
"Kamu cantik. Cantik banget. Aku kira ini bidadari turun dari kayangan mana. Gak tau nya ini calon istri aku" kata Rizki memuji kecantikan Rosa dengan gaun yang di kenakannya. Rosa tersenyum lebar lalu menundukan kepalanya karena malu.
"Makasih"
"Rosa mode malu-malu kayak gini ternyata. Bikin gemes deh" kata Rizki lagi lalu menarik dagu Rosa hingga kepala Rosa terangkat menghadapnya. Benar, pipi Rosa masih memerah.
"Isshks jangan nyebelin" kata Rosa sambil menberikan cubitan di pinggang Rizki.
"Aaawww sakit sayang" sahut Rizki sambil memegangi pinggangnya yang di cubit Rosa.
"Biarin. Abisnya lo nyebelin" gerutu Rosa dengan memanyunkan bibirnya.
"Nyebelin juga tapi sayang sama kamu Sa" ucap Rizki yang tak sengaja di dengar oleh Yuda.
"Iya. Makasih yah. Yaudah aku ganti baju dulu ya. Berat banget ini" kata Rosa pamit lalu berlalu di bantu oleh Sisi.
****
Sepulang semua sahabatnya, Yuda menginginkan waktu untuk sendiri dulu. Yuda masih ingin menetralkan rasa sakit yang barusan dirinya terima. Mencoba berdamai dengan keadaan yang membuatnya terluka.
"Yud, lo harus inget. Bahagia Rosa adalah bahagia lo. Rosa bahagia sama Rizki bukan sama lo. Please terima kenyataanya" kata Yuda menyemangati dirinya sendiri. Tapi apa, Yuda pun hanya manusia biasa yang bisa merasakan sakit dan juga kecewa.
Akhirnya hari yang di tunggu Rosa dan Rizki tiba. Iya hari ini adalah hari pernikahan keduanya. Rosa yang sudah sangat cantik di make up oleh MUA ternama masih menunggu di dalam ruangan yang telah di sediakan sambil menunggu Rizki selesai mengucapkan ijab qabul.
Berdebar hati keduanya karena merasa gugup. Begitu pun dengan Rizki yang akan mengucapkan ijab qabulnya.
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinnya Rosa Malinka binti Malik Muhammad dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Rizki dengan satu tarikan nafas dan lantang.
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu menengok ke kiri dan ke kanan.
"Saaahh" teriak para saksi yang menyaksikan tapi tidak dengan Yuda yang seketika membisu menyaksikan acara bahagia kedua sahabatnya.
"Alhamdulillah" ucap Rizki merasa lega lalu setelahnya di bacakan doa.
Semua mata terpana ketika Rosa di apit oleh Mona dan Siska. Di tuntunnya Rosa hingga kini berada di sebelah suaminya, Rizki.
Rizki sendiri tak sampai berkedip saking terpesona dengan aura yang terpancar dari wajah sang istri. Rosa tersenyum manis kepada Rizki lalu meraih tangan Rizki untuk di ciumnya pertama kali sebagai suami istri. Rizki pun membalas senyum Rosa lalu mencium kening Rosa dengan penuh haru. Masih tidak menyangka jika kini sahabat perempuannya sudah menjadi istrinya.
"Cantik" itulah kata Rizki setelah melepas ciuman keningnya dan menatap Rosa penuh cinta. Rosa hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan. Rizki menyematkan cincin kawinnya di jari manis Rosa begitu pun sebaliknya.
"Aaaaaggh cantiknya. Selamat ya Rosa Rizki. Gak nyangka jodoh kalian deket banget selama ini. Semoga jadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah dan juga semoga segera di berikan momongan yah" kata Siska sang bridemaid sambil mencium pipi kiri dan pipi kanan Rosa dengan pipinya.
"Aamiin terima kasih ya Sis. Semoga kamu juga cepet nyusul ya" sahut Rosa dengan senyum yang tak pudar. Bahagia? Iya Rosa sangat bahagia di nikahi oleh sahabatnya sendiri. Meskipun awalnya sangat ragu tetapi sikap Rizki selama ini menunjukan keseriusan dan ketulusan yang mampu melunturkan keraguan Rosa.
"Aamiin semoga jodoh gue sedeket jodoh kalian. Sekali lagi selamat yaa. Selamat juga ya Ki. Gak sia-sia jagain jodoh sendiri selama bertahun-tahun he he he" kata Siska menggoda Rizki. Dan lagi Rizki hanya tersenyum menganggukam kepalanya.
"Rosaaa... Cantik banget sumpah. Pangling banget sih sebenernya. Aku kira tadi aku salah masuk ke acara nikahan. Kamu beda banget. Selamat ya sayang. Selamat juga ya Ki. Bahagia-bahagia selalu" kata Mona lalu memeluk Rosa dengan erat. Begitu juga dengan Ayyas yang spontan memeluk Rosa lalu Rizki secara bergantian.
Mona sendiri tak mempermasalahkan hal tersebut karena memang sudah sangat mengetahui dan mengenal Ayyas atau Rosa itu sendiri. Ayyas yang menganggap Rosa sebagai adiknya sendiri. Tapi semua tidak berlebihan karena Ayyas tetap menjadikannya prioritas utama baru setelahnya Rosa.
"Bahagiain Rosa Ki. Inget pesan gue sebelumnya. Awas aja kalo lo sampe bikin Rosa gue nangis atau sedih. Lo bakal berurusan sama gue" kata Ayyas dengan santai sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Gue pasti bahagiain Rosa. Lo jangan khawatir" balas Rizki dengan mengikis jarak kepada Rosa lalu meraih pinggang ramping Rosa hingga berada dalam pelukannya dari samping.
"Gue percaya. Sekali lagi selamat yaa. Bahagia selalu dan saling menjaga ya. Kalian memang kenal belasan tahun tapi pasti ada sifat yang belum di ketahui masing-masing. Saling menerima kekurangan dan saling melengkapi kekurangan juga. Karena Tuhan gak akan menyatukan kalian jika kalian todak saling melengkapi" ucap Ayyas dengan serius.
"Yas, Yuda mana?" tanya Rosa yang memang belum melihat Yuda di sekitarnya sedari tadi.
"Ke toilet. Tunggu aja dulu nanti juga dia kesini" jawab Ayyas dengan senyum meski dirinya tahu jika Yuda sedang mengumpulkan mentalnya supaya tidak terlihat patah hati bahkan menangis saat bertemu dengan pengantin baru yang tengah berbahagia ini.
"Oh iya. Mudah-mudahan gak lama. Gue pengen banget ketemu Yuda" kata Rosa jujur karena merasa Yuda berubah setelah Yuda tahu jika calom suaminya saat itu Rizki.
Rizki pun langsung menoleh dan menatap Rosa yang mencari keberadaan Yuda.
"Iya enggak akan lama. Lo tunggu aja yah. Lagi pula tamu lo banyak juga Ros" sahut Ayyas mengalihkan perhatian Rosa lalu mengedarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan yang hampir terisi dengan tamu undangan pernikahan Rosa dan Rizki.
Rosa pun tersenyum dan merasa tak menyangka akan banyak tamu yang menghadiri pernikahannya.
"Alhamdulillah banyak yang kasih restu buat kalian berdua" ucap Siska yang masih disana bersama mereka.
Rosa dan Rizki saling memandang dengan senyum yang berbalas. Yang pasti perasaan mereka saat ini tidak bisa di tuliskan atau di gambarkan.
"Rosa" panggil Yuda dengan suara lembut. Lembut sangat lembut. Terdengar seperti bukan Yuda yang memanggilnya. Rosa tersenyum semeringah melihat Yuda yang dirinya ingin lihat sejak terakhir fitting baju pengantin dua hari lalu.
"Yuda" kata Rosa sambil melambaikan tangannya dan Yuda berjalan menghampirinya. Yuda berhenti tepat di hadapan Rosa dan Rosa tanpa aba-aba lagi langsung memeluk Yuda tanpa memikirkan beban di kepalanya yang menggunakan singer sunda. Yuda tersenyum dan membalas pelukan yang dieratkan oleh Rosa.
Bahagia? Iya bahagia. Meski sakit tapi Yuda tetap bahagia di hari pernikahan sahabat sekaligus perempuan yang singgah di hatinya.
__ADS_1