Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
27. Baju Tidur


__ADS_3

"Sebentar tunggu sebentar" kata Rizki lagi lalu berlari ke koper dekat kasur di dalam kamar tersebut. Rosa belum menjawab atau mengangguk namun Rizki telah meninggalkannya dan tak lama kembali dengan satu tas kecil yang berisi baju tidur yang akan di kenakan Rosa malam ini. Iya baju tidur yang sudah di siapkan oleh Rania. Sang adik ipar.


"Nih, ini baju tidur buat kamu malam ini. Ini tadi Rania yang siapin semua. Kamu gak bawa baju ganti kan?" tanya Rizki dengan Rosa menerima tas tersebut lalu menganggukan kepalanya. Benar kenapa bisa lupa bawa baju ganti? Pikir Rosa saat itu.


"Terima kasih" jawab Rosa pelan lalu menutup pintu kamar mandinya.


Di dalam kamar mandi Rosa menghembuskan nafasnya sambil mengatur detak jantung yang terus berdetak kencang. Apa artinya?


"Mana bisa gue buka gaun ini di depan Rizki. Kan gue gak pake apa-apa selain daleman gue aja. Aahhh gila Rizki bikin jantung gue mau pindah tempat aja. Untung gue segera cekal tangan dia kalo gak melorot nih gaun" protes Rosa pada dirinya sendiri sembari membuka habis sisa resleting yang sudah di buka suaminya tadi.


Rosa segera membersihkan tubuh dan wajahnya yang terasa lengket dan sisa make up nya. Setelah selesai Rosa segera meraih tas berisi baju tidur yang di siapkan oleh adik iparnya. Melebarlah mata Rosa bahkan sampai sulit menelan salivanya setelah melihat baju tidur yang akan di gunakan olehnya malam ini.


"Astagfirullahaladzim" kata Rosa dengan menggelengkan kepalanya.


"Emang ini baju tidur yah? Baju tidur apa? Bisa masuk angin gue kalo pake ini baju. Ya Allah tolong" kata Rosa lagi lesu tapi mau tak mau dirinya gunakan dari pada tidak memakai baju sama sekali.


Hmm, baju yang diberikan Rania adalah baju tidur dengan tali tipis di bahu berbahan satin dengan panjang hanya setengah paha serta memperlihatkan setengah belahan dada juga dan warnanya merah marun yang mana saat di gunakan Rosa sangatlah cocok dengan kulit Rosa yang putih bersih.


Cukup lama Rosa di dalam kamar mandi karena merasa tidak percaya diri dengan baju yang kini melekat di tubuhnya. Mondar-mandirlah dirinya di dalam sana karena masih mencari cara bagaimana keluar dari kamar mandi tanpa Rizki melihat wujudnya langsung.


"Aaah" kata Rosa lalu meraih bathrobe dan memakainya. Setidaknya lebih baik bisa menutupi bahunya lebih dulu. Meski pahanya sudah jelas dan pasti terlihat jelas.


"Lebih baik deh dari pada keliatan semua" ucapnya lagi setelah memakai bathrobe.

__ADS_1


Tok tok tok


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Rosa terkejut. Pasalnya Rosa sedang menyiapkan keberanian untuk keluar dari dalam kamar mandi.


"Astagfirullahadzhim" ucapnya sambil mengelis dadanya.


"Sa kamu gak apa-apa kan? Kenapa lama banget di dalam?" tanya Rizki di balik pintu kamar mandi.


"Bentar, sebentar lagi keluar" teriak Rosa dari dalam.


"Yaudah buruan yah. Aku juga mau mandi"


"Iya. Kamu bisa gak balik badan dulu terus jaga jarak dari pintu kamar mandi?" tanya Rosa meminta Rizki menyingkir agar dirinya bisa segera berlari dan menyembunyikan tubuhnya di balik bedcover. Iya pikir dia hanya itu caranya agar Rizki tidak bisa melihat pahanya yang tidak tertutup.


"Kenapa emangnya?" tanya Rizki yang tak paham.


"Gak apa-apa. Cuma baju tidur gue sedikit bermasalah. Lo paham kan maksud gue?"


"Hah? Bermasalah gimana? Ada yang sobek atau kekecilan?" tanya Rizki ingin tahu karena setahu dirinya jika Rania tak pernah salah dalam memilih pakaian sebab pakaian dirinya sering kali adiknya yang membelikan dan mencocokan.


"Enggak, enggak gitu. Pokoknya lo ikutin aja apa yang gue minta ya. Please!! Kalo lo gak mau, gue juga gak mau keluar dari kamar mandi" kata Rosa sedikit mengancam. Ya mau bagaimana lagi dari pada Rizki terus bertanya kan.

__ADS_1


"Oke oke. Yaudah. Kamu keluar sekarang. Jangan kelamaan di dalam nanti masuk angin" sahut Rizki mulai menjauhi beberapa langkah dari depan pintu kamar mandi dan berbalik badan dari pintu kamar mandi.


Rosa mengintip dan mengeluarkan kepalanya dahulu sebelum badannya ikut keluar. Iya badannya masih ada di balik dalam pintu kamar mandi.


"Tunggu yah" kata Rosa melihat kondisi dan memperkirakan bagaimana dirinya bisa segera keluar dari kamar mandi sana.


"Iya. Yaudah buruan kamu keluar" ucap Rizki dengan menutup matanya. Bisa-bisanya Rizki mengikuti keinginan konyol Rosa. Padahal kan sah-sah aja jika Rizki melihat semua yang ada di tubuh Rosa. Benar kan?


Rosa pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada hingga Rosa keluar lalu berlari sebisanya dengan rambut yang masih setengah basah menuju kasur berukuran besar dan segera bersembunyi di balik bedcover di atas kasur tersebut.


"Huft" katanya setelah mendarat tepat di atas kasur dan di balik bedcover.


"Udah Ki. Lo masuk aja sekarang ke kamar mandi. Gue udah keluar dari sana" teriak Rosa yang menutup tubuhnya sampai seleher. Rizki menurut dan langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah sebelumnya sudah menyediakan pakaian yang akan dikenakan pada malam ini. Iya pakaian yang disediakan oleh Rania juga.


Kurang lebih lima belas menit Rizki menghabiskan waktu di dalam kamar mandi lalu keluar dengan rambut yang sama dengan Rosa. Setengah basah.


"Dia udah tidur? Kenapa rambutnya gak di keringin dulu?" tanya Rizki pada dirinya sendiri sambil mengasak-ngasak rambutnya dengam handuk.


"Sa" panggil Rizki setelah berada tepat di samping Rosa yang sudah terlelap. Secepat itu Rosa tidur? Padahal ini malam pertamanya lho?


Rosa tak merespon karena memang sangat mengantuk. Bahkan dirinya tertidur masih dalam balutan bathrobe. Perlahan Rizki menarik sedikit bedcover yang di tahan Rosa dengan tangannya. Perlahan tapi pasti sehingga bedcover sedikit menurun hingga perutnya Rosa. Rizki menatap bingung dengan tingkah istrinya yang masih mengenakan bathrobe tapi sudah tertidur.


"Kenapa dia tidur masih pake ginian si? Ntar kalo masuk angin gimana?" kata Rizki heran pada dirinya sendiri lalu dengan perlahan menarik tali yang ada pada bathrobe tersebut. Dibukanya hingga terlihat jelas tubuh Rosa yang hanya di balut baju tidur pilihan Rania.

__ADS_1


Oke baik disini Rizki masih belum menyadari apa yang di lakukannya ini yah. Dirinya masih berpikir takut Rosa sakit jika memaksakan tidur dengan bathrobe setengah basah ini. Bahkan Rizki mengambil hairdryer lalu mengeringkan rambut sang istri.


Rosa sendiri yang merasa hangat di kepalanya tidak terlalu merespon bahkan tidak sadar jika dirinya sudah tak menggunakan bathrobe dan hanya menggunakan baju tidur yang memang sangat kurang bahan sehingga terlihat dirinya begitu seksi dan menggoda. Oh tidak!!


__ADS_2