
"Assalamualaikum" salam Rosa dan Rizki secara bersamaan.
Ibu Titi, Rania, Riana dan Riyan yang ada dalam ruang keluarga langsung menghampiri pengantin baru yang datang.
"Waalaikumsalam" balas salam semuanya dengan bersamaan juga.
"Wah pengantin baru ngapain pagi-pagi kesini? Enggak lama-lama dulu di hotel gitu? Kali aja pulang dari hotel bawain ibu cucu" kata ibu Titi sambil menghampiri anak dan menantunya lalu Rosa dan Rizki bergantian mencium punggung tangan ibu Titi.
"Tau nih mas. Ngapain si pulang pagi-pagi gini. Aku sih kalo jadi pengantin baru maunya di dalem kamar hotel aja. Ngabisin waktu berdua sama pasangan" celetuk Rania yang sepertinya sudah ngebet ingin menikah.
"Ishhk gak apa-apa sih mbak. Kan bisa ngabisin waktunya di kamar mas Rizki aja. Gak harus di kamar hotel juga kan?" kata Riana mencoba membela kakaknya.
Rosa tersenyum malu dengan godaan dari sang adik ipar dan mertuanya. Rizki yang menyadari hanya menggeratkan genggaman tangannya. Menatap secara bergantian kepada keluarganya agar berhenti menggoda sebab Rosa sudah sangat terlihat memerah karena malu.
"Ahh iya iya iya" kata ibu Titi dengan nyengir dan memperlihatkan giginya yang masih terlihat kokoh dan putih bersih. Ibu Titi langsung mengikis jarak dengan menantunya lalu memeluk Rosa dengan hangat.
"Selamat datang di rumah ya sayang. Sekarang Rosa udah jadi anak ibu beneran. Ibu memang sudah menganggap Rosa anak sedari kalian SMA dulu. Selain kamu perempuan pertama yang di ajak ke rumah dan di kenalkan dengan keluarga. Kamu juga perempuan terakhir yang mengisi hati anak ibu yang banyak kekurangannya ini. Terima kasih ya sayang terima kasih sudah mau dan bersedia menjadi istri serta pendamping hidup Rizki. Semoga Allah swt selalu melindungi kalian, menjadikan kalian keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah serta di karuniakan amanah yang solah dan solehah. Aamiin" kata Ibu Titi dengan mengelus punggung Rosa dan tersenyum lalu mengurai pelukannya. Rosa membalas senyum dan mengaggukan kepalanya dengan mata yang memerah.
Merasa terharu dengan sikap mertua yang sangat tulus kepada dirinya. Rizki, sepertinya sikap kamu jatuh dari ibumu Ki. Hangat dan manis.
__ADS_1
"Sama-sama bu, Rosa juga berterima kasih karena ibu dan yang lain mau menerima Rosa dan bersikap tulus dengan Rosa. Dari dulu hingga sekarang gak pernah berubah"
"Udah jangan sedih yah. Harus bahagia terus. Kalo sedih cantiknya hilang nanti ibu bisa di protes sama suami kamu" kata ibu Titi sambil melirik sinis ke anak laki-lakinya. Rizki hanya cuek tak menanggapi apa yang ibunya katakan justru malah sang adik yang rasanya ingin sekali memgomentari.
"Iya kak Rosa. Selamat datang ya di keluarga kami. Semoga kak Rosa tetap jadi kakak yang paling sabar untuk kami terutama untuk suami kakak yang manjanya gak ketulungan. Udah tua juga masih suka gelendotan sama ibu. Suka gak tau umur tau kak" celoteh Ranis bergedik mengangkat kedua bahunya dengan tatapan sinis juga ke sang kakak. Rizki membalas tatapan sinis Ranis dengan sekali melangkahkan kakinya, Rizki langsung mengacak-acak rambut sang adik.
"Isshhhkkk resek. Tuh kak liat tuh suaminya. Bisa bar-bar juga lho dia. Selama ini di depan kak Rosa, Kak Yuda dan kak Ayyas dia cuma sok jaim aja" seru Rania lagi sambil merapihkan rambutnya yang acak-acakan namun Rizki kembali mengacak-ngacak kembali rambut adiknya.
"Mas Rizki ishks udah" seru Rania lagi dengan bibir mengkrucut.
Rania memang sangat senang menggoda kakaknya, bahkan sering kali Rania mengisengi Rizki dengan tingkah atau ulah konyolnya yang pasti akan menarik emosi Rizki sesaat. Padahal Rizki ini biasanya selalu diam dan tak memperdulikan apa pun tapi beda hal kalau Rania lah pelaku utama dalam hal iseng mengisengi dirinya.
Puas mengacak-acak rambut Rania, Rizki dengan sigap langsung mengelitiki Rania hingga Rania memohon ampun dan berhenti kepada Rizki. Tapi Rizki bukannya berhenti malah semakin jadi menggelitiki adiknya.
"Mas ampun mas ampun. Iya iya iya gak lagi lagi. Ampun mas ampun ha ha ha ha ha ha".
"Gak. Gak ada ampun" kata Rizki tegas yang sebenarnya tidak tega melihat adiknya terkelitik kegelian seperti ini.
"Kak Rosa tolong kak. Tolongin aku dari suami kakak yang resek ini. Tolong kak" teriak Rania memohon agar Rosa mau menolongnya. Ibu Titi hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua anaknya tidak ada berubah. Selalu berulah dimana pun dan kapan pun dan tak melihat situasi. Terlebih saat ini Rosa baru saja menginjakan kaki di rumahnya dengan status menantu. Harusnya jaga image sedikit iya kan?
__ADS_1
"Ki" panggil Rosa yang tak di dengar Rizki. Bukan tak di dengar tapi Rizki kan sebelumnya sudah tak mau di panggil nama lagi jadi dirinya mencoba mengatur seluruh tubuhnya agar mengabaikan Rosa saat memanggil dirinya dengan sebutan nama saja.
Rosa terdiam kala Rizki tak mendengar dirinya yang memanggil dari tadi. Rosa, ibu Titi, Riana dan Riyan saling bertukar pandang dan mengangkat kedua bahu secara bersamaan.
"M-Mas ka-kamu mau sampai kayak gitu? Gak kasian sama Rania yang dari tadi kegelian kamu kelitik. Kalo kamu yang aku balas kelitik mau?" kata Rosa dengan suara lembutnya mampu membuat Rizki menghentikan aksinya. Rizki menoleh dan menghadap istrinya yang sudah menantapnya sedari tadi heran.
Heran kok bisa Rizki bersikap demikian. Lho?
Rizki melemparkan senyum lalu menghampiri Rosa dan membawa Rosa kedalam dekapannya erat. Sesekali menghujani puncak kepala Rosa dengan ciuman lembut. Aaahh Rizki, suka bener-bener ngerasa dunia milik berdua ya. Terus beneran nih yang lain ngontrak? Ibu dan adik-adik mu lho menyaksikan sikap kamu yang sedemikian itu.
"Emang susah kalo pawangnya udah turun tangan" kata Rania terlontar begitu saja dari bibir mungilnya.
"Pengantin baru emang beda ya bu" ucap Riyan yang memperhatikan tingkah kakak dan kakak iparnya.
"Gak apa-apa nak. Kakak kamu memang terlalu sayang dengan istrinya jadi bersikap kayak gitu. Kelak kamu jika sudah cukup umur akan merasakan hal yang sama" sahut ibu Titi tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya.
"Mas Rizki sayang banget ya sama kak Rosa bu" ucap Riyan lagi yang memeluk ibunya dari samping dan ikim menyimpulkan senyum.
Riyan dan Rizki, adik kakak yang berjarak 10 tahun ini hampir di bilang kembar beda usia. Bagaimana tidak. Wajah Riyan saat ini sangat mirip dengan wajah Rizki saat SMA. Bener-bener mirip bahkan gak ngebuang sama sekali. Hidungnya yang mancung bak prosotan TK, matanya yang bulat dengan pupil mata kecoklatan, bulu mata lentik dan juga alis sedikit tebal. Bahkan tinggi badan keduanya hampir sama hanya beda beberapa senti saja.
__ADS_1