Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
56. Mengingatkan Pengantin Baru


__ADS_3

"Kamu cantik" ucap Ayyas kepada Deby yang masih dalam pelukannya.


"Aku tau" lirih Deby pelan yang nyaman di peluk suaminya.


"Mau lagi boleh?" tanya Ayyas tanpa malu-malu lagi.


"Hmm boleh di lanjut besok? Aku lelah" kata Deby yang memang sangat lelah akibat ulah Ayyas satu hari ini. Sungguh luar biasa Ayyas. Lho?


"Yah sayang. Tapi yaudah gak apa-apa selamat tidur ya sayang. Aku bersih-bersih dulu terus mau hubungi Rosa, mau nanya kerjaan hari ini gimana. Apa dia udah handle semua" kata Ayyas sambil mendaratkan kecupan di kening Deby. Deby menganggukan kepalanya dan melepas pelukan suaminya lalu segera terlelap.


Ayyas beranjak dari kasur dan segera ke kamar mandi lalu membersihkan dirinya. Setelah lima belas menit Ayyas keluar dan meraih ponsel lalu mencoba menghubungi Rosa dalam sambungan telpon. Tiga kali berdering akhirnya sambungan telpon pun tersambung.


'Halo' sapa Ayyas saat sambungan telpon tersambung.


'Halo Yas ada apa? Lo ngapain telpon gue malem-malem gini?' tanya Rosa langsung.


'Yee lo, lo gak kangen apa sama bos lo yang ganteng ini?' tanya balik Ayyas penuh percaya diri.


'Enggak Yas. Enggak sama sekali, enggak kangen. Beneran deh gue sumpah' jawab Rosa dengan nada datar.


'Ah lo gak cocok bohong Ros. Gue tau lo gak bisa sehari tanpa gue di rumah sakit' kata Ayyas dengan bangga pada dirinya sendiri.


'Kata siapa? Justru enak gak ada lo jadi gue bisa tanda tanganin semuanya tanpa harus nunggu lo'


'Aah lo bisa gak sih nyenengin gue sedikit?' protes Ayyas dengan bibir manyun lima senti.


'Kan udah di senengin sama sahabat gue. Ngapain gue senengin lo lagi. Udah deh seneng-seneng dulu sono' gerutu Rosa asal ceplos.


'Doi udah tidur kecapean abis gue gempur dari pagi' kata Ayyas tanpa filter membuat Rosa malu sendiri.

__ADS_1


'Yah gila. Gak usah ngomongin masalah ranjang lo sama gue. Yaudah lo ada apa telpon gue? Mau nanya kerjaan? Kerjaan aman Yas. Lo gak usah pikirin. Aman terkendali pokoknya'


'Emang lo paling bisa di andalkan Ros. Tengkyuuu ntar bonus gue transfer yah' kata Ayyas dengan lengkungan senyum lebar.


'Jangan berlebihan deh. Udah kewajiban gue Yas lagi juga kemarin pas gue cuti, lo juga yang ngerjain kerjaan gue kan. Jadi impaslah ya tapi kalo lo mau tranfer sih gak apa-apa biar rekening gue bagus gitu mutasinya'


'Ah sialan lo, sama aja itu ha ha ha. Eh btw laki lo ada?' tanya Ayyas yang mengingat jika Rosa telah menikah.


'Rizki? Ada nih di samping gue. Mau ngomong sama dia?' tanya Rosa dan Ayyas menganggukan kepalanya padahal tak terlihat oleh Rosa.


'Boleh kalo lo gak keberatan' ucap Ayyas dengan senyum penuh arti. Rosa segera memberikan ponselnya kepada Rizki dan Rizki meraihnya dengan senyum sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Rosa. Rosa pun refles mengelus rambut kepala Rizki yang ada dalam pangkuannya itu.


'Iya Yas, ada apa?' tanya Rizki kala ponsel Rosa sudah ada di samping telinganya.


'Lo lagi dimana sekarang sama Rosa?" tanya Ayyas balik ingin tahu.


'Gue di rumah sakit lagi nungguin kakak sepupu gue'


'Bukan kak Indranya Yas tapi pacarnya yang sakit'


'Sakit apa Ki?'


'Katanya jantung Yas dan sekarang kita lagi nunggu perkembangannya gimana. Dari pagi belum sadarkan diri dan sekarang masih di ICU'


'Astaga ya Tuhan. Semoga ada perubahan baik ya Ki. Dan lo kalo mau istrihat di kamar yang ada di ruang kerja gue aja. Kasian juga Rosa kalo harus nginep di rumah sakit gitu kan' kata Ayyas yang juga mengkhawatirkan sahabat perempuannya.


'Iya Yas gampang itu mah'


'Tapi lo jangan macem-macem, di kamar gue ada CCTV tersembunyinya' kelak Ayyas menggoda Rizki. Rizki tersenyum dengan menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


'Gue belom ada ke pikiran kesitu kali Yas. Liat situasi juga gak maen asal tempat' sahut Rizki dengan kekehan begitu juga dengan Ayyas. Sedangkan Rosa hanya tersenyum melihat tingkah Rizki.


'Ya kali aja Ki. Namanya juga pengantin baru'


'Ini lo lagi menceritakan tentang gue atau tentang lo ha ha ha' kata Rizki dengan sedikit curiga dan menggenggam tangan Rosa sambil sesekali di ciumi punggung tangannya.


'Ha ha ha ha ya sekalianlah Ki. Astaga gue gak nyangka nikah itu seenak ini'


'Lo baru dua hari nikah udah bilang enak Yas. Ntar lo ngerasa lebih lagi dan rasanya juga gak mau jauh-jauh dari istri lo' kata Rizki yang juga menceritakan dirinya setelah menikahi Rosa, rasanya enggan untuk dirinya berjauhan dari sang istri.


'Dan gue gak nyangka lo yang pendiem, cuek bahkan dingin bisa sebucin itu sama Rosa. Dan gue juga ngerasa ketularan virus bucin lo Ki' terang Ayyas yang sesekalu menatapi wajah Deby yang sedang tertidur pulas.


'Namanya juga udah ketemu pawangnya Yas, tapi gue tetep Rizki yang biasanya kalo sama yang lain. Cuma Rosa doang perempuan yang gue anggap berbeda dari yang lain'


'Gue perlu banyak belajar nih sama si cupu ha ha ha'


'Cupu-cupu juga gue gentle. Bahkan bisa taklukin hati sahabat yang udah lo anggap adek itu' kata Rizki sambil menatap wajah Rosa dari bawah. Rosa mengulas senyum dengan menggelengkan kepalanya kepada Rizki.


"Iya iya deh gue akuin itu. Gue akuin keberanian lo yang langsung ngajak Rosa serius. Ya asal inget ajah kalo lo macem-macem, Rosa bakalan gue bawa kabur dan orang yang pertama berhadapan sama lo itu gue' tegas Ayyas yang sangat sayang kepada keduanya.


'Iya Yas. Lo gak perlu khawatir tentang itu. Percaya deh sama gue. Yaudah lo istirahat, mumpung doi tidur, lo juga harus tidur. Kumpulin tenaga buat lanjut gempur besok pagi ha ha ha' ucap Rizki tanpa filter.


'Ah gila susah kalo ngomong sama suhu. Jangan-jangan lo suka kayak gitu ya sama Rosa? Wah gila lo Ki. Awas aja kalo sampe Rosa kecapean dan sampe gak kerja karena ulah lo. Gue datengin itu kantor kebesaran lo dan gue bikin perhitungan ha ha ha'


'Eeeiiitts rahasia donk, masalah itu cukup gue dan Rosa yang tau dan lo juga sama, gak perlu orang tahu masalah ranjang lo. Biar itu jadi rahasia kalian berdua aja. Takutnya kalo lo cerita-cerita ada yang iri dan malah jadi pemicu orang ketiga. Hati-hati ya' kata Rizki mengingatkan pengantin baru.


'Asssyyiiiaaap bosque. Tengkyu ya udah bisa di ajak ngobrol. Gue titip Rosa. Jagain dia selama gue gak ada. Dan juga semoga cepat sembuh buat pacarnya kak Indra. Jaga kesehatan kalian juga ya'


'Iya Yas. Lo juga sama Deby jaga kesehatan dan stamina ya. Siap gue bakalan jagain pujaan hati gue. Happy honeymoon ya. Jangan lupa pulang bawain gue oleh-oleh keponakan gemess'

__ADS_1


'Asyiiap semoga anak gue dan anak lo bisa tumbuh bareng kayak orang tuanya ya dan bisa meneruskan silaturahmi kedua orang tuanya'


'Aamiin. Yaudah selamat istirahat pengantin baru' kata Rizki dan tak lama memutuskan sambungan telponnya.


__ADS_2