Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
46. Bahagia itu Nular


__ADS_3

"Itu bukan pujian tapi kenyataan sayang. Aku aja kesel banget saat dulu gimana Hari ninggalin kamu begitu aja hanya demi perempuan lain yang jelas gak ada apa-apanya jika di banding kamu" ungkap Rizki merasa bersyukur bisa menikahi sahabatnya ini.


"Aku tau rapuhnya kamu, sedihnya kamu, sakitnya kamu saat di campakin kamu kayak gitu. Dia gak sadar udah buat kamu sedemikian eh sekarang malah minta kamu kasih kesempatan lagi? Apa kamu mau kembali sama dia?" tanya Rizki setelah membaca semua pesan masuk yang dikirimkan Hari untuk istrinya.


"Sekalinya kamu mau kembali dengan dia, gak akan aku biarin itu terjadi. Aku gak akan melepas kamu yang udah aku miliki seutuhnya. Tinggal tunggu di sini apakah akan berkembang Rizki junior atau Rosa junior atau kedua-duanya" ucap Rizki dengan kekehan kecil dan mengelus perut rata Rosa.


Rosa menoleh suami yang menyandarikan dagu di bahunya hingga jarak di antara keduanya sangat dekat sekali. Rizki tersenyum dan menggesekan hidungnya dengan hidung Rosa.


"Yaudah ayoo keluar dulu. Bude, pakde, dan mbah pasti udah nungguin kita"


***


"Nah akhirnya kelar juga. Berarti ini semua udah final ya Yas, Deb" kata Yuda sambil memperhatikan kedua orang di hadapannya yang menggunakan sepasang baju pengantin untuk acara pernikahan beberapa hari mendatang. Ayyas mengangkat kedua jempol tangannya dengan seulas senyum di sudut bibirnya.


"Sumpah puas banget gue Yud. Thanks yah" ucap Deby yang merasa puas dengan hasil karya Yuda untuk hari bahagianya.


"Sama-sama Deb. Kepuasan klien emang tujuan gue he he he"


"Yud" panggil Ayyas sambil melepas jas yang di kenakannya.


"Aku ganti pakaian dulu ya sayang" kata Deby kepada Ayyas agar Ayyas bisa ada space berdua dengan Yuda. Seperti feeling saja Deby langsung meninggalkan kedua sahabat baik itu.


"Iya sayang"

__ADS_1


"Kenapa Yas?" tanya Yuda setelah kepergian Deby.


"Lo jadi ngurus kerjaan lo di Bandung?" tanya Ayyas langsung karena itu sempat mengganggu pikirannya.


"Insyaallah jadi Yas. Kenapa?"


"Ehhmm kerjaan apa sih Yud? Jujur deh lo lagi gak berusaha menghindar kan?" tuduh Ayyas merasa curiga. Yuda memincingkan matanya menatap Ayyas dan menggelengkan kepalanya.


"Menghindar siapa? Lo jangan suka berpikir negatif deh" suhut Yuda dengan tatapan horornya.


"Gue gak bisa jauh dari lo Yud" ucap Ayyas tiba-tiba manja.


"Iiiihhhkk jijik gue dengernya. Lagian gak ada gue juga lo gak akan kesepian Yas. Udah ada Deby yang dalam hitungan hari bakalan jadi istri lo kan"


"Beda Yud. Masalahnya enggak ada lagi yang bisa gue cengin selain lo. Kan cuma lo yang jomblo Ehh..." ucap Ayyas pura-pura kelepasan padahal memang sengaja.


"Ha ha ha tapi gue serius Yud. Gak ada lo gak rame"


"Gak usah beralasan deh Yas. Kedok lo udah kebaca. Bilang aja lo sengaja nahan gue biar stay terus pas kita ketemu lo mau pamer kemestraan lo gitu? Belom lagi lo pasti akan ber-ide mengajak si double R buat ikut ngecengin gue juga kan? Sumpah pikiran picik lo udah ketebak" tuduh Yuda seolah sudah membaca pikiran Ayyas. Tapi memang benar yang di katakan Yuda. Memang temen gak ada akhlak si Ayyas. Wkwk


"Yaelah baper. Padahal kan niat gue baik Yud. Supaya lo gerak cepet buat nyari pasangan. Lagian apa sih yang lo cari? Nih yah Yud, lo itu ganteng, baik, ramah, karir lo bagus apa lagi sih yang kurang? Udah pasti hal gampang buat lo pilih perempuan buat jadi pasangan lo Yud. Udahlah gak usah pilih-pilih"


"Lo kira nyari pasangan yang srek gampang? Lo juga tau gue gak pernah deket sama siapa-siapa. Perempuan yang deket sama gue cuma Rosa" kata Yuda entah sadar atau tidak dengan perkataannya.

__ADS_1


Ayyas tak terkejut dengan apa yang baru di dengarnya karena memang Ayyas juga merupakan salah satu saksi dari separuh hidup Yuda yang di jalani bersama dirinya, Rosa dan Rizki.


"Gue mau lo bahagia Yud"


Yuda seketika memutar otak.


"Bahagia? Ha ha ha" kata Yuda tertawa kecil.


"Gue bahagia Yas. Bahagia karena lo, Rosa dan Rizki bahagia. Udahlah lo gak usah mikirin gue. Pikirin diri lo aja. Masa depan lo sebentar lagi lho. Hari bahagia lo juga akan datang. Gak usah mikirin gue pokoknya. Gue baik-baik aja. Okeeeyyy. Lo kayak gak tau gue aja" ucap Yuda yang berusaha baik-baik saja. Waaw pintar sekali Yud kamu nyimpen perasaan dengan rapih seperti ini.


"Iya-iya tau deh yang pinter banget nyimpen perasaanya. Rapih banget lagi nyimpennya sampe gak ada yang tau. Ya keterkecuali gue" ujar Ayyas memancing.


"Ahh dasar kepo lo. Jiwa kepo dan sok tau lo terlalu mengebu Yas. Tapi setidaknya lo enggak ember. Thanks ya"


"Gue emang gak ember cuma kadang gue suka jujur aja" ucap Ayya enteng.


"Suka jujur? Hmmm. Apa yang lo bilang ke Rosa sama Rizki? Yah kalo gitu gue tarik ucapan gue. Ternyata lo ember Yas"


"Ha ha ha gue cuma ingetin aja Yud. Kan lo juga sama kayak gue. Setidaknya kita tau Rizki. Kita kenal baik dia dan kita juga udah tau karakter dia gimana. Ya harapan gue Rosa selalu bahagia sama Rizki. Karena gue gak bisa bayangin kalo Rizki sampe nyakitin Rosa. Lo pasti tau lah apa yang gue pikirin" ungkap Ayyas jujur mengutarakan apa yang di takutinya. Iya Ayyas takut jika persahabatnya tak lagi sama saat salah satu merasa tersakiti dan jelas saat ini Ayyas tahu jika Yuda sedang merasa kecewa namun berpura-pura baik-baik saja. Meski begitu Ayyas menyadari juga jika Yuda sedang mencoba menjauhkan diri agar bisa mengendalikan perasaan dan mematikan perasaannya kepada sahabatnya sendiri.


"Entah gue harus takut atau enggak Yas. Yang pasti saat itu terjadi gue hanya berharap Rosa tetap jadi perempuan kuat. Setidaknya sekarang dia udah bisa menentukan sendiri pilihannya dan gue rasa pilihan dia pasti terbaik lah. Doain yang terbaik buat sahabat kita, dan gue juga berdoa buat lo dan Deby begitu. Selalu bahagia"


"Tapi gue gak mau bahagia kalo sahabat gue sendiri gak bahagia Yud"

__ADS_1


"Maksud lo gue? Ha ha ha ha Ayyas-Ayyas lo katanya kenal gue dari separuh hidup lo masa iya lo gak kenal gue juga sih? Serius gue tekanin yah. Gue bahagia ngeliat sahabat gue udah nemuin kebahagiaanya. Itu cukup buat gue. Cukup buat gue bahagia karena kalian. Kan bahagia itu nular. So kalo lo mau gue bahagia. Lo juga harus bahagia" kata Yuda tulus dengan senyum khasnya yang sudah lama tak terlihat


***


__ADS_2