Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
43. Kampung Halaman


__ADS_3

"Kampung halaman? Kita berangkat hari ini? Aku belum izin sama Ayyas mas. Lagi pula aku masih ada pekerjaan di awal bulan" tanya Rosa pada kebiasaan seharusnya.


"Gak usah khawatir. Aku udah minta izin sama Ayyas untuk kamu libur. Dan Ayyas mengizinkan selama 8 hari kamu libur. Dan masalah pekerjaan kamu gak usah di khawatirin juga karena Ayyas akan handle semua" jawab Rizki menjelaskan semuanya.


"Beneran mas?"


"Iya"


"Makasih ya mas. Bener deh kamu itu di luar ekspetasi aku. Sahabatku, imamku" kata Rosa langsung memeluk Rizki dan Rizki tak menyia-nyiakan hal itu.


"Sama-sama sayang"


***


Sebelum berangkat ke kampung halaman Rizki. Rosa dan Rizki mampir dulu ke rumah mama Wina dan meminta izin langsung begitu juga ke rumah ibu Titi dan meminta izin langsung.


"Kamu kalo ngantuk tidur aja ya sayang" kata Rizki sambil mengelus puncak kepala Rosa disaat mereka terjebak sedikit macet di jalan tol. Rosa menganggukan kepala dengan senyum di sudut bibirnya.


"Kamu kalo capek gantian aja aku yang nyetir" ucap Rosa yang khawatir suaminya kelelahan karena Rizki memang jarang sekali mengendarai mobil dalam perjalanan jauh. Biasanya setiap pulang ke kampung halamannya yang mengemudi itu Alif atau papah dan kakak iparnya bahkan terkadang Indra.


Rizki menoleh dan menggenggam tangan istrinya lalu menggelengkan kepala. Justru Rizki memilih dirinya saja yang kelelahan dari pada harus istrinya.


"Biar aku aja. Aku gak mau kamu capek" sahut Rizki sambil menginjak gas mobil dan melajukan mobilnya lagi.

__ADS_1


Sungguh Rosa merasa sangat beruntung menikah dengan Rizki. Tak pernah ada dalam bayangan atau dalam pikirannya. Bahkan sikap Rizki setelah menikah memang menunjukan betapa Rizki mencintai dirinya bahkan menjadikan dirinya Ratu dalam rumah tangganya.


Setelah hampir memakan waktu 6 jam akhirnya tiba juga Rizki dan Rosa di kampung halaman Rizki. Mereka di sambut dengan Bude dan Pakde Rizki dari depan rumahnya. Setelah Rizki memarkirkan mobilnya, Rizki tak lupa turun dari mobilnya dan segera membukakan pintu istrinya.


"Terima kasih" ucap Rosa kepada suaminya.


"Sama-sama sayang" katanya dengan menuntun Rosa hati-hati.


"Assalamualaikum" salam Rosa dan Rizki bersamaan lalu menghampiri Bude Murni dan pakde Rahmat dan mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.


"Waalaikumsalam" jawab Bude Murni dan Pakde Rahmat.


"Ya Allah pengantin baru akhirnya datang juga. Bude, Pakde dan si mbah udah nunggu dari tadi" kata Bude Murni dengan antusias dan memeluk Rosa sebentar. Lho kok Rosa yang di peluk?


"Iya Ki. Perjalanan macet yah? Ayo di ajak masuk istri kamu. Bude kamu udah siapin makan untuk kalian. Nanti habis makan langsung istirahat. Kamar kalian juga udah di siapkan juga. Dan si mbah sudah tidak sabar ingin bertemu kalian. Ayo mari masuk" ucap pakde Rahmat yang tak kalah antusiasnya dengan sang istri.


"Iya pakde. Terima kasih sebelumnya. Maaf sudah merepotkan" ucap Rizki sungkan dengan menganggukan kepalanya pelan. Pakde Rahmat menepuk bahu Rizki dan menggelengkan kepalanya.


"Gak usah sungkan Ki. Kamu keponakan pakde, sudah seharusnya kami menyambut kamu dengan baik"


"Iya pakde bude. Terima kasih banyak sebelumnya yah" kata Rosa yang melakukan hal sama dengan suaminya.


"Kamu juga udah jadi bagian keluarga kami Rosa. Bude masih gak nyangka hal itu. Banyak sabar ya menghadapi suami kamu yang dingin dan manja ini. Rizki benar-benar beruntung mempunyai istri kayak kamu" seru bude Murni jujur adanya memuji Rosa.

__ADS_1


Rosa bersemu merah di pipinya di puji demikian oleh Budenya Rizki.


"Ayo mari masuk sayang" lanjut Bude Murni mempersilahkan Rizki dan Rosa masuk ke dalam rumah. Mereka pun masuk beriringan dengan tangan yang saling menggenggam. Setibanya di ruang keluarga mbah Sumi sudah menunggu dan membentangkan kedua tangannya menyambut cucu laki-lakinya bersama istrinya. Senyum semakin melengkung kala Rosa dan Rizki tiba di dalam pelukan si mbah.


"Cucu mbah apa kabar? Alhamdulillah sekarang udah punya istri. Udah ada yang ngurusin yah. Jangan manja-manja lagi sama ibumu. Bermanjalah dengan istrimu mulai sekarang" kata mbah Sumi yang sangat bahagia sekali.


"Baik alhamdulillah aku baik mbah. Mbah sendiri gimana kabarnya? Iya tenang aja udah pasti sekarang manjanya pindah sama istri Rizki mah"


"Cu harus sabar yah dengan sifatnya Rizki. Meski dia sangat manja, Rizki ini sangat penyayang. Semoga pernikahan kalian sakinah, mawadah, warahmah dan segera kasih mbah cicit yang lucu-lucu yah he he he" kata mbah Sumi dengan deraian tawa kecilnya.


Mbah Sumi yang usianya sudah menginjak 85 tahun namun masih sangat terlihat gagah pada umumnya. Mbah Sumi tinggal bersama bude Murni dan pakde Rahmat sedangkan Indra dan Alif tinggal mandiri di Jakarta.


"Indra dan Alif apa tidak ikut Ki?" tanya mbah Sumi yang jug merindukan cucu laki-lakinya yang lain.


Rizki dan Rosa mengurai pelukannya lalu melemparkan senyum lembut kepada sang mbah.


"Mereka gak ikut mbah. Rizki berencana ke sini karena mau mengajak Rosa supaya lebih dekat lagi dengan mbah. Mbah memang sudah mengenal Rosa tapi rasanya saat menikah kemarin gak ada mbah itu kurang bagi Rizki. Jadi kali ini Rizki ingin mengabiskan waktu bersama Rosa dan juga mbah" kata Rizki dengan lembut dan senyum yang tak luntur disana.


"Rosa anak baik. Sini sayang. Terima kasih ya cu kamu sudah mau menerima cucu mbah yang satu ini. Mbah masih gak nyangka kalau kalian sudah menikah. Perasaan kalian kemarin masih berteman saja. Gak nyangka jodoh kalian dekat" kata mbah Sumi dan Rosa pun mendekatinya. Mbah Sumi mengelus lengan Rosa dengan mengangguk-anggukan kepalanya.


"Titip cucu mbah ya. Tolong urus dia dengan baik. Karena yang mbah tau cucu mbah ini selain manja juga sangat dingin dan susah di atur. Mbah yakin dia akan jinak jika sudah menemukan pawangnya dan mbah juga yakin kalo pawangnya itu kamu"


Rosa mengulas senyum merasa malu juga dengan apa yang di ungkapkan mbah Sumi. Ternyata banyak pihak yang mendukung hubungan mereka dan juga mengakui jika Rizki hanya menurut dengan Rosa saja.

__ADS_1


"Insyaallah mbah. Insyaallah Rosa akan mengurus cucu kesayangan mbah ini. Mohon doa dan restunya untuk pernikahan kami dan semoga apa yang di harapakan mbah terkabul oleh Allah swt. Aamiin"


***


__ADS_2