
Rosa sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan dirinya buat kue. Rosa menggembangkan senyumnya kala sudah berperang dengan peralatan dapur kuenya. Meski hanya seadanya tapi Rosa tetap happy menjalaninya. Setelah semua siap dan terbungkus rapi Rosa segera mengantar kue buatannya ke rumah ibu Ratna.
"Assalamualaikum" salam Rosa saat masuk ke dalam perkarangan rumah ibu Ratna. Ibu Ratna yang melihat kedatangan Rosa menyambut Rosa dan segera membawakan tentengan berisikan kue buatan Rosa ke dalam rumahnya.
"Ros nanti biar ibu yang ambil. Ini kamu kasiab bawa berat-berat kayak gini" kata ibu Ratna kasihan. Rosa mengembangkan senyum dan menggelengkan kepalanya.
"Gak apa-apa bu, Rosa masih kuat kok. Mungkin nanti kalo Rosa gak kuat, Rosa hubungin ibu buat ambil di kontrakan yah" sahut Rosa dengan sangat lembut.
"Bener yah. Ibu gak mau kamu kecapean Ros"
"Insyaaallah enggak bu karena memang Rosa kan suka buat-buat kue apa lagi kalo kue Rosa banyak yang makan. Seneng gitu perasaannya. Oh iya bu boleh gak kalo Rosa ikut ke warung ibu di depan gang itu?" izin Rosa karena memang ingin melihat seperti apa warung dari ibu pemilik kontrakan yang di tinggalinya ini.
"Tapi janji jangan banyak ngapa-ngapain disana ya. Duduk manis aja" pinta ibu Ratna yang sedikit khawatir kali ini. Bukan apa karena mengingat Rosa yang tengah hamil dan sendirian disini jadi ibu Ratna berusaha menjaga Rosa terlebih Rosa mengontrak di kontrakannya.
"Iya bu Rosa janji. Tapi kalo bantu-bantu sedikit boleh kan bu?" tanya Rosa bernegosiasi. Ibu Ratna menghembuskan nafasnya dengan senyum lalu menganggukan kepalanya pelan.
Oke hari ini Rosa menghabiskan waktunya di warung ibu Ratna. Rosa menepati janjinya dengan tidak banyak gerak atau banyak membantu tetapi Rosa hanya memperhatikan pengunjung yang datang makan di warung ibu Ratna ini.
Hingga sampai beberapa hari Rosa menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sama dengan hari ini.
***
__ADS_1
Yuda adalah penerus perusahaan papanya yang saat ini berlokasi di Bandung dan siapa sangka jika warung ibu Ratna terletak persis di depan gedung perusahaan Yuda. Bahkan perusaahaan Yuda sering kali memesan dan memakai jasa pesan makanan kepada warungnya ibu Ratna ini. Iya warung ibu Ratna bisa di bilang warung yang cukup besar.
Yuda yang sedang meeting di perusahaannya seperti kehilangan fokus kepada makanan ringan berupa kue yang memang di sajikan di meja meeting tersebut. Pandangannya mengingatkan Yuda pada sahabat yang sudah beberapa bulan tidak dirinya temui bahkan mengirim pesan pun tidak. Dan tiba-tiba saja Yuda merasa merindukannya sangat lebih dari biasa yang di rasakan.
Selesai meeting, Yuda meminta asistennya untuk membawakan kue yang di sediakan diruang meeting tadi. Yuda ingin memastikan apakah rasanya itu sama atau tidak. Dan Yuda berharap jika kue itu bisa mengobati rasa rindunya.
Aksa tak ambil pusing dan langsung menuruti apa yang di perintahkan oleh Yuda. Aksa memberikan kue tersebut dan langsung di terima oleh Yuda. Yuda yang penasaran langsung segera menyantap dengan lahap bahkan sampai memejamkan matanya. Bahkan jantungnya terasa bergetar setelah mengingat rasa yang sama di dalam kue itu.
Deg
"Rosa" kata Yuda yang membeku.
Aska mengerutkan keningnya bingung dengan atasannya yang tiba-tiba memanggil nama yang belum pernah dirinya dengar. Bukan yang belum pernah di dengar sih lebih tepatnya belum pernah Aksa tahu yang mana Rosa itu.
"Kamu beli kue ini dimana? Apa di Jakarta?" tanya Yuda ingin tahu karena yang dirinya tahu jika toko bakery Rosa tidak ada di daerah Bandung hanya di Jakarta saja. Lalu kenapa kue yang di makan Yuda saat ini sangat persis dengan rasa dan bentukan dari yang biasa Rosa buat? Tanya Yuda dalam hatinya terus.
"Saya pesan pak. Pesan di warung bu Ratna yang letaknya di depan gedung kantor bapak" jawab Aska dengan sopan dan pelan meski bingung.
"Aaahhh iya" sahut Yuda dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
'Kenapa rasanya bisa mirip bahkan sama dengan buatan Rosa? Tapi ini belinya bukan di toko bakery Rosa. Lalu siapa yang membuat ini dengan rasa dan bentuk yang sama persis? Ros, gue kangen banget sama lo. Tapi gue gak berani hubungin lo Ros' kata Yuda dalam hatinya.
__ADS_1
"Pak maaf apa ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Aska.
"Enggak ada Ka. Kamu boleh kembali ke ruangan kamu. Tapi sebelumnya saya minta lagi kuenya ada gak? Kalau gak ada tolong pesankan untuk saya besok 500 pcs dan kirim ke ruangan saya ya" pinta Yuda dengan nada seriusnya dan Aska semakin bingung karena tak biasanya Yuda mau makan kue-kue manis seperti ini.
"Aska" panggil Yuda melamunkan kebingungan Aska.
"I-iya pak. Saya akan pesankan sekarang ke warung bu Ratna agar besok kuenya sudah ada di ruangan bapak" jawab Aska lalu berlalu perlahan meninggalkan Yuda.
Aska segera ke warung bu Ratna dan memesankan apa yang diinginkan oleh atasannya. Bu Ratna melirik Rosa karena kue tersebut Rosa sendiri yang membuatnya sendiri. Rosa menganggukan kepalanya dan menerima pesanan yang di minta Aska.
Rosa menerima karena menurutnya lumayan buat biaya tambahan hidupnya sehari-hari di tambah dengan biaya untuk melahirkan nanti. Bu Ratna pun menghampiri Rosa setelah Aska pergi meninggalkan keduanya.
"Ibu bantu ya Ros. Sekarang kita siap-siap beli bahan-bahan buat kuenya. Nanti buat kue di rumah ibu aja biar kamu gak kecapean. Gimana?" kata ibu Ratna menawarkan diri. Rosa tersenyum dan mengangguk kepada bu Ratna. Dan setelahnya mereka berdua pergi untuk membeli bahan-bahan yang di perlukan.
Keesokan harinya
Rosa telah menyelesaikan kue yang di pesan. Rosa mengulaskan senyumnya merasa bersyukur dengan rezeki yang di terimanya terus menerus. Bahkan Rosa berencana akan ke rumah sakit untuk mengecheck kehamilannya bulan ini, biasanya Rosa hanya ke bidan atau klinik terdekat dari kontrakannya.
"Rosa nanti antar kuenya sama ibu" kata bu Ratna dan dianggukan oleh Rosa. Rosa menurut saja karena memang dirinya tak kiat jika harus membawa kue tersebut secara bersamaan dan juga akan terasa sangat melelahkan jika harus berkali-kali bolak balik.
Bu Ratna dan Rosa berjalan menuju gedung perusahaan yang memesan kue buatan Rosa. Rosa tersenyum kepada pegawai yang juga melemparkan senyum kepadanya. Iya begitulah Rosa yang ramah kepada siapapun. Setelah selesai menyimpan semua kue di dalam ruangan, bu Ratna dan Rosa segera meninggalkan ruangan tersebut. Tapi tanpa di sengaja Rosa menabrak seorang karyawan yang sedang membawa kopi dan tumpah menumpahi pakaian yang di kenakannya.
__ADS_1
"Lo kalo jalan hati-hati donk!!..."