
"Cari anak mama Ki. Mama khawatir dengan Rosa. Mama juga khawatir dengan cucu mama di dalam kandungan Rosa. Mama gak tau Rosa dimana. Tolong cari anak mama Ki" pinta mama Wina membuat Rizki menghimpitkan kedua alisnya.
"Mengandung cucu mama? Ro-rosa hamil mah?" tanya Rizki dan di anggukan mama Wina.
Rizki semakin melemas. Rizki bahagia dengan kabar baik ini tapi Rizki merasa kecewa dengan dirinya juga. Bisa-bisa saat Rosa hamil seperti ini dirinya tidak menyadari. Bahkan sampai melukai hati Rosa dengan ucapannya saat membela Sani. Rizki yakin jika ada satu hal yang Sani ucapkan dan sepertinya ucapan itu di lebihkan Sani karena Sani salah tangkap dalam maksud Rizki.
"Kamu dimana sayang?" tanya Rizki sendu di lantai.
***
"Perasaan udah bikinnya seperempat dari takaran normal tapi kenapa hasil kuenya jadi banyak gini? Apa karena gue yang bikin, gue yang makan jadi gue ngerasa kenyang duluan? Padahal tadi gue pengen banget ini kue" gumam Rosa sambil menatap kue hasil buatannya.
Rosa pun segera membungkus hasil kuenya dan beranjak ke rumah ibu kontrakan yang lokasinya tidak jauh di rumah kontrakannya. Rosa tersenyum ramah lalu mengutarakan maksudnya untuk berbagi hasil kuenya karena membuatnya kebanyakan. Ibu Ratna selaku pemilik rumah kontrakan Rosa pun menerima dengan ramah. Bahkan ibu Ratna memuji kelezatan kue buatan Rosa ini.
"Ini enak banget Ros. Kamu bisa buat kue?" tanya ibu Ratna setelah mengunyah dan menelan kue buatan Rosa.
__ADS_1
Rosa tersenyum manis dan menganggukan kepalanya.
"Bisa bu tapi enggak bisa banget he he"
"Tapi ini enak banget. Ibu belum pernah ngerasain kue seenak ini. Kalo kamu gak keberatan boleh nanti kamu titip kue buatan kamu di warung ibu yang pinggir jalan dekat kantor depan gang itu. Siapa tau bisa jadi tambahan pemasukan buat kamu" kata ibu Ratna memberikan saran. Entah kenapa bu Ratna seperti tahu jika Rosa saat ini memang membutuhkan pemasukan tambahan. Karena gak selama Rosa akan memakai uang dari Ayyas. Sebab tabungan dirinya sama sekali tak Rosa bawa.
"Apa gak apa-apa bu kalo Rosa menitipkan kue buatan Rosa?" tanya Rosa memastikan.
"Ya gak apa-apa Ros. Orang enak kayak gini pasti laku banget. Ini ibu aja udah abis tiga. Maaf ya Ros. Ibu soalnya emang pecinta kue dan makanan manis he he he" jawab bu Ratna santai dengan kekehan kecil dan menutup mulutnya.
"Eh tapi Ros kami bisa buat kue apa aja? Boleh yah nanti ibu ikutan buat kuenya bareng kamu. Kali aja ibu bisa asal keahlian ibu dalam membuat kue"
"Kamu buat kue di kontrakan emangnya ada alatnya Ros? Kalo alatnya kurang lengkap buatnya di rumah ibu aja. Biar sekalian bisa ibu bantuin kan" kata ibu Ratna menawarkan diri. Sebab bu Ratna tahu jika Rosa kemarin saat datang ke kontrakannya hanya membawa diri dan tas ransel yang tak terlalu besar.
Rosa tersenyum malu kepada ibu Ratna yang di nilainya baik ini.
__ADS_1
"Rosa beli beberapa alat dan di kontrakan sudah ada beberapa alat yang bisa di gunakan juga bu"
"Oohh gitu. Yaudah gak apa-apa tapi kamu jangan sungkan ya Ros kalo butuh apa-apa. Apa lagi kalo mau buat kue" Rosa menganggukan kepala dan tersenyum melihat bu Ratna sangat menikmati kue buatannya.
"Oh iya Ros. Maaf ibu mau tanya sesuatu agak pribadi. Tapi kayaknya ibu harus tau karena kan sekarang kamu tinggal di salah satu rumah kontrakan ibu" kata ibu Ratna lembut karena takut menyinggung Rosa. Rosa mengerti dengan memberikan senyum di pipi chubbynya
"Kamu kan lagi hamil. Apa kamu ini hamil di luar nikah? Soalnya dari kamu dateng kesini kamu sendiri. Apa Kamu ada masalah atau bagaimana? Maaf kalo ibu menanyakan hal pribadi" tanya ibu Ratna dengan pelan.
"Gak apa-apa bu. Memang seharusnya ibu tau ini. Rosa enggak hamil di luar nikah bu. Rosa punya suami hanya saja memang sedang ada masalah. Bukan maksud Rosa tak mau menyelesaikan masalah rumah tangga Rosa, entah kenapa Rosa itu kayak pingin punya waktu sendiri dulu gitu"
"Boleh ibu tahu masalahnya Ros? Soalnya ibu gak tega kamu dengan kondisi hamil tinggal sendirian. Apa lagi kalo kamu ngidam atau kamu perlu apa-apa pasti repot kan. Ibu sebenarnya mau menawarkan kamu untuk tinggal disini dirumah ibu, kebetulan ibu juga tinggal sendiri karena anak ibu masih kerja dinas di luar kota"
"Terima kasih bu atas tawarannya tapi mohon maaf Rosa gak mau merepotkan bu. Rosa insyaallah akan baik-baik aja. Dan kalau memang Rosa ingin meminta bantuan, Rosa akan meminta bantuan sama ibu" ungkap Rosa dengan senyum menggembang.
"Masalah Rosa seperti hanya salah paham bu. Tapi Rosa juga gak mengerti apa itu salah paham atau bukan. Saat itu Rosa gak sengaja mendengar perkataan suami yang sedang membela mantan pacarnya di laki-laki yang membuat mantan pacarnya hamil. Entahlah rasanya perkataan itu seperti tak bisa Rosa percaya. Setelah itu mantan pacar suami Rosa menemui Rosa dan meminta kami menjalani hubungan bertiga. Hmm lucu bukan bu? Dan mantan pacar suami Rosa mengatakan jika mereka masih saling mencintai dan jangan biarkan Rosa menjadi penghalang di antara mereka. Karena sebelum kami menjadi suami istri dulunya kami bersahabat baik bahkan suami Rosa ini juga orang yang baik, pengertian dan juga perhatiaan kepada Rosa. Jadi saat mendengar semua perkataan itu, hati Rosa seperti gimana gitu bu. Jadi Rosa memutuskan untuk sendiri dulu sambil memikirkan bagaimana kedepannya terlebih Rosa ingin tahu juga cara suami Rosa mencari Rosa kayak apa. Dan dari situ Rosa akan menilai apakah masa lalunya masih ada dalam pikirannya atau tidak"
__ADS_1
"Astagfirullahaladzim. Tapi apa suami kamu tahu jika kamu sedang hamil?" tanya ibu Ratna dan di gelengkan kepala oleh Rosa.
"Kayaknya enggak bu. Mungkin juga tahu jika mama Rosa atau sahabat Rosa memberitahunya. Rosa bersikap kayak gini juga karena mau menjaga kehamilan Rosa agar gak banyak pikiran bu. Alhamdulillah selama disini Rosa tidak terlalu memikirkan masalah yang sedang terjadi. Meski gak bohong kalo Rosa merindukan suami Rosa taoi Rosa juga kecewa dengan suami Rosa he he he. Perasaan Rosa saat itu gak bisa Rosa ungkapkan bu. Semua menjadi satu sehingga rasanya nano-nano" ucap Rosa menjelaskan dan merasakan kelegaan sedikit di dalam hatinya.