
Sani mengepalkan kedua tangannya saat melihat video yang muncul di beranda akun media sosialnya. Video tersebut berisi Rosa yang membawakan lagu dan mendapat perhatian banyak orang disana. Bahkan dalam video itu terlihat Rizki menghampiri sang istri yang sangat mempesona dan langsung menggenggam tangan Rosa dan menemani Rosa membawakan lagu hingga selesai.
Dan yang lebih mengejutkan bagi Sani adalah saat dirinya pun tak memungkiri jika suara tinggi Rosa sampai membuatnya tak berkedip karena tak percaya dengan suara indah yang Rosa miliki.
"Kenapa dia seberuntung itu?" tanya Sani yang tak terima dengan apa yang di capai Rosa sampai saat ini.
Iya Sani mencari tahu Rosa setelah Rizki memperkenalkan Rosa sebagai istrinya. Sungguh tak dapat di percaya pula jika Rosa ternyata seseorang di balik kesuksesan yang Rizki capai hingga perusahaan Rizki sebesar ini.
"Kenapa harus lo sih Ros? Terus gimana nasib gue dan anak gue? Siapa yang akan tanggung jawab dengan anak ini?" geram Sani dengan emosi yang memuncak.
"Aaarrrgggghhhh" teriaknya frustasi.
***
Seperti pagi biasa Rizki mengantarkan Rosa ke tempatnya bekerja. Rizki tak henti tersenyum memandangi wajah istrinya yang di rasa semakin cantik setiap hari. Bahkan tak segan Rizki menggenggam atau mencium Rosa di saat ada kesempatan.
"Kamu cantik banget semalem sayang" kata Rizki memuji Rosa. Rizki masih tak bisa melupakan kekaguman yang di buat istrinya semalam di pesta resepsi pernikahan sahabatnya ini.
"Terima kasih, kamu juga tampan mas" sahut Rosa dengan senyum manis di sudut bibirnya.
"Kenapa gak dari dulu aja ya aku nikahin kamu"
"Belum tentu mau aku di nikahin kamu kalo dari dulu wleee" sahut Rosa dengan mengeluarkan lidahnya.
Rizki mengkrucuti bibirnya dengan menatap Rosa sendu.
"Iya iya berarti bener ya kalo jodoh ketemu di waktu yang pas" ucap Rizki menatap Rosa tulus. Rosa mengangguk setuju dengan ucapan suaminya
"Oh iya Ayyas cuti berapa hari sayang?" tanya Rizki dengan satu tangannya menggenggam tangan Rosa dan satunya memegang setir mobil.
"Hmm seminggu kayaknya mas tapi gak tau juga mungkin bisa lebih. Soalnya kalo pertengahan bulan gini gak terlalu banyak kerjaan jadi Ayyas waktu kerjanya senggang" jawab Rosa dengan menyandarkan tubuhnya ke kursi yang ia duduki.
"Jadi mau honeymoon lagi" kata Rizki yang membuat Rosa menoleh dan membenarkan duduknya.
"Honeymoon lagi?" tanya Rosa cukup terkejut karena tak habis pikir suaminya berkata seperti itu.
"Iya. Aku jadi pingin honeymoon lagi sayang" jawab Rizki dengan nada sangat manja. Rosa menggelengkan kepalanya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
'Gak honeymoon aja gue sampe gak bisa jalan apa lagi kalo honeymoon lagi bisa-bisa gue gak bisa bangun' gumam Rosa dengan menelan salivanya susah.
__ADS_1
"Sayang" panggil Rizki yang menyadari perubahan raut wajah istrinya. Rosa kembali menoleh dan menatap suaminya dengan senyum.
"Hm"
"Kamu gak mau kita honeymoon lagi?" tanya Rizki lagi dengan nada yang sama manja seperti sebelumnya.
"Hmm mas maaf bukannya nolak ajakan honeymoon lagi tapi kamu kan tau Ayyas dan Deby yang lagi honeymoon dan kamu juga pasti tau kalau kerjaan aku banyak karena cuti minggu lalu. Terlebih sekarang gak ada Ayyas yang pasti kerjaan Ayyas akan teralihkan ke aku lho. Dan aku harus tanggung jawab itu mas" jawab Rosa dengan nada pelan dan lembut.
Rizki paham jika Rosa merasa tak enak menolak ajakannya. Rizki pun menarik tangan Rosa dan mencium punggung tangan itu dengan senyum.
"Maaf ya sayang" lirih Rizki setelah melepas cium punggung tangan istrinya. Rosa menggeleng kepala pelan.
"Gak apa-apa aku yang harusnya minta maaf. Maaf ya mas" kini Rosa yang membalas dengan mencium punggung tangan suaminya. Rizki tersentuh dengan sikap Rosa yang sangat menghargainya.
Rizki pun menghentikan laju mobilnya tepat di area parkir rumah sakit. Rizki segera keluar dari mobilnya dan hendak membukaan pintu untuk Rosa.
"Ihks kamu gak usah repot-repot. Aku kan bisa sendiri"
"Gak apa-apa tapi aku mau ngelakuinnya buat kamu. Ayo aku anter sampe ruang kerja kamu" kata Rizki dengan menggenggam tangan mungil Rosa kedalam genggamnya.
Rosa tak menolak dan membiarkan sikap manis yang di berikan padanya.
Mereka berjalan dengan bertukar cerita dan tawa serta senyum terlukis jelas dari wajah masing-masing. Namun tiba-tiba ada satu hal yang membuat mereka terhenti dan menatap sesuatu yang di ujung lorong rumah sakit dekat IGD.
"Ngapain kak Indra ada disini?" kini Rizki yang bertanya.
"Mau menghampiri dulu?"
"Kamu masuk aja, biar aku yang menghampiri kak Indra. Ini udah hampir jam masuk kerja kamu"
"Gak apa-apa aku temenin sebentar mau?"
"Tapi gak apa-apa?"
"Gak apa-apa kan aku udah absen tadi di depan"
"Yaudah ayoo" kata Rizki lalu melangkahkan kaki bersama dengan Rosa.
***
__ADS_1
"Bertahan-bertahan kamu harus bertahan" kata Indra gelisah yang menanti kondisi
pacarnya. Pacar? Siapa?
Rosa dan Rizki semakin dekat dan terhenti tak jauh dari Indra.
"Kak Indra" panggil Rizki dan Indra menoleh kepada suara yang memanggilnya.
"Rizki. Rosa" katanya membeku setelah melihat Rizki dan Rosa.
"Kak Indra ngapain disini? Siapa yang sakit?" tanya Rizki lagi yang memperhatikan raut wajah Indra gelisah seperti mengkhawatirkan sesuatu.
"Hah? Hmm...." jawab Indra sedikit bingung. Karena memang Indra belum pernah mengenalkan siapa pun kepada keluarganya.
"Pacar kak Indra sakit?" tanya Rizki lagi yang membuat Indra menganggukan kepalanya pelan.
"Sakit apa kak?" tanya Rosa dan Indra menundukan kepalanya.
Rosa dan Rizki saling memandang karena merasa pertanyaannya menyinggung Indra.
"Kak" panggil Rizki pelan dan Indra mengangkat kepalanya dengan mata yang sudah memerah.
"Dia sakit jantung dan sekarang kambuh. Semua gara-gara kak Indra Ki" jawabnya lesu.
Rizki lalu mengingat kembali kejadian disaat Sani menghampirinya dan mengatakan sedang mengandung anak Indra.
"Lalu gimana sekarang kondisinya kak?" tanya Rosa yang kasian melihat khawatirnya Indra.
"Masih dalam pemeriksaan dokter Ros. Oh iya selamat ya atas pernikahan kalian. Maaf kak Indra gak sempat hadir karena saat itu pacar kak Indra collaps seperti ini. Maaf ya Ki, Ros"
"Gak apa-apa kak. Makasih sebelumnya. Kak Indra udah sarapan?" tanya Rizki yang menyadari satu hal. Indra menggelengkan kepalanya cepat dengan tatapan sendunya.
"Yaudah aku beliin sarapan dulu di kantin yah. Kak Indra tunggu disini, sekalian aku mau anter Rosa ke ruangan kerjanya dulu"
"Rosa kerja di rumah sakit ini?" tanya Indra yang tak mengetahui. Rosa menganggukan kepala dengan senyum kecil.
"Iya kak. Rosa kerja di rumah sakit ini. Kalo ada apa-apa jangan sungkan minta bantuan Rosa yah. Insyaallah Rosa bisa bantu supaya dapet penanganan lebih cepat lagi"
Indra tersenyum dan menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Iya Ros makasih ya Ros"
***