Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
79.


__ADS_3

Rosa mengulas senyum memperhatikan ekspresi ibu mertua kepada suaminya. Lucu menurutnya.


"Maaf ya bu. Mungkin mas Rizki capek jagain aku dari kemarin. Dan mas Rizki juga kayaknya baru tidur. Mas Rizki disini juga sambil bawa kerjaannya bu. Ibu tau sendiri kan perusahaan mas Rizki lagi berkembang pesat saat ini jadi gak bisa main tinggal. Alif juga jadi kualahan karena ini" kata Rosa sambil mengunyah lumpia semarang buatan ibu mertuanya.


Sesuai ekspetasi banget bahkan Rosa sangat lahap memakan makanan yang dirinya inginkan ini. Ibu Titi sampai menggelengkan kepalanya melihat menantunya lahap seperti ini. Padahal biasanya Rosa tidak seperti itu makannya.


"Ros" panggil ibu Titi seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Hm, iya bu" sahut Rosa sambil menatap ibu mertuanya.


"Kamu?"


"Hm, Kenapa?" tanya Rosa dengan terus mengunyah.


"Kamu hamil?" tanya ibu Titi langsung pada pemikirannya. Rosa pun tersendak tiba-tiba.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


"Pelan-pelan. Minum dulu" ucap Ibu Titi lalu mengambilkan segelas air putih di atas nakas dan memberikan kepada Rosa lalu Rosa meminumnya hingga habis setengah gelas..


"Maaf" lirih Rosa merasa tak enak hati.


"Eeeuuugghhh, Sayang" panggil Rizki yang mulai membuka matanya karena merasa tak ada harum tubuh Rosa di hadapannya. Sebelumnya Rizki tidur dengan memeluk Rosa dari belakang tubuh Rosa dan menempelkan wajahnya di puncak kepala Rosa.


"Sayang-sayang ibunya dateng bukannya di sambut malah pules tidur. Istrinya aja bangun, ini suaminya enggak" protes ibu Titi pura-pura merajuk.


"Maaf bu aku baru tidur. Ibu sama siapa kesini?" tanya Rizki sambil menguap dan menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ibu sendiri naik ojek online" jawab ibu Titi santai dan Rizki langsung membulatkan matanya sempurna. Pasalnya ini sudah sangat malam bahkan sudah menjelang tengah malam. Bisa-bisanya sang ibu berangkat ke rumah sakit naik ojek online seperti ini? Oh my god, emak-emak of the power kepepet kayaknya.


"Ya Allah bu tadinya bilang aku biar aku jemput" kata Rizki merasa sedikit menyesal juga khawatir.


"Ibu gak mau ngerepotin kamu. Lagian kan kamu jagain Rosa sendirian disini Ki?" kata ibu Titi menebak-nebak.


"Kalo aku jemput ibu nanti Rosa kan bisa sama Ayyas dan Deby. Tadi pas aku hubungin ibu mereka masih ada di rumah sakit ini. Mereka baru pamit pulang beberapa jam lalu kok"


"Udah Ki yang udah, udah ya. Yang penting sekarang ibu dah tenang kalo Rosa baik-baik aja. Ibu khawatir tau pas tadi kamu bilang Rosa di rawat karena pingsan bahkan keningnya sampai kayak gitu tuh" ucap ibu Titi dengan memajukan bibirnya menunjuk kening Rosa yang terbalut kain kasa.


"Aku juga sama kayak ibu pas aku baru tahu Rosa pingsan bu. Lemes bu apalagi Rosa kan anaknya gak pernah pingsan sebelumnya"


"Gak usah gitu mas. Aku sekarang kan baik-baik aja. Apa lagi abis makan lumpia semarang buatan ibu eeemmm udah pasti langsung sembuh ini" kata Rosa yang masih asyik menyantap makanannya. Dan hanya menyimak apa yang di katakan ibu dan anak ini.


"Mama Wina sudah disini Ros?" tanya ibu Titi dan di gelengkan kepalanya oleh Rosa. Ibu Titi seketika memototi Rizki.


"Rosa yang minta bu buat gak kabarin mama Wina. Rosa takut mama Wina khawatir. Ibu aja khawatir kayak gini apa lagi mama Wina" jawab Rizki membela dirinya. Sedangkan Rosa hanya tersenyum kecil melihat perdebatan ibu mertua dan suaminya ini.


"Iya bu. Rosa yang minta mas Rizki buat gak kasih tau mama Wina"


"Tadinya juga Rosa gak mau kasih tau ibu tapi karena Rosa mau makan ini jadi aku kasih tau ibu deh. Maaf ya bu" kata Rizki dengan menunjuk makanan yang ada di tangan Rosa.


"Besok kabarin mama Wina. Biar gimana juga mama Wina itu mama kamu Ros. Mama Wina berhak tau kabar kamu"


"Iya bu" jawab Rosa yang yakin jika ibu mertuanya lupa akan pertanyaan yang dilontarkannya tadi yang sampai membuat Rosa tersendak. Alhamdulillah pikirnya.


"Sayang mau" kata Rizki dengan manja. Rosa melirik dan memberikan wadah yang berisikan makanan tersebut.


"Eemmm" kata Rizki lagi sambil mengacungkan jempol kepada ibunya.


"Enak banget bu. Gak ada lawan pokoknya" katanya lagi dan lagi menikmati lumpia semarang buatan ibu Titi.

__ADS_1


"Ibu nginep disini aja ya" pinta Rosa yang tak tega jika ibunya harus pulang larut malam begini.


"Iya bu nginep disini aja. Disini ada kamar khusus untuk keluarga pasien kok" ucap Rizki sambil mengunyah.


"Terus kenapa kamu tidur disini? Kenapa gak tidur di kamar yang udah disediakan?"


"Aku gak bisa tidur kalo gak kelonan sama Rosa" jawab Rizki tak malu mengatakan kebenarannya. Memang setelah menikah, Rizki selalu memeluk Rosa bahkan mencium dan menghirup harum tubuh Rosa yang sampai sekarang membuatnya candu. Tak ada Rosa, Rizki akan kesulitan tidur.


"Iya ibu tau pengantin baru" ucap ibu Titi santai.


"Iya donk bu. Ibu kan juga udah pernah dulu he he he" canda Rizki sambil menjatuhkan dagunya di bahu Rosa.


"Jangan deket-deket kayak gitu. Itu kening Rosa masih ada jaitannya. Sakit tau Ki. Ibu ngilu ngeliatnya" protes ibu Titi dengan menatap anaknya sinis. Lho?


"Jangan di liatin bu" kata Rizki yang malah melingkarkan satu tangannya di pinggang Rosa lalu mencium pipi Rosa dari samping.


Cup


Merah wajah Rosa saat Rizki melakukan hal demikian di depan ibu mertuanya.


"Anak sama bapak sama aja. Nyesel kan baru nikah sekarang. Kenapa gak dari dulu aja kalo ternyata yang jadi istri kamu Rosa"


"Namanya juga anaknya bu. Ya pasti sebelas dua belas donk. Iya bu kalo tau nikah seenak ini, aku udah nikahin Rosa dari dulu. Sayangnya baru sadarnya pas umur segini" kata Rizki dengan memberikan cengiran khasnya. Rosa tak membalas hanya tersenyum kecil saja.


"Iya iya iya. Yaudah Ros kamu istirahat lagi yah. Besok kalo ada mau di masakin bilang aja ya. Ibu seneng kalo ada yang request masakan sama ibu. Jadi semangat gitu masaknya"


"Iya bu. Ibu juga sekarang istirahat ya. Maaf sekali lagi udah ngerepotin malam-malam gini" kata Rosa masih merasa tak enak.


"Sayang gak boleh gitu. Ibu gak suka lho. Ibu malah seneng tau kalo di repotin sama anak-anaknya. Apa lagi kamu, anak menantu kesayangan ibu" sahut Rizki lembut yang masih gelayutan di bahu Rosa.


"Iya Ros pokoknya jangan sungkan sama ibu ya. Selagi ibu bisa pasti ibu akan usahain"

__ADS_1


"Terima kasih ya bu" ucap Rosa dengan tulus. Merasa beruntung memiliki ibu mertua yang seperti ini.


***


__ADS_2