
Rizki tersenyum tipis kepada Yuda tanpa memberikan komentar. Bukan Rizki tak ingin memberitahukan kepada Yuda tapi baginya biarlah Rosa saja yang akan memulai memberi tahunya hari ini.
"Pak, mbak Rosa telah selesai dengan kebaya akadnya" kata Sisi pelan dan sopan kepada atasannya.
"Oke baik. Tolong buatkan video untuk Rosa juga yah dan tolong bukakan tirainya secara perlahan" perintah Yuda dengan sangat riang. Yuda pun sangat menantikan hal ini. Meski sudah melihat Rosa beberapa kali mencoba kebaya akad nya ini sebelum selesai finishing. Rasanya belum puas di hati Yuda jika belum melihat akhirnya.
Tirai Rosa pun di buka secara perlahan sesuai perintah Yuda. Diam dan terdiam Yuda dan Rizki pada posisinya. Begitu juga dengan Ayyas dan Deby yang ada di balik tirai sebelah tirai Rosa.
Kebaya putih khas pengantin dengan model yang modern membuat Rosa sangat cantik menggunakannya. Bulu mata yang lentik, hidung yang mancung dan lesung pipi di kedua pipinya sangat menghiasi wajahnya yang putih bersih di sertai senyum manis khas miliknya.
Terpana hingga tak berkedip. Lebih takjub dari pada pesona Deby. Meski begitu mereka berdua memberikan pesona yang hampir sempurna di mata Yuda. Hanya di tambah makeup pengantin yang natural akan membuat kedua perempuan di hadapannya ini sangat dan sangat cantik pastinya.
Rizko dengan spontan menghampiri Rosa tanpa kedipan mata yang intens. Sungguh kecantikan Rosa dalam balutan kebaya itu mampu mengalihkan pandangan Rizki hanya kepada dirinya.
"Cantik banget" kata Rizki saat di hadapan Rosa dengan satu tangan menggenggam tangan Rosa dan satu tangan lagi merapihkan anak rambut Rosa yang menutupi wajahnya.
Waw pemandangan yang membuat Yuda melebarkan kedua matanya. Untuk apa Rizki menghampiri Rosa? Ada apa? Kenapa? Apa Rizki menyadari hal itu?
"Awas Ki, gue mau foto Rosa dulu" kata Yuda mencoba berdamai dengan pikiran-pikirannya. Rizki menoleh dan menggelengkan kepalanya kepada Yuda.
"Fotoin gue sama Rosa kayak lo fotoin Ayyas dan Deby" pinta Rizki dengan serius.
"Hah? Oh oke" kata Yuda lalu menyiapkan cameranya ke arah Rosa dan Rizki.
"Oke, Satu Dua Tiga senyum" teriak Yuda kepada keduanya.
Cekrek
Suara Camera terdengar setelah gambar berhasil di ambil. Hasilnya bagus dan sangat bagus bahkan sempurna bagi Yuda.
"Gantian Ki" kata Yuda lalu menghampiri Rizki dan Rosa yang masih di balik tirai.
__ADS_1
Rizki memandang Yuda lekat dengan senyum tipisnya. Rizki menerima camera pemberian Yuda lalu bergegas dan mengambil foto yang di inginkan Yuda.
Cekrek
Berhasil Rizki mengambilnya dengan hasik yanh sama bagusnya denga Yuda. Senyum lebar terlihat dari keduanya. Entah apa itu membuat hatinya memanas. Tak rela rasanya bagi Rizki berbagi hal demikian.
Rizki pen menghampiri Rosa dan Yuda begitu juga Ayyas dan Deby yang di bantu Dinda.
"Foto sama-sama yuuk" ajak Ayyas kepada semuanya.
"Ayoo"
Posisi Ayyas, Deby, Yuda, Rosa dan Rizki. Deby menyelipkan tangannya di lengan Ayyas. Rizki pun menggenggam tangan Rosa dengan erat hingga membuat Rosa menoleh dan menatap lekat wajah Rizki yanh tersenyum kepadanya. Iya satu gambar itu berhasil di ambil oleh Dinda.
Dinda pun mengambil beberapa gambar dengan gaya yang berbeda. Sungguh bahagia terlihat dari kelima orang tersebut.
Yuda melihat genggaman tangan Rosa dan Rizki sedari tadi. Ada apa? Itulah pikirannya bertanya.
"Yud" panggil Rosa lalu menoleh ke Rizki begitu juga dengan Rizki yang menoleh kepada dirinya.
"Ini calon suami gue. Rizki" kata Rosa sukses membuat Yuda diam membisu dengan perasaan berkecambuk di hatinya. Panas, marah, kecewa, senang, semua bercampur jadi satu. Tak bohong jika sebenarnya Yuda juga memiliki perasaan dengan Rosa. Hanya memang setiap pengakuannya pasti di anggap hanya candaan berlalu saja.
"Yud" panggil Rosa pelan tapi Yuda masih diam mematung.
"Woy. Gak usah gitu kagetnya" kata Ayyas sambil menepuk bahu Yuda. Yuda menoleh dan tersadar akan diamnya.
Yuda menatap Rosa dan Rizki secara bergantian dan mencoba memberikan senyum meski hatinya sulit.
"Kita coba gaun untuk resepsi pernikahan lo ya Ros. Dan lo Deb sekalian coba gaun yang kedua juga yah. Nanti dibantu Dinda dan Sisi" kata Yuda lalu berlalu meninggalkan semuanya menuju ruang kerjanya dan tak lupa mengunci ruanh kerjanya dari dalam ruangan.
Rosa, Rizki dan Ayyas saling bertukar pandang dan saling bertanya ada apa dengan bahasa tubuh tanpa ada yang berbicara.
__ADS_1
"Gak usah di pikirin. Lo ganti dulu gaun buat resepsi pernikahan lo. Gue yakin Yuda cuma kaget aja" kata Ayyas mencoba memberi pengertian. Rosa pun menurut lalu melangkah bersama Sisi meninggalkan kedua sahabatnya sedangkan Deby sudah beranjak sejak tadi.
"Gue salah ya Yas?" tanya Rizki merasa bersalah dengan keadaannya.
Ayyas tersenyum lalu menepuk bahu Rizki sambil menggelengkan kepalanya.
"Enggak. Enggak ada yang salah Ki" jawab Ayyas meyakinkan.
"Yuda pergi begitu aja pas Rosa ngenalin gue sebagai calon suaminya. Eh tapi apa lo udah tau sebelumnya?"
Ayyas menganggukan kepalanya pertanda jika dirinya memang sudah mengetahui semuanya.
"Dari kapan?" tanya Rizki ingin tahu.
"Dari pertama kali kita ukur kebaya akad dan gaun resepsi buat Rosa dan juga udah keliatan dari lo yanh posesif banget sama Rosa bahkan lo antet jemput dia kerja setiap hari" jawab Ayyas jujur apa adanya.
Rizki menghembuskan nafasnya lalu menundukan kepalanya.
"Sorry. Gue gak ada maksud buat bohongin kalian" ucap Rizki merasa menyesal.
"Santai Ki. Gue ngerti kok keadaannya kayak gimana"
"Tapi kenapa Yuda kayaknya gak suka ya Yas?" tanya Rizki yang sama sekali belum tahu jika Yuda juga sama seperti dirinya. Memiliki perasaan kepada Rosa. Ayyas tersenyum tipis kepada Rizki.
"Gue gak tau Ki tapi tebakan gue karena Yuda juga sama kayak lo. Memiliki perasaan dengan Rosa. Sekarang tugas lo, gimana ngeyakinin dia kalo lo emang pantes bersanding dengan Rosa"
"H-hah? Apa?" tanya Rizki tak percaya.
"Itu cuma tebakan gue. Selebihnya lo tau harus bersikapa apa. Karena biar gimana pun ini adalah resiko dari keberanian lo buat nikahin sahabat lo sendiri"
"Gu-gue gak tau kalo Yuda punya perasaan yang sama kayak perasaan gue ke Rosa Yas. Gue kira selama ini cuma bercandaan dia aja karena dia gak mau liat Rosa sedih karena cowok"
__ADS_1
"Yuda ngelakuin hal yang sama kayak lo. Meski lo adalah orang yang paling banyak ngabisin waktu bareng Rosa tapi Yuda adalah orang yang selalu on ada buat Rosa meski cuma lewat telpon atau video call aja. Paham kan sampe sini?" tanya Ayyas setelah menjelaskan kebenarannya.