
Setelah mengantarkan Risa dan Roki ke kamarnya dan tidur, Yuda beranjak dan memasuki kamar Rosa. Yuda tersenyum kala melihat Rosa yang masih di depan meja rias dengan memakai skin care routine malamnya. Meski pikirannya yang semerawut tetapi Rosa tetap rajin merawat kulit wajahnya.
"Sayang" panggil Yuda lalu memeluk Rosa dari belakang. Menempelkan dagunya di bahu Rosa.
"Sebentar mas" jawab Rosa dengan mengoleskann skin care terakhirnya lalu menoleh dan bibirnya mengecup pipi Yuda lagi. Posisi ini terlihat jelas di pantulan cermin yang ada di hadapan Yuda. Yuda masih saja membeku dengan perlakukan kecil nan manis Rosa ini. Apa malam ini akan terjadi sesuatu?
"Ayo" ucap Rosa dengan manja. Sangat manja sekali. Yuda semakin tidak bisa memudarkan senyum wajahnya. Sikap Rosa beberapa jam terakhir mampu membuat perasaan Yuda semakin mendalam. Yuda membenarkan tubuhnya dan menunggu Rosa membenarkan posisinya tapi Rosa tidak juga membenarkan posisinya. Masih duduk di hadapan meja riasnya. Lalu membentangkan kedua tangan kepada Yuda .
"Hah?" tanya Yuda tidak mengerti maksud istrinya.
"Gendong" kata Rosa dengan bibir manyunnya. Duh Ros jangan kayak gitu, takut Yuda gak bisa nahan hasratnya lagi.
Yuda segera menghampiri Rosa dan mengendong Rosa ala beruang. Rosa bisa melihat Yuda secara dekat dan baru menyadari jika Yuda sangatlah tampan. Diiih kemana aja Ros?
Yuda menurunkan Rosa perlahan namun malah terjatuh sampai akhirnya Yuda jatuh tepat di atas tubuh Rosa. Iya pas banget di atas dadanya Rosa. Lho? Modus ya Yud? Ho ho ho
Yuda mendongakan kepalanya dengan wajah yang merah karena malu. Lah kok Yuda yang malu? Eh Rosa juga malu deng, mereka sama-sama kikuk dengan wajah yang sama memerah karena malu. Lagian Rosa kenapa tiba-tiba kolokan si? Ck.
__ADS_1
Dengan kikuk Yuda membenarkan posisinya. Yuda beranjak lalu mulai berbaring di samping Rosa. Memiringkan tubuhnya, menarik selimut dan membawa kepala Rosa di bahunya.
"Maaf" kata yang terlontar dari mulut Rosa membuat Rosa seolah tertampar. Bagaimana bisa dirinya melupakan kewajiban sebagai istri kepada Yuda. Bagaimana bisa dirinya setakut itu. Dan bagaimana bisa Yuda mampu bertahan menunggu Rosa hingga saat ini?
Rosa mendongakan kepalanya dan menatap Yuda. Memberanikan diri untuk mencium bibir Yuda.
"Aku yang harusnya minta maaf mas" kata Rosa lalu memalingkan tatapannya.
"Aku terlalu egois sampai aku melupakan kewajiban aku untuk memberikan hak kamu" lanjut Rosa dengan telinganya mendengarkan debaran jantung Yuda.
"Kenapa kamu sesabar ini sama aku mas? Kenapa kamu menunggu hal itu sangat lama?" tanya Rosa lagi. Yuda tersenyum mendengar pertanyaan yang di lontarkan Rosa. Bagaimana Rosa tidak tahu jawabannya? Jelas-jelas karena rasa cinta yang terlalu besar membuat Yuda sangatlah sabar untuk mendapatkan Rosa. Meski jalan yang di lalui tidak semudah itu tapi bagi Yuda asal akhirnya dirinya bisa memiliki Rosa seutuhnya semua tidak apa. Bukannya menjawab justru Yuda malah menghujani puncak kepala Rosa dengan kecupannya.
"Hm" jawab Yuda dengan deheman.
"Jawab aku"
"Aku cinta sama kamu Rosa Malinka. Itu sebabnya aku mau menunggu kamu sampai kamu siap menerima aku sebagai suami kamu" jawab Yuda dengan helaan nafas panjang. Yuda pun memutar semua ingatan dirinya dengan Rosa dari dulu hingga saat ini. Banyak moment yang berjalan baik manis atau pun pahit yang harus Yuda terima saat itu. Banyak pula rasa cemburu dan amarah dari kisah asmara Rosa sebelumnya. Ikhlas, itulah satu kata yang Yuda pegang teguh tapi semesta seolah memberikan hadiah dari dirinya mencoba ikhlas. Dengan mengizinkan Rosa untuk bisa bersanding dengan dirinya saat ini. Iya meski caranya sangat tidaknya indah untuk di ingat.
__ADS_1
"Maafin aku mas. Rasa traumaku membuat aku gak bisa melihat besarnya cinta kamu. Bahkan aku terlalu mengabaikan perasaan kamu yang jelas-jelas semua yang kamu lakuin buat aku dan anak-anak aku sangatlah berarti. Tanpa kamu mereka gak akan mungkin merasakan kasih sayang serang ayah"
"Gak perlu minta maaf. Mereka bukan hanya anak-anak kamu tapi mereka adalah anak-anak kita" ucap Yuda lalu mengecup kening Rosa dalam. Rosa sampai meneteskan air matanya karena sungguh dirinya sangat bodoh jika terlambat menyadari perasaan cinta Yuda untuk dirinya.
"Kenapa nangis?" tanya Yuda lembut dan jarinya menghapus jejak air mata Rosa yang mengalir.
"Aku gak tahu perasaan aku sekarang seperti apa. Aku hanya merasa terlalu terbiasa dengan adanya kamu. Kalau seandainya aku minta kamu bersabar sebentar lagi, apa kamu mau? Setidaknya saat ini aku sudah menyadari jika aku harus bangkit dari rasa trauma sebelumnya. Maaf karena aku masih aja egois"
"Sssttt. Berapa pun waktu yang kamu minta aku akan sanggup penuhi. Kenapa? Karena memang semua waktu hidupku itu hanya untuk kamu dan anak-anak kita nantinya. Berapa lama pun aku gak akan keberatan sayang. Asalkan kamu memang bersama denganku" ucap Yuda sangat tulus. Oh Rosa beruntungnya kamu dicintai sedemikian.
"Sekarang kamu gak perlu memikirkan hal yang aneh-aneh. Yang harus kamu tahu kalo aku cinta sama kamu pake banget. Apa pun untuk kamu dan anak-anak kita sudah pasti akan aku lakuin sayang. Aku berterima kasih jika memang kamu mau keluar dari rasa trauma kamu itu. Aku tahu itu gak mudah. Karena aku juga tahu rasa trauma kamu itu sangat menyakitkan dulunya. Saat ini, kita harus memikirkan masa depan, untuk hubungan kita, anak-anak kita, keluarga kita juga papanya anak kita" lanjut Yuda membuat Rosa semakin tidak menyangka dengan laki-laki idaman para perempuan ini. Tidak menyangka jika laki-laki ini di pilihkan Tuhan untuk menjadi pendampingnya.
"Terima kasih mas. Aku sayang kamu. Sayangku sebagai sahabat akan berubah sebagai sayangku sebagai pendamping hidup. Aku berharap jika Tuhan akan memelihara perasaan sayang ini dan menumbuhkannya dengan cepat"
"Gak harus cepat gak apa-apa kok. Karena aku percaya jika rencana Tuhan lebih baik dari pada rencana manusia. Oleh sebab itu aku selalu melibatkan Tuhan untuk mendapatkan kamu. Ya meski gak semudah dan membutuhkan waktu yang sangat amat lama sekali" ucap Yuda sambil tertawa kecil. Rosa tersenyum dan mengeratkan pelukannya
"Terima kasih mas" balas Ros lalu mencari posisi untuk dirinya terlelap. Entahlah posisi seperti ini tiba-tiba membuatnya mengantuk dan ingin terlelap.
__ADS_1
"Sama-sama. Selamat tidur istriku" kata Yuda yang sudah mendengar nafas teratur Rosa. Yuda mengakhiri deep talknya dengan mencium kening Rosa lalu ikut tertidur berpelukan dengan sang istri.
***