Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
132.


__ADS_3

"Hubungan kamu dengan Yuda gimana? Apa kamu masih membatasi diri?" tanya Deby langsung pada intinya. Rosa menjeda makannya lalu menatap Deby dengan memori yang berputar kebelakang.


Iya jawaban iya masih, masih membatasi diri. Rasa trauma Rosa masih sangat membekas meski sudah berjalan lima tahun. Padahal baik Risa atau Roki sangat dekat dengan ayah sambungnya. Bukan sejak menikah Yuda dekat dengan anak-anak Rosa tetapi sejak mereka lahir, Yuda tidak sedikit pun kehilangan moment tumbuh kembang keduanya.


Rosa tersenyum kecil lalu menundukan kepalanya. Jika di pikir sungguh tidak adil untuk Yuda. Dengan semua yang sudah Yuda lakukan untuk dirinya juga anak-anaknya.


"Aku sedang belajar Deb" lirih Rosa pelan namun Deby masih bisa mendengarnya.


"Aku tahu ini sulit untuk kamu dan kamu juga pasti tahu jika ini juga pasti sulit untuk Yuda. Maaf bukannya aku mau ikut campur. Aku hanya gak ingin kalian terluka" ucap Deby hati-hati karena takut menyingung perasaan Rosa.


"Terima kasih ya Deb. Terima kasih karena mau menegur aku. Aku salah Deb, aku salah terpenjara dalam rasa trauma ini. Padahal jelas mereka adalah orang berbeda juga berbeda sikap pula kepada ku. Hanya saja terkadang aku masih sulit melupakan kejadian demi kejadian yang tidak pernah aku duga sama sekali. Karena itulah aku sangat mewanti-wanti agar aku tidak merasakan hal yang dulu lagi"


"Apa kamu gak percaya dengan Yuda?" tanya Deby membuat Rosa menatap langit-langit restauran dengan memikirkan sikap yang selama ini dirinya berikan kepada sang suami.


"A-aku.."


"Hmmm. Gak apa-apa Ros. Gak usah di terusin. Maafin aku yaa. Maaf aku banyak tanya-tanya dan mau tahu urusan kamu. Aku cuma mau pesen aja kalo sebenernya Yuda itu cocok banget sama kamu, bahkan Yuda sayang kamu dalem banget. Sayang anak-anak kamu juga. Dan tolong jangan sia-siain Yuda ya Ros"


***


Ucapan Deby masih terekam jelas di pikiran Rosa. Rosa pun membenarkan apa yang dikatakan Deby sebelumnya. Rosa bertekad jika dirinya harus bisa melawan rasa takut yang selama ini bersarang di hatinya.


"Assalamualaikum" salam Yuda yang baru pulang menghampiri Rosa. Rosa menoleh dan tersenyum lebar kepada sang suami. Rosa mengapai tangan Yuda dan mencium punggung tangan Yuda.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Rosa lalu mengambil alih tas kerja Yuda dan jas yang sudah Yuda lepaskan sebelumnya. Hal rutin yang memang Rosa lakukan jika Yuda pulang kerja.


"Aku siapin air hangat dulu untuk kamu mandi dulu ya mas" kata Rosa lembut membuat Yuda memandangi istri cantiknya lekat. Merasa di pandang berbeda Rosa mendekatkan diri di hadapan Yuda yang hanya berjarak beberapa centi meter saja.


"Kenapa?" tanya Rosa menatap kedua mata Yuda. Mata yang sangat terlihat jika sang pemilik mata sangat mencintai perempuan yang ada di hadapannya.


"Kamu panggil aku mas?" Yuda bertanya balik lalu satu tangannya menyentuh pipi Rosa. Mengelusnya pelan dan Rosa tersenyum dengan memberikan anggukan kepala kecil. Aaahh menggemaskan sekali, kata Yuda dalam hatinya.


"Kamu gak suka?" tanya Rosa yang masih di posisi sebelumnya


"Aku bingung. Kamu mau aku panggil apa? Kayaknya selama ini aku merasa kurang sopan kalo manggil kamu dengan sebutan nama aja" lanjut Rosa dan Yuda langsung mencium bibir yang baru menyelesaikan kalimat. Rosa melebarkan matanya dengan ciuman yang baru Yuda berikan.


"Aku suka, aku suka sayang" jawab Yuda dan lagi mencium bibir Rosa. Iya ciumannya hanya kecupan aja kok. Yuda masih berusaha menahan semua hasratnya kepada Rosa karena Yuda masih menghargai Rosa dan tidak ingin memaksakan. Pernikahan mereka cukup terkesan terpaksa tetapi Yuda tidak ingin jika semua yang terjadi di dalam pernikahannya juga terpaksa.


Setelahnya Yuda menghampiri kedua anak sambungnya yang sudah ada pada kamarnya. Yuda membuka pintu lalu dengan riang kedua anak sambungnya berhambur memeluk Yuda. Yuda berjongkok dan menyamai tinggi badan mereka.


"Ayaah" panggil Risa memeluk Yuda dengan sangat manjanya.


"Ayah baru sampai?" tanya Roki mengurai pelukannya.


"Iya, ayah baru sampai. Apa kalian sudah makan?" tanya Yuda sambil menatap Risa dan Roki secara bergantian.


"Belum. Kami menunggu ayah" jawab Risa membuat Yuda mendaratkan kecupan di kening anak manis itu.

__ADS_1


"Baik kalau begitu ayah mandi dulu dan setelahnya kita makan bersama ya" lanjut Yuda juga mencium kening Roki lalu beranjak berdiri. Kedua anak sambungnya menganggukan kepala dan Yuda meninggalkan kamar mereka menuju kamarnya dengan Rosa.


Ceklek


Berpapasan dengan Rosa yang akan hendak keluar kamar. Yuda yang tidak menyia-nyiakan kesempatan langsung membawa Rosa kedalam pelukannya. Memeluknya erat dan menghujam puncak kepala istrinya. Jika biasanya Rosa akan protes kini tidak. Rosa membiarkan Yuda menyalurkan perasaan kepada dirinya.


"Manis banget si istri aku hari ini" ucap Yuda yang masih memeluk Rosa. Rosa mengusel-usel dan mencari pelukan ternyamannya di dada bidang Yuda.


"Biasanya aku gak manis?" tanya Rosa dan Yuda terkekeh kecil dan mengeratkan pelukannya. Rosa juga membalas pelukan suaminya ini. Ow ow ow.


"Nanti sebelum tidur kita deep talk dulu yaa, ada yang mau bicarain sama kamu mas" ucap Rosa lalu mendongakan kepalanya. Menatap mata indah penuh sayang kepadanya. Entahlah kini Rosa menyadari jika matanya bertemu dengan mata Yuda, rasanya ingin sekali tersenyum. Bahkan dalam tatapan itu terasa sangat damai.


Yuda menganggukan kepalanya dengan senyum dan menyatukan keningnya dengan kening Rosa. Laki-laki sedingin Yuda bisa melakukan hal seperti ini dengan perempuan? Batin Rosa pun bertanya.


"Yaudah mas mandi dulu, air hangat dan baju gantinya udah aku siapin. Sekarang aku siapin untuk makan kamu, anak-anak dan mama. Kayaknya mama udah di dapur bantuin bi Inah" kata Rosa lalu Yuda melepaskan pelukannya. Sebelum Rosa meninggalkan Yuda, Rosa secepat kilat mencium pipi Yuda lebih dulu lalu meninggalkan Yuda yang masih tidak percaya. Rosa menciumnya lebih dulu?


Sambil memegang pipinya yang bekas di cium Rosa, Yuda tersenyum lalu bersorak kegirangan sambil melompat-lompat.


"Aaaarrgggh Rosa Malinka, kamu benar-benar membuat aku gila" ucapnya senang dan segera mandi agar bisa bertemu lagi dengan istrinya di ruang makan.


Lain Yuda, lain pula Rosa yang berdebar setelah keluar dari kamarnya. Astaga seperti memalukan bagi dirinya. Dua tahun pernikahan belum pernah sekali pun Rosa melakukan hal demikian, Rosa tetap menganggap Yuda hanya sahabat saja tapi kini dirinya bertekad dan merubah pemikirannya bahwa Yuda bukanlah sahabatnya lagi melainkan merangkap menjadi suaminya seperti Rizki dulu.


***

__ADS_1


__ADS_2