
Nyaman. Ya itulah yang Rosa rasakan di sepanjang malam tidurnya hari ini. Rosa mencoba membuka matanya secara perlahan setelah merasa ada yang berat menindih perut ratanya. Apakah? Apa itu? Tanyanya dalam hati.
Deg
'Rizki' kata Rosa dalam hati ketika melihat wajah Rizki hanya beberapa senti dari wajahnya. Why? Kenapa Ros?
Rosa menyadari jika semalam dirinya terlelap lebih dulu dengan tidur masih menggunakan bartrobe lah tapi ini kok rasanya sudah tidak bartrobe di tubuhnya. Kemana? Siapa yang membukanya? Rizki kah? Teruslah bertanyaan memutari pikirannya.
Bahkan kini nafas hangat Rizki sangat terasa. Rizki yang tidak pernah merokok rasanya snagat segar terasa nafas yang dia hembuskan.
"Kenapa?" tanya Rizki dengan mata yang masih terpejam.
"Hah?" jawab Rosa yang menahan malu setengah mati. Bagaimana tidak, dirinya masih menggunakan baju tidur pemberian adik iparnya dan sekarang semalam dirinya tidur dalam pelukan Rizki bahkan dirinya sampai tak menyadari hal itu karena lelah akibat acara yang di gelas kemarin.
"Kamu udah bangun?" tanya Rizki yang kini membuka matanya perlahan.
'Ganteng' ucap Rosa menuji wajah Rizki dalam hatinya sambil menelan salivanya susah payah.
'Cantiknya istri gue' ucap Rizki sama menuji wajah Rosa saat bangun tidur dalam hatinya.
Rizki menyimpulkan senyum manis kala pertama kali membuka mata masih ada sang istri di pelukannya. Sungguh membahagiakan baginya.
"Hm" kata Rosa hanya berdehem.
"Kayak gini dulu sebentar boleh?" tanya Rizki yang masih ingin memeluk sang istri. Rosa pun hanya menganggukan kepalanya.
"Kamu semalem menggigil. Mungkin karena pake bartrobe setengah basah dan rambut kamu juga masih setengah kering. Aku takut kamu sakit tau. Maaf aku langsung peluk aja tanpa izin. Karena setelah itu alhamdulillah kamu gak menggigil lagi dan rambut kamu aku keringin dulu pake hairdryer. Untung Rania siapin semuanya pas" kata Rizki menjelaskan kejadian sebenarnya karena takut Rosa salah paham.
Rosa menganggukan kepalanya seolah mengerti maksud penjelasan dari sang suami. Rizki mengendurkan pelukannya dan menundukan kepala seraya ingin melihat wajah cantik Rosa. Mata mereka saling bertemu dengan Rizki melemparkan senyum namun pipi Rosa masih merona merah.
__ADS_1
"Gemes. Kamu kenapa merah gini pipinya?" tanya Rizki membuat Rosa salah tingkah dan membenamkan wajahnya di dada Rizki.
"Yah malu. Kamu bisa malu-malu juga Sa?" tanya Rizki lagi menggoda. Rosa semakin berdebar di goda seperti ini oleh suaminya sendiri.
"Aku mau liat muka istri aku, masa gak boleh sih" kata Rizki tapi Rosa masih menyembunyikan wajah merahnya.
"Sayang" panggil Rizki dengan membelai rambut halus panjang milik Rosa. Setelah itu Rizki baru sadar jika Rosa hanya mengenakan baju tidur bertali tipis dengan memperlihatkan jelas bahu putih miliknya. Susahlah Rizki menelan salivanya saat memyadari bahu istrinya yang dapat dia dekap dan terasa halus sekali.
"Jangan gitu Ki. Beneran gue malu tau" kata Rosa akhirnya mengeluarkan protes dengan Rizki yanh terus membelai rambut hingga bahunya.
"Jadi beneran malu?" tanya Rizki yang tak menyangka. Rizki lalu mengurai pelukannya dan beranjak duduk dari tidurnya. Rosa yang masih tiduran pun langsung menarik bedcover hingga menutupi kepalanya.
"Kenapa di tutupin mukanya?" tanya Rizki entah polos atau pura-pura polos sih. Malu Ki Rosa malu.
"Kamu pake baju dulu kek Ki" jawab Rosa yang membuat Rizki baru menyadari dirinya tak memakai baju karena semalam dilepasnya ketika memeluk Rosa.
"Udah nih. Udah aku pake bajunya" kata Rizki lagi setelah berhasil memakai baju. Rosa pun membuka bedcovernya hanya memperlihatkan matanya saja.
"Ki. Semalem kita gak ngapa-ngapain kan?" tanya Rosa malu.
"Emang kamu kamunya kita ngapain?" tanya Rizki balik dan mendekatkan wajahnya dengan Rosa namun Rosa berhasil menjauhkan wajah Rizki dari wajahnya.
"Kasar banget sih" protes Rizki dengan bibir mengkrucut.
"Lo paham gue malu kan Ki?" tanya Rosa menahan debaran jantungnya.
"Aku suka liat kamu malu-malu gini. Gemes. Gemes banget. Cantik. Cantik banget. Merah, merah gimana gitu" jawab Rizki dengan lembut dan senyum melengkung di bibirnya.
"Gue malu Ki beneran deh. Lo mau jantung gue pindah dari tempatnya saking gue nahan malu sama lo?"
__ADS_1
"Kamu lupa kemarin kamu udah aku nikahin? Berarti udah gak boleh malu-malu lagi sama suami sendiri" ucap Rizki penuh percaya diri dan berani. Ciye Rizki udah berani ha ha ha.
"Butuh proses donk Ki. Masa lo enggak ngerti sih" kata Rosa protes.
"Terus kamu maunya gimana?" tanya Rizki yang akhirnya mengalah.
"Aku mau ke kamar mandi. Aku mau mandi" jawab Rosa masih di balik bedcovernya.
"Yaudah bangun. Sana ke kamar mandi duluan. Aku mandi belakangan. Gak apa-apa kok"
'Maksud gue, lo pergi dulu Rizki Adipati. Masa iya gue keluar dari bedcover ini dengan baju tidur gak ada bahan gini. Astagfirullahaladzim, astagfirullahadzim' kata Rosa dalam hatinya.
"Kamunya pergi dulu. Aku malu beneran"
"Malunya?"
"Ya Allah Rizki. Baju tidur gue kekurangan bahan. Gue gak bisa lari ke kamar mandi dengan baju kayak gini di depan lo" jawab Rosa akhirnya jujur. Lama-lama emosi juga ngomong sama Rizki yang gak ngerti-ngerti. Padahal Rizki sendiri gak ambil pusing, biasa aja sekali pun Rosa mau gak pake apa pun, toh pikirnya udah sah dan udah boleh liat hal kayak gitu.
"Hah? Kamu jadi malu karena hal itu? Padahal semaleman aku peluk kamu dengan bahu kamu yang gak ada bahannya lho Sa. Masa gitu aja malu. Terus kamu peluk aku juga kan, akunya gak pake baju. Jadi yaudah sih gak usah malu-malu"
"Yaudah gue gak mau beranjak dari sini kalo lo belum pergi dari sini. Titik!!" ancam Rosa lalu menarik bedcovernya lagi hingga menutupi wajahnya lagi.
Rizki semakin tersenyum melihat tingkah Rosa. Semakin rasanya ingin mengisengi sang istri. Rizki lalu mencoba mengangkat tubuh istinya di balutan bedcover itu dan membawanya kedalam pelukannya. Rosa mengeluarkan wajah dengan jantungnya yang terus berdebar karena tak menyangka dengan yang di lakukan oleh sang suami.
"Lo mau ngapain?" tanya Rosa dengan mata yang sudah membulat. Rosa sendiri refleks mengalungkan lengannya di leher Rizki karena takut jatuh. Dengan otomatis membuat Rizki semakin melihat dengan jelas bahu Rosa yang putih, bersih dan harum khas tubuh Rosa.
Rizki hanya diam tanpa berkomentar apa-apa. Tersenyum lebar yang dilengkungkan melihat dirinya bisa sedekat ini dengan Rosa. Setibanya di dalam kamar mandi, Rizki perlahan menurunkan Rosa di dalam bathtube dan menarik bedcover serta baju tidur Rosa hingga tersisa dalaman Rosa saja.
Pemandangan yang indah, itulah kata hati Rizki namun dirinya masih bisa mengendalikan gelora laki-laki yang ada dalam dirinya.
__ADS_1