
Mata Yuda membola setelah membaca isi dari map tersebut. Entahlah harus menanggapinya bagaimana. Apa sedih, senang, marah atau apa yang pasti kecewa. Kecewa karena sudah berusaha berdamai dengan sakit hatinya kepada Rizki kini Rizki malah melakukan hal yang membuat Rosa semakin terluka.
Luka Rosa belum pulih secara fisik atau pun mental dan kini di tambah lagi. Bagaimana pikiran Rizki sih, apa maunya. Pertanyaan demi pertanyaan berputar di pikiran Yuda.
Yuda menoleh dan menatap Rosa yang masih menunduk dengan memainkan ujung kukunya. Yuda tahu jika perempuan yang masih mengisi hatinya ini sedang tidak baik-baik saja. Tapi Yuda melihat dengan jelas jika tidak ada air mata di mata Rosa saat ini. Apa ini juga keinginan Rosa?? Oh tentu bukan. Karena air mata Rosa sudah habis untuk menangisi laki-laki seperti Rizki. Sakit hati yang di tolehkan Rizki seolah membuat Rosa lupa bagaimana caranya menangis.
"You Okey?" tanya Yuda lembut dengan mata yang tidak lepas dari mata Rosa. Rosa menganggukan kepalanya pelan dengan senyum tipis menghiasi bibirnya. Perlahan Yuda segera meraih tubuh Rosa dan membawanya dalam pelukan. Yuda mengeluskan tangannya di punggung Rosa. Begitu juga Rosa yang memejamkan matanya di dada Yuda. Detak jantung Yuda terasa menghipnotisnya untuk menambah energinya dalam menghadapi masalah yang akan segera datang.
"Gue disini ada sama lo. Apa pun itu gue akan selalu ngelindungin lo" kata Yuda lagi dan Rosa hanya menganggukan kepala serasa perlahan melepas pelukan Yuda.
"Terima kasih Yud. I'm totally okey. Gak perlu khawatir. Dan gue juga gak akan mencari tahu alasannya kenapa. Saat ini dan seterusnya fokus gue memang hanya untuk si kembar. Gue gak apa-apa, percaya kan?"
***
Putusan perceraian Rosa dan Rizki pun sudah keluar dan mereka resmi bercerai secara hukum. Rizki di wakili oleh pengacaranya begitu pun dengan Rosa. Keduanya sama-sama tidak menghadiri proses persidangan perceraian mereka dan memilih berakhir dengan semestinya.
__ADS_1
Rosa pun tidak menghubungi Rizki lagi begitu juga dengan Rizki yang sudah tidak menghubungi Rosa. Jelas Rizki tidak menghubungi Rosa sebab kini Rizki sedang berjuang dengan kondisi yang semakin menurun. Ibu Titi hanya bisa menangis melihat kondisi Rizki yang seperti ini, terlebih Rizki melepas separuh hidupnya, iya Rosa dan anak-anaknya. Rizki melepas Rosa tanpa Rosa tahu jika dirinya tengah mengalami sakit yang cukup serius.
Ayyas menatap perih dalam hatinya, apa lagi Rizki menolak untuk operasi dan membiarkan keadaannya seperti ini. Rizki tersenyum lega kala putusan perceraian sesuai dengan keinginannya. Rizki juga berterimakasih karena Ayyas selalu memberikan kabar tentang perkembangan anak kembarnya. Dan Rizki juga mengikhlaskan jika Yuda yang akan menjadi pelindung bagi Rosa dan anak kembarnya nanti.
"Makasih Yas. Sampein makasih gue juga buat Yuda dan maaf buat Rosa dan kedua anak gue. Sampein juga kalo gue sayang mereka lebih dari yang mereka tahu" kata Rizki dengan senyum di bibirnya dan air mata yang jatuh di ujung mata.
Sesakit apa pun dirinya tidak sebanding dengan Rosa. Itulah yang di pikirkan Rizki. Sekarang jika sudah waktunya Rizki ikhlas bila Tuhan mempunyai kehendak lain untuk hidupnya. Hingga akhirnya bunyi dan salah satu mesin yang terdeteksi dengan tubuh Rizki berbunyi cukup nyaring beriringan dengan mata Rizki yang mulai terpejam tapi tidak dengan senyum bibirnya.
Dokter- dokter yang menangani Rizki segera berhamburan untuk memeriksa Rizki dan Ayyas membawa ibu Titi keluar dari ruang ICU Rizki.
"Tuhan pasti kasih yang terbaik untuk Rizki tan. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin" ucap Ayyas yang masih merangkul ibu Titi yang hampir meluruh ke lantai.
"Apa Rosa sama sekali gak tahu kalau Rizki sakit Yas?"
"Enggak tan. Rizki melarang saya memberi tahu Rosa dan mengancam jika saya memberitahu Rosa, Rizki tidak mau menjalani perawatan"
__ADS_1
"Ya Allah kenapa dia seperti itu? Bahkan mengugat cerai istrinya. Seharusnya saat seperti ini orang yang dia sayangilah yang menemani dia. Terlebih udah ada si kembar. Rosa maafin Rizki ya Ros. Bukan hanya luka yang di tinggalkan Rizki tapi juga beban dua anak yang baru lahir di tinggalkannya. Tante malu untuk ketemu Rosa dan cucu tante Yas, tante juga malu dengan mamanya Rosa. Ya Allah kenapa semua serumit ini?"
"Ayyas juga gak paham tan dan gak tahu harus gimana. Ayyas juga yakin kalau Rosa gak akan benci Rizki hanya saat ini Rosa perlu waktu untuk berdamai dengan keadaan. Setidaknya Yuda disisinya yang membantu memantau Rosa. Yuda pun tidak tahu dengan sakitnya Rizki, karena memang Rizki benar-benar menutup rapat sakitnya. Tapi Ayyas yakin setelah mereka tahu kebenarannya gak akan ada lagi rasa kecewa. Semua ini hanya salah paham aja" ucap Ayyas dengan mata yang tak lepas dari pintu ruang ICU.
***
"Apa? Mereka bercerai? Kenapa bisa kak? Bukannya Rizki cinta banget sama Rosa? Kenapa bisa kak?" tanya Sani yang baru tahu semua. Indra menggelengkan kepalanya menandakan dirimya juha tidak tahu dengan sepupunya itu. Pasalnya meski Indra sering bolak balik ke rumah sakit untuk melohat Rizki, tidak sedikit pun Indra tahu tentang perceraian yang Rizki layangkan untuk istrinya.
"Kakak juga gak tahu sayang. Tapi kakak yakin ini bukan salah kamu kok. Selama kakak ke rumah sakit pun Rizki gak pernah menyingung tentang kamu. Memang Rizki lebih banyak diam tapi kakak yakin bukan kamu kok penyebab mereka bercerai" jawab Indra santai sambil memikirkan kilasan balik saat dirinya ke rumah sakit menemui Rizki.
"Lalu kenapa kak? Terus sekarang kondisi Rizki gimana? Dan Rosa juga gimana kak? Anak-anak mereka?" tanya Sani lagi ingin tahu karena pertanyaan demi pertanyaan bersarang di pikirannya.
"Terakhir kakak kesana kondisinya menurun. Rizki juga sempat kritis lagi. Mungkin karena perceraian ini yang membuat dirinya semakin drop. Dan Rosa pun kakak gak tahu kabarnya, Ayyas kakak tanya hanya jawab jika mereka baik-baik saja dan gak lebih dari kalimat itu"
"Ya Allah kak. Jika memang bukan salah aku tapi aku tetap merasa bersalah atas semua ini kak. Aku mau jenguk Rizki tapi aku takut terjadi salah paham lagi. Aku mau ketemu Rosa pun aku takut, aku takut malah membuat Rosa semakin terluka karena terakhir kecewa dia karena aku"
__ADS_1
"Sudah kakak bilang kalau semua bukan salah kamu sayang. Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri. Kita berdoa semoga ada jalan terbaik untuk mereka meski harus dengan perceraian"