebiarin Rosa di peluk sama Hari Yas?" tanya Rizki dengan mode serius. Rosa langsung meletakan tangannya di pinggang Rizki.
"Bukan Ayyas yang ngebiarin tapi aku yang membiarkan Hari memeluk ku. Ayyas sudah memberi tahu ku tapi aku sulit melepaskan diri karena Hari mengeratkan pelukannya dan menjatuhkan air mata di bahu ku. Bahkan dia sangat terisak" jelas Rosa dengan pelan dan lembut.
Tentu mendengar pendengaran Rosa, Rizki sedikit melunak meski sebelumnya rasa cemburunya meletup-letup sekali.
"Kenapa dia bisa kayak gitu ke kamu?" tanya Rizki dengan nada yang sama pelannya dengan Rosa. Ayyas melongo melihat Rizki terkendali dengan pawangnya padahal tadi Rizki bertanya dengan Ayyas dengan nada sedikit ketus.
"Mamanya kecelakaan. Dan itu membuatnya sedih. Sebelumnya aku pernah melihat dia seperti itu. Dia bukan orang yang gampang terisak seperti itu terlebih di depan orang lain. Tetapi dia pernah menunjukan kerapuhannya seperti tadi kepada ku dulu" jelas Rosa membuat bibir Rizki melengkung kebawah karena tidak suka.
"Aku gak ada maksud lain. Hanya semua itu terlalu cepat dan membuat aku telat menghindar. Bahkan untuk melepaskan pelukannya pun aku sulit. Dia terlalu erat memeluk ku" jelas Rosa lagi denga jujur. Rizki langsung mendaratkan kecupan di bibir Rosa sekilas karena sudah cukup mendengar penjelasan dari istrinya ini.
Ayyas di buat melongo lagi dengan sikap Rizki barusan. Oh my god Rizki di kalem, cuek, dingin bisa seperti ini kepada Rosa? Ros apa yang udah lo lakuin sampe Rizki bisa takluk gini? Lirih Ayyas dalam hatinya.
Rizki juga langsung memeluk Rosa dan mencium puncak kepala Rosa. Ayyas geleng-geleng kepala tapi hatinya merasa hangat dengan sikap kedua sahabatnya ini.
"Maaf. Aku cemburu. Aku cemburu dan aku gak suka padahal aku juga lihat kalo kamu gak membalas pelukan Hari. Tapi rasanya aku gak ikhlas istri aku di peluk orang lain terlebih itu mantan pacarnya" ungkap Rizki jujur lalu Ayyas melemparkan berkas ke kepala Rizki.
"Aww" pekik Rizki lalu menatap Ayyas dengan cemberut.
"Terus kalo gue yang peluk Rosa, lo juga gak ikhlas gitu?" tanya Ayyas protes pada pernyataan Rizki.
Rizki melepas pelukannya dan menautkan alisnya menatap Ayyas.
__ADS_1
"Kenapa? Rosa udah gue anggep adek gue, awas aja lo kalo lo cemburu sama gue jika gue peluk Rosa. Gue bakalan makin sengaja biar lo makin cemburu kalo sampe lo larang gue buat peluk Rosa adek gue!!" kata Ayyas dengan nada naik dari biasanya.