Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
18. Usul


__ADS_3

"I-iya gue tau Yud" jawab Rizki gugup.


"Kok cuma Ayyas yang belom lo kasih tau Ros? Kan lo satu kerjaan sama Ayyas. Gue telpon deh biar dia kesini juga. Jadi lo gak harus berkali-kali ngasih tau kitanya" kata Yuda menyarankan.


Rosa dan Rizki saling lempar pandang dan membiarkan Yuda meraih ponselnya lalu menelpon Ayyas untuk segera datang ke butik miliknya.


Tiga puluh menit kemudian Ayyas pun tiba dengan raut wajah yang tak biasa. Bagaimana tidak, dirinya sampai membatalkan tak menjemput Deby demi Yuda yang terus menerus memaksanya datang ke butik.


"Apaan si Yud lo. Untung Deby anaknya gak gampang ngambekan jadi gue gak jemput dia gak apa-apa. Tapi kan gue gak tau dia nyimpen kesel apa enggak. Dia gak bawa kendaraan karena gue bilang bakalan jemput dia di tempat kerjanya. Aaah elah" gerutu Ayyas sambil menyalurkan amarahnya kepada Yuda.


Yuda langsung menarik Ayyas untuk duduk bersebelahan dengannya lalu memberikan air botol mineral dingin untuk Ayyas. Dengan tatapan sinis Ayyas menerimanya lalu menenguk hingga habis setengah botol.


"Apa-apa? Hal penting apa yang mau di bicarain? Awas aja kalo gak penting. Gue kutuk makin rame nih butik" celetuk Ayyas setelah meredakan amarahnya.


"Aamiin aamiin. Aamiin banget kalo makin rame ya Allah"


"Yaudah jadi maksud lo apa nyuruh gue kesini? Terus disini udah ada si double R" kata Ayyas sambil melirik Rosa dan Rizki secara bergantian.


"Rosa mau menikah tiga minggu lagi" sahut Yuda dan mendapati mata Ayyas membulat dan membesar padahal Ayyas ini matanya kecil dan bisa di bilang sangat sipit.


"Apa? Menikah?" tanya Ayyas menegaskan apa yang barusan di dengarnya. Yuda menganggukan kepalanya dengan raut wajah serius.


"Maksud lo apa Ros? Menikah dengan siapa? Lo lagi halu apa lagi ngeprank kita?" tanya Ayyas lagi dengan menaikan alisnya sebelah.


Rosa melemparkan senyum manisnya kepada Ayyas. Sahabat sekaligus atasannya.


"Gue serius Yas. Kan lo udah tau kemauan mama Wina apa. Jadi gue gak ada buat halu-haluan atau ngeprank lo. Buat apa?"

__ADS_1


"Tapi kenapa mendadak banget? Tiga minggu itu sebentar lho Ros" protes Ayyas yang masih belum rela jika Rosa akan melepas masa lajangnya.


"Apa bener lagi tebakan Yuda kalo lo udah hamil duluan makanya mau nikah buru-buru" kata Ayyas lagi yang dalam mode posesif.


"Lo percaya Rosa kayak gitu?" tanya Rizki menatap serius Ayyas yang tak habis pikir bisa berpikir seperti itu.


"Y-ya ya gue gak percaya sih tapi gue ngerasa berat aja kalo Rosa harus nikah secepat ini. Apa lagi gue gak tau siapa calon suaminya ini kan. Lo juga belom tau kan?" kata Ayyas bertanya balik ke Rizki dan Rizki hanya diam.


"Berarti jodoh Rosa udah deket Yas. Lagi juga lo mau nikah sama Deby dalam waktu dekat juga kan. Kenapa sih protes-protes gitu" kata Yuda mencoba bernegosiasi dengan ego Ayyas.


"Lah bukannya kemaren lo yang gak terima kalo Rosa mau nikah. Kenapa sekarang malah jadi kesannya lo ngedukung dia?"


"Niat baik kan emang harus di dukung. Dan dia nikah juga mungkin udah waktunya dan emang mau nunjukin baktinya juga sama mama Wina. Jadi udahlah gak usah di permasalahin. Meski sebenernya gue sedikit kecewa sih" ucap Yuda berkata jujur.


"Gue shock Yud. Rosa udah kayak adek gue sendiri. Belasan tahun kita bareng-bareng. Terus sekarang dia bilang mau nikah. Terus gue gak tau calon suaminya siapa. Terus ---"


"Gue capek. Gue pulang yah. Males disini kalo kalian berdebat mulu" keluh Rosa manyun.


"Kok pulang? Gue belom lama sampe lho Ros. Astaga" kata Ayyas tak habis pikir.


"Yaudah gini. Lo bisa nemuin kita sama calon suami lo kapan? Setidaknya kita harus tau dan kenal calon suami lo dulu sebelum dia menikahi lo gitu aja. Secara setelah nikah yang gue takutin nanti calon suami lo bakalan ngelarang kita ketemu" kata Ayyas lagi yang ada benarnya juga.


Rosa diam sambil menelaah ucapan Ayyas. Masih dalam pemikiran Rosa yang akan membuat kedua sahabatnya ini terkejut bila mengetahui yang akan menjadi suaminya kelak adalah Rizki yang tak lain sahabat mereka juga.


"Ros" panggil Yuda pelan.


"Rosa" panggil Yuda lagi menaikan satu suaranya. Rosa pun terhentak dan langsung menoleh kearah yang memanggilnya.

__ADS_1


"I-iya"


"Bisa kan lo temuin calon suami lo dulu sama kita sebelum kalian menikah?" tanya Ayyas dengan suara di pelankan. Rosa menoleh ke Rizki lalu menoleh lagi ke Ayyas dengan memberi anggukan kepalanya.


"Bisa. Ta-tapi sebenernya kalian udah kenal sama calon suami gue" jelas Rosa membuat Ayyas dan yuda bertanya-tanya.


"Siapa?" tanya Ayyas dan Yuda serempak.


"Hemm nanti gue kenalin. Gue janji. Tapi sekarang gimana Yud. Apa lo bisa bikinin gue kebaya buat akad nikah gue?"


"Bisa. Bisa banget. Sebelumnya gue udah punya desain khusus buat lo. Udah gue bikin dari jauh-jauh hari Ros. Apa lagi pas lo bilang disuruh nikah sama mama Wina jadi gue udah siap-siap nyiapin semuanya. Belom finishing banget sih kebayanya tapi semoga lo suka yah" kata Yuda menjelaskan. Rosa pun mengangguk dengan senyum.


"Aaahhh Yuda Maulana emang paling the best" sahut Rosa sambil memberikan tanda love dari jari mungilnya.


"Gaun resepsi juga udah gue siapin Ros jadi lo gak perlu khawatir"


"Emang lo tau ukuran Rosa Yud?" tanya Rizki menatap heran karena semuanya udah siap begitu aja.


"Taulah Ki. Rosa kan sering jadi model di butik ini. Lo lupa? Banyak baju yanh emang gue bikin di ukuran badannya dia. Ya paling nanti kita coba pas-in aja ya Ros kebaya akad nikah lo sama gaun resepsi lo. Eh iya sekalian buat calom suami lo, gue juga perlu ketemu buat ngukur. Supaya bisa segera gue bikin juga. Kira-kira bisa kapan lo ketemuin gue sama calon suami lo?"


"Secepatnya Yud"


"Secepatnya lo kapan? Lo kan anaknya suka hampir mendekati hari H. Jangan mendadak. Gue takut gak keburu nantinya. Masa lo tega bikin gue lembur pagi sampe pagi kalo dadakan"


"Kalo gak lo kira-kira Ros. Ukuran calon suami lo diantara kita bertiga kayak siapa. Biar gue coba ukur dan nanti kita cocokin deh. Biar gak makan waktu juga kan?" usul Ayyas dan di anggukan oleh Yuda.


Rosa diam menatap ketiganya secara bergantian.

__ADS_1


'Rizki. Rizki calon suami gue. Tapi kenapa mulut ini susah banget buat ngomong itu' kata Rosa dalam hatinya


__ADS_2