Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
39. Rizki Bucin


__ADS_3

Rizki merangkul bahu Rosa. Rizki jengah dengan Sani yang seolah menyalahkan semuanya kepada Rosa padahal sudah jelas dan pasti berakhirnya hubungan mereka tak ada hubungannya dengan Rosa.


Justru Rosa hadir menyembuhkan luka hati Rizki yang di buat oleh Sani. Justru Rosa yang selalu menyemangati Rizki kala Rizki berada di kondisi terpuruknya saat ini. Justru Rosa dengan senyum manisnya yang tak berubah mengajak Rizki untuk kembali berdiri bahkan terbang mengapai mimpi dan apa yang di cita-citakan.


Jadi apa wajar jika Rizki selalu menjadikan Rosa prioritas utama dalam hidupnya? Karena Rosa sangat memiliki arti yang sangat tinggi. Jelas dan sangat jelas.


"Berhenti berkata yang tidak seharusnya dan berhenti mengungkit masa lalu yang gak ada artinya sama sekali. Buat aku, kamu yang meninggalkan aku, kamu meninggalkan aku karena ketidak punyaan aku dan karena aku bukan apa-apa di mata kamu bahkan keluarga kamu. Kamu tak kan itu? Bahkan aku rasa kamu juga masih ingat saat aku meminta kamu mempertahankannya tapi kamu dengan sangat angkuh menolak ku mentah-mentah. Kamu tak lupa kan? Please berhentilah seolah kamu korban. Maaf aku menarik perkataanku yang akan membantu kamu berbicara dengan kak Indra. Toh buat apa aku membantu orang yang tak punya malu seperti kamu. Yang menyalahkan kesalahan sendiri dengan melemparkannya kepada orang lain" jelas Rizki dengan wajah dinginnya menatap Sani hingga menusuk ke relung hati.


Sani membisu. Tak percaya jika Rizkinya sudah berubah. Sudah tidak bersikap seperti dulu, sudah tidak semanis dan selalu mengabulkan permintaannya. Iya Rosa. Ini salah Rosa. Pikir Sani berkecambuk.


"Sekarang aku minta kamu pergi dari sini dan jangan pernah mencoba kembali menunjukan diri kamu di hadapan ku atau di hadapan istri kamu. Ingat kamu bukan siapa-siapa dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa" kata Rizki lagi dengan emosi tertahan.


"Satu lagi. Jangan pernah mengusik Rosa kalau kamu masih mau hidup dengan tenang" acam Rizki yang seolah sudah membaca niat buruk Sani. Iya Sani pasti akan membuat perhitungan kepasa Rosa. Karena Sani merasa jika Rosa sudah merebut Rizki dari dirinya.


Sani lantas berlalu meninggalkan Rizki dan Rosa. Membanting pintu dengan sekuat tenaganya. Membuat Rizki merasa menyesal karena pernah menjalin hubungan dengan perempuan seperti itu.


Rizki menoleh dan menatap Rosa yang air matanya sudah tumpah. Rizki tahu jika Rosa kini sedang menyalahkan dirinya. Rosa kasian dengan Sani karena membuat Sani bersikap demikian.


"Hei" ucap Rizki lembut sambil menghapus air mata Rosa di pipi chubby itu. Rizki juga menarik dagu istrinya hingga kini keduanya saling bertatapan. Mata Rosa yang masih memerah karena ucapan tak berarti Sani. Tapi Sani berhasil membuat luka di hati Rosa dengan perkataannya demikian.

__ADS_1


"Gak harusnya kamu menangis karena dia. Maafin perkataan dia yang melukai hati kamu. Kamu gak salah. Kamu itu aku yang pilih buat jadi istri aku. Jadi kamu gak boleh menyalahkan diri kamu atau merasa berslaah dengan masa lalu aku yang gak ada sama sekali kaitannya dengan kamu" kata Rizki sangat lembut di dengar. Rosa menghentikan air matanya dan menggigit bibir bawahnya agar tak terus menangis. Rosa tersenyum tipis dan sangat tipis sekali.


Cup


Kecupan mendarat di bibir Rosa lagi meski hanya menempel. Rizki tersenyum lebar setelah mendapati pipi Rosa yang memerah lagi karena ulahnya.


"Lebih lucu kalo mukanya lagi merah gini. Gemes gemes gemes" kata Rizki lalu mencubit pipi chubby Rosa. Oke baik kali ini Rosa harus menstabilkan jantungnya lagi. Jantungnya yg terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya ini. Rosa masih terpaki tanpa ekspresi menatap Rizki yang terlihat semakin mengeluarkan aura ketampanannya.


"Cium lagi nih kalo gak mau senyum" ancam Rizki pura-pura sedih dan merajuk. Rosa menggelengkan kepalanya spontan dan langsung memeluk Rizki, menyembunyikan wajahnya di dada Rizki dan mengusel-ngusel disana sambil mencari kenyamannya.


Rizki pun membelai lembut rambut terurai Rosa. Menciumin puncak kepala Rosa yang benar-benar membuatnya seperti terpikat dan tak ingin jauh-jauh dari sang istri.


"Jangan dengerin siapa pun mereka yang menyalahkan kamu. Kamu memang di takdirkan menjadi prioritas aku sedari dulu saat kita sahabatan. Dan sekarang dan seterusnya kamu akan terus jadi prioritas aku. Aku juga gak mau liat air mata kamu lagi karena hal ini. Kamu tau kan aku gak suka liat kamu nangis? Aku sayang kamu istriku" ucap Rizki dengan mengeratkan pelukannya.


"Makasih yah. Makasih buat semuanya" ucap Rosa lalu di angguki oleh Rizki. Rizki pun melihat sesuatu yang di bawa Rosa tadi. Bungkusan plastik yang di taruhnya di meja sebelum Rosa menghampiri Rizki dan Sani tadi.


"Kamu bawa apa?"


"Nasi goreng buat kamu makan malam tapi kayaknya udah dingin" jawab Rosa lesu.

__ADS_1


Rizki tersenyum dan menghargai istrinya. Rizki menarik dan menggenggam tangan Rosa untuk ikut bersamanya duduk di sofa dalam ruang kerjanya tersebut. Rizki meraih bungkusan tersebut dan membukanya perlahan.


"Masih anget kok. Aku makan yah" kata Rizki tanpa aba-aba menyendok nasi goreng yang di bawakan istrinya itu. Nasi goreng kesukaan Rizki.


"Enak banget sayang. Kamu juga makan yah. Buka mulutnya aa..." kata Rizki sambil menyodorkan sendok beriisikan nasi goreng kesukaan Rizki.


"Ini nasi goreng yang di depan rumah sakit kan?" tanya Rizki lagi setelah selesai mengunyah. Rosa menganggukan kepalanya cepat.


"Makasih yah" kata Rizki lalu menyuap nasi gorengnya lagi sedangkan Rosa hanya membalasnya dengan senyum.


"Tapi kamu udah makan kan mas?" tanya Rosa yang melihat piring dan gelas bekas makan di sudut ruangan Rizki.


"Iya aku udah makan tadi sebelum Sani kesini" jawab Rizki menganggukan kepalanya.


"Yaudah nasi gorengnya gak usah di makan nanti kamu kekenyangan" kata Rosa yang merasa terlambat.


"Aku masih laper sayang. Kamu liat tuh kerjaan aku masih banyak jadi aku masih butuh tenaga supaya bisa menyelesaikan itu hari ini" sahut Rizki sambil menunjuk berkas dokumen bertumpuk di mejanya.


"Sebanyak itu?" tanya Rosa tak percaya kerjaan Rizki sungguh banyak sekali. Padahal selama ini Rizki selalu meluangkan waktu kapan pun saat Rosa membutuhkannya tanpa tau sebanyak apa pekerjaannya. Lagi dan lagi Rosa merasa bersalah deh.

__ADS_1


"Iya tapi gak akan kerasa banyak kalo ada kamu disini nemenin aku kerja" jawab Rizki lalu tangan sebelahnya meraih tangan Rosa. Bucin Rizki benar-benar di perlihatkan karena Rizki mau Rosa segera percaya sepenuhnya kepada dirinya.


"Gak usah mikir macem-macem lagi. Aku tau apa yang kamu pikirin" kata Rizki setelah selesai menghabiskan nasi gorengnya.


__ADS_2