Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
122.


__ADS_3

Bertemu dengan Rosa? Buat apa? Oh my god.


"Ada tapi gue tanya dulu dia mau ketemu sama lo apa enggak" jawab Ayyas lalu menutup pintu tanpa menunggu balasan jawaban Sani.


Ayyas menghentakan kakinya dengan wajah di tekuk lalu menghampiri Rosa yang sedang memainkan ponselnya. Yuda yang melihat pergerakan aneh sahabatnya lalu menatap Ayyas dengan penuh tanya.


"Siapa yang dateng? Muka lo sampe kayak keset kamar mandi" tanya Yuda yang masih dalam posisi duduk dengan ipad di tangannya. Rosa menoleh dan mendapati wajah sahabatnya yang tidak enak di pandang.


"Ho'oh. Kenapa muka kayak gitu?" tanya Rosa dengan tatapan sama seperti Yuda.


"Tamu tak di undang" jawab Ayyas sembarang karena malas menyebut nama kedua orang yang di anggapnya tidak bertanggung jawab itu.


"Tamu tak di undang? Dari kemaren-kemaren orang yang dateng kesini itu hampir semua tamu tak di undang Yas. Mereka dateng jenguk Rosa sambil bawa hadiah buat twins. Meski gak ketemu twins tapi mereka ketemu Rosa tanpa buat janji" jawab Yuda dan di anggukan Rosa dengan benar.


Rosa merasa sangat disayang karena banyak dari teman dan keluarga Ayyas maupun Yuda yang datang menjenguk dan memberinya semangat. Banyak pula yang memberikan hadiah untuk anak kembar Rosa juga memberikan doa untuk Rizki dan keluarga kecil Rosa.


"Masalahnya sekarang yang dateng bukan orang yang di harapkan. Orang yang tidak bertanggung jawab juga orang yang udah jadi penyebab kecelakaan Rizki" kata Ayyas akhirnya dan membuat Rosa mengkerutkan keningnya. Dan Yuda mengerti maksud Ayyas.


"Sani?" tanya Rosa dan Ayyas menganggukan kepalanya.


"Sama suaminya"


"Kalo lo gak mau temui mereka gak usah ditemui ya Ros" usul Yuda dengan menoleh dan menatap Rosa sambil memperhatikan respon Rosa.

__ADS_1


Karena memang benar apa yang dipikirkan Ayyas, kenapa baru sekarang berani menemui Rosa? Apa setelah masalah dengan Adel terselesaikan baru mereka punya keberanian? Tapi Yuda lain berpikir dengan Ayyas. Biar bagaimana pun baik Indra dan Sani merasa bersalah akan yang telah terjadi.


Sani merasa bersalah karena Rizki yang menyelamatkan dirinya dan anaknya. Indra merasa bersalah karena penyebab kecelakaan karena kecemburuan sang mantan pacar.


"Mereka mau minta maaf?" tanya Rosa seolah sudah bisa menebak apa maksud kedatangan Indra dan Sani.


"Kayaknya gitu. Lalu apa lagi? Gak mungkin mereka cuma-cuma kesini? Oke misalnya mau jengukin lo tapi ya lain sisi mau minta maaflah" sahut Ayyas yang gemas dengan dua orang tersebut.


"Semua balik lagi ke lo Ros. Lo berhak kok menolak bertemu dengan mereka jika lo enggak mau. Jangan memaksakan yang nantinya membuat lo kecewa lagi. Gue gak mau lo jadi sedih lagi karena luka hati lo kebuka kembali" ucap Yuda dengan suara lembutnya.


"Hmm itu yang gue pikirin Yud. Gue lagi gak mau mengingat kejadian itu. Terlebih, baik anak-anak gue dan suami gue belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Gak apa-apa kan kalo gue belum mau menemui mereka. Bukan gak mau tapi belum mau"


"Iya gue sependapat dengan itu. Kalo gitu biar gue aja yang nemuin mereka ya. Jangan si cina ini, yang ada bisa berantem" kata Yuda lalu beranjak tanpa menunggu Ayyas memberikan tanggapan dan sudah jelas Ayyas mengeruti kepada Yuda yang semakin menjauh langkahnya.


***


"Kamu gak apa-apa?" tanya Indra khawatir. Sani menoleh dan melempar senyum kepada suaminya.


"Aku gak apa-apa kak" jawab Sani meyakinkan Indra. Tak lama dari itu pintu kamar tersebut terbuka dan menampakan Yuda keluar dari sana.


"Rosa gak mau ketemu aku ya Yud?" tanya Sani dengan tatapan kecewa. Yuda menatap Sani dan Indra bergantian setelahnya menganggukan kepalanya pelan.


"Gue yakin Rosa maafin kalian. Hanya untuk saat ini timingnya belum pas. Terlebih kalian tahu kondisi anak kembar dan suami Rosa seperti apa. Dan pula kenapa kalian baru berani meminta maaf sekarang kenapa gak dari awal kejadian?" kata Yuda datar.

__ADS_1


Sani menundukan kepalanya dan memikirkan apa yang di bilang Yuda memang benar adanya. Rasanya Sani terlalu pengecut untuk menampakan diri dari awal. Padahal rasa bersalahnya terus menghantui dirinya.


"Ma-maaf Yud. Aku emang gak punya keberanian dari awal. Aku takut dan aku gak tahu harus mengakui kesalahan aku dari mana. Aku terlalu banyak salah dengan Rosa"


"Ini bukan salah kamu sepenuhnya sayang" seru Indra mengikis jarak dengan sang istri lalu memberikan pelukan.


"Tapi aku emang banyak salah sama Rosa kak. Dari dulu bahkan sampai kejadian ini. Aku bisa maklum seandainya Rosa gak mau maafin aku. Cuma aku mau minta maaf aja biar perasaan lega, hisk" ucap Sani lirih menyesal dan mulai terisak.


"Berikan Rosa waktu dulu" kata Yuda dan di anggukan Indra yang masih mencoba menenangkan Sani.


Setelah Sani dan Indra berlalu, Yuda kembali masuk kedalam kembali. Masih terlihat jelas wajah Ayyas yang tidak bersahabat dan juga wajah Rosa yang terlihat cuek. Yuda melempar senyum kepada Rosa dan menghampiri Rosa yang masih sibuk memainkan ponselnya. Rosa berhenti sejenak lalu menatap Yuda dengan menaikan satu alisnya.


"Apa?" tanya Rosa yang tidak mengartikam tatapan Yuda. Yuda hanya menggeleng namun senyumnya tidak lepas kepada Rosa.


"Diiih seorang Yuda Maulana bisa senyum kayak gitu? Terkejut gue" celetuk Ayyas menatap ngeri.


"Kenapa?" tanya Rosa lagi dengan suara lembut.


"Gak apa-apa. Cuma mau kasih tau aja kalo gue gak akan jauh lagi dari kalian" kata Yuda jelas membuat Ayyas mendekat sehingga mereka bertiga seperti sebuah kelompok yang sedang mengerjakan tugas.


"Lo mau balik lagi ke butik?" kini Ayyas yang bertanya ingin tahu maksud ucapan Yuda. Yuda menggelengkan kepala dengan menatap kedua sahabatnya secara bergantian.


"Papih bakalan balik ke kantor pusat di Bandung. Katanya disini terlalu panas untuknya, beliau kan memang dari dulu terbiasa di Bandung. Jadi gue yang akan pegang kantor papih di Jakarta" jelas Yuda lalu membuat Ayyas dan Rosa melebarkan kedua matanya. Aaaaaaaa akhirnya.... Lho? Akhirnya apa?

__ADS_1


'Semua ini gue lakuin demi lo Ros. Gue gak mau kecolongan lagi dan yang sudah pasti gue gak bisa jauh dari lo. Dan gue gak mau melihat kecewa lagi di hidup lo' seru Yuda membatin dengan menatap Rosa yang masih terkejut.


"Serius Yud?" tanya Rosa seolah tidak percaya. Yuda menganggukan kepala lalu mereka bertiga berpelukan bak teletubbies.


__ADS_2