Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
137.


__ADS_3

"Terima kasih, terima kasih kamu mau memberi lebih dulu tanpa harus aku meminta. Rosa Malinka, entah bagaimana aku gak tahu awalnya. Kamu perempuan satu-satunya yang bisa membuat hidup aku seperti roller coaster"


"Entah sejak kapan aku jatuh cinta dengan kamu sayang. Yang pasti itu sudah sangat lama. Entahlah aku pula tidak tahu kapan aku menyadari perasaan ini. Yang jelas kala kamu memberitahu jika akan menikah dengan Rizki, hatiku terasa sangat sakit. Apa lagi aku pernah membuatkan gaun pernikahan impian kamu"


"Padahal saat itu aku berharap jika akulah orang yang akan bersanding dengan kamu. Tapi nyatanya takdir berkata lain"


"Rosa Malinka. Aku pernah kecewa akan perasaan aku kepada kamu tapi demi Allah, aku tidak pernah kecewa karena sudah mencintai kamu sedalam ini. Menunggu kamu saja sudah membuat aku merasa bahagia, apa lagi bisa memiliki kamu seperti saat ini"


"Bahkan memiliki kamu dan kasih lebihnya sama Allah yaitu kedua anak-anak kamu, mereka juga anak-anakku. Meski Rizki ayah kandungnya tapi aku tetap ayahnya kan? Aku gak akan melupakan Rizki sebagai ayah dari mereka"


"Setiap tumbuh kembang mereka membuat hatiku terasa bergetar. Apa karena aku terlalu mencintai mamanya? He he he. Aku cinta kamu banyak-banyak sayang. Semoga cinta kamu juga terus bertumbuh ya. Supaya menjadi cinta kita" kata Yuda lalu mengecup puncak kepala Rosa sangat lama.


"Aamiin" balas Rosa dengan mata yang masih terpejam. Rosa sebenarnya sudah bangun tapi urung membuka matanya. Karena sudah sangat lama dirinya tidak melakukan hubungan suami istri, membuat badan dirinya kini terasa remuk. Di tambah Rosa sedikit sulit mengimbangi Yuda yang terlihat sangat mengebu-gebu. Iya lah Ros, nunggu kamu ngasih haknya kelamaan sih jadi ya seperti itu.


Yuda melonggarkan pelukannya lalu membenahi anak rambut di kening Rosa. Yuda memastikan jika Rosa memang sudah bangun. Karena matanya yang masih terpejam membuat Yuda berpikir jika istrinya ini masih terlelap dalam pelukannya.


"Kamu sejak kapan bangun?" tanya Yuda lalu menghujani kelopak mata Rosa dengan kecupan agar mau membuka matanya.


Kok rasanya malu mengungkapkan perasaannya kepada Rosa. Memang selama ini Yuda tidak pernah mengungkapkan perasaannya dengan Rosa jadi membuat Rosa terkadang ragu dengan Yuda. Meski sikap Yuda menunjukan perasaannya tetapi Rosa tidak pernah mendengar pengakuannya. Ck, dasar perempuan .

__ADS_1


"Geli mas" balas Rosa yang malah mengeratkan pelukan ke dada berbulu Yuda.


"Sejak kapan kamu bangun sayang?" tanya Yuda yang malu.


"Sejak kamu mengungkapkan perasaan kamu mas" jawab Rosa lalu membuka matanya perlahan. Dengan mata yang masih sayup-sayup, Rosa tersenyum kepada suaminya kini. Bulu-bulu tipis yang tumbuh di dagu suaminya membuat ketampanan Yuda semakin bertambah di mata Rosa.


"Pipi kamu merah. Kamu malu yaah?" tanya Rosa yang memperhatikan pipi sang suami merona.


"Jangan malu. Sudah seharusnya aku tahu perasaan kamu mas" lanjut Rosa dengan menghela nafas tapi senyum yang tak hilang.


"Selama ini memang sikap kamu membuat aku merasa nyaman, aku merasa di lindungi, aku merasa di sayangi, aku merasa di cintai. Kamu juga peduli banget sama aku, kamu juga sabar banget ngadepin aku. Hanya karena aku yang gak pernah denger ungkapan perasaan kamu membuat aku mematahkan semua itu" kata Rosa dengan satu tangannya mengelus pipi Yuda dan memainkan bulu-bulu tipis di wajah Yuda.


"Maaf aku pernah membuat kamu kecewa tanpa aku sadari. Maaf sudah membuat kamu menunggu sangat lama. Maaf juga karena sekarang cinta aku tumbuhnya cepet banget. Maaf dan terima kasih mas" lanjut Rosa lalu menarik diri dan mencium bibir Yuda.


"Suami aku tampan banget tau. Kemana aja aku selama ini" ucap Rosa yang merasa malu sendiri dan kembali memeluk Yuda. Mengusel-uselkan hidungnya di dada Yuda yang terasa hangat sekali tubunnya. Terlebih tubuhnya tidak memakai pakaian sama sekali dan hanya di tutup oleh selimut tebal. Yuda juga mengeratkan pelukannya kepada sang suami dan Yuda juga terus menciumi puncak kepala Rosa. Menyalurkan perasaan bahagianya. Sungguh ucapan Rosa tidak mampu dirinya balas. Karena sejatinya dirinya memang berharap jika cinta Rosa segera bertumbuh untuknya.


"Aku cinta kamu Ros" hanya kata itu yang bisa Yuda katakan. Dan Rosa mengangguk dengan senyum di balik pelukannya.


***

__ADS_1


Matahari sudah beranjak semakin naik. Sedangkan Rosa dan Yuda baru saja selesai mandi setelah mengulang apa yang mereka lakukan sepanjang malam itu. Yuda tak ragu lagi untuk memeluk Rosa kapan pun dirinya mau. Dan kadang pula Yuda mencuri ciuman demi ciuman kepada istrinya ini. Seolah aura dingin Yuda sudah pergi dan entah kemana. Lengkungan senyum selalu menghiasi wajah tampannya. Juga tatapa Yuda yang teduh membuat yang melihatnya bisa sangat terpesona.


Sama dengan satu hal tanpa di sengaja ini. Saat mereka sedang mengunjingi salah satu wisata yang ada disana, tanpa sengaja mereka bertemu dengan temen SMA mereka. Dan lebih tepatnya seseorang yang pernah menyukai Yuda dulu tapi tidak pernah Yuda tanggapi. Astaga!


"Hai Ros" sapa perempuan itu tersenyum kepada Rosa. Rosa yang tadinya sedang mengabadikan fotonya dengan selfie langsung menurunkan ponselnya dan melihat siapa yang barusan menyapa dirinya.


"Ah. Oh.. Hai" balas Rosa dengan senyum lebarnya. Iya begitulah kurang lebih.


"Dunia sempit banget. Kamu kesini sama siapa Ros?" tanyanya karena melihat Rosa sendiri. Sendirian, sebab Yuda sedang membelikan cemilan dan minuman untuk Rosa.


"A-aku kesini sama Yu..."


"Nih sayang" kata Yuda memberikan apa yang barusan di belinya. Rosa tersenyum dan menerima apa yang di berikan Yuda.


"Terima kasih mas"


"Sayang? Mas?" tanya Siska pelan lalu menatap keduanya secara bergantian.


"Oh. Hai Sis" sapa Yuda yang masih dengan aura hangatnya. Astaga sungguh hal itu membuat Siska semakin terpesona kepada laki-laki yang pernah dirinya suka dalam waktu yang lama. Meski Siska dulunya menunjukan perasaannya tapi dengan Yuda sama sekali tidak di jubris. Sungguh cinta bertepuk sebelah tangan yang nyata.

__ADS_1


"Ha- hai Yud" balas Siska dengan terbata. Entahlah meski sudah memutuskan untuk membuang perasaannya dengan Yuda tapi kenapa setiap dalam waktu yang tidak sengaja bertemu seperti ini membuat hatinya goyah. Nah lho?


"Kalian?" tanya Siska ragu-ragu. Karena panggilan dari keduanya yang terasa asing bagi Siska membuat Siska ingin tahu sejauh mana hubungan keduanya saat ini. Karena sebelumnya yang Siska tahu mereka hanya sebatas sahabat yang memang di akui Siska sulit untuk di pisahkan. Sampai Rosa menikah dengan Rizki, keduanya masih terlihat dekat seperti Rosa dengan Ayyas juga.


__ADS_2