Sahabatku, Imamku

Sahabatku, Imamku
20. Pelukan Sahabat


__ADS_3

"Gue nangis bahagia Yas. Bahagia bisa kenal lo dan bisa jadi orang lain yang spesial. Makasih buat semuanya. Lo emang terbaik" ucap Rosa yang masih nyaman di pelukan Ayyas.


"Mau di peluk juga" kata Yuda yang kini ada di dekat Ayyas dan Rosa.


Rizki terdiam masih dengan muka yang memerah. Kali ini memerah karena menahan amarah. Merasa tak rela Rosa di peluk erat oleh Ayyas dengan air mata yang masih di sudut mata keduanya.


"Sini" kata Ayyas membentangkan tangan satunya.


"Gak mau di peluk lo. Maunya di peluk Rosa" sahut Yuda lalu mendekatkan diri duduk di sebelah Rosa dan langsung memeluk Rosa yang masih duduk.


"Jangan nangis. Gue sedih tau jadinya" ucap Yuda yang ikut basah sudut matanya.


"Gue nangis bahagia tau. Bahagia punya sahabat kayak kalian. Lo juga kenapa ikutan nangis?" tanya Rosa yang merasakan bahunya mulai basah.


"Gue nangis karna lo nangislah. Kan gue udah bilang. Gue gak suka liat lo nangis. Jadi lo nangis ya gue ikutan" jawab Yuda dengan suara yang mulai serak.


"Geser kek lo. Ganggu moment gue meluk Rosa aja" sahut Ayyas yang masih memeluk Rosa. Iya mereka berpelukan bertiga.


"Lo udahan kek meluknya. Kan udah dari tadi. Kasian tuh Rizki belom kebagian. Lo mau juga kan Ki meluk Rosa? Kapan lagi? Mumpung belom nikah nih anak. Kalo udah nikah pasti susah banget buat meluknya nanti" ucap Yuda yang masih belum mengetahui dan menyadari keadaan sesungguhnya.


Ayyas melepas pelukannya lalu bergeser dan mempersilahkan Rizki untuk memeluk Rosa. Ayyas tersenyum lebar dan mempersilahkan Rizki mendekatin Rosa. Rizki mengangguk lalu memeluk Rosa dengan perasaan lega. Lega karena mungkin memang benar yang di katakan Yuda.


Belum tentu jika sudah menikah dirinya mengizinkan Rosa di peluk bebas dengan kedua sahabatnya. Toh selama ini mereka pun jarang sekali dalam hal peluk memeluk seperti ini kecuali saat-saat mereka mempunyai masalah yang cukup menyita pikiran.


"Jangan nangis lagi" kata Rizki hampir berbisik di telingga Rosa. Rosa menyimpulkan senyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Enggak Ki"

__ADS_1


"Bohong Ki. Pasti nangislah nih anak. Cek aja matanya tuh. Masih basah" kata Yuda setelah melepas pelukannya dan membiarkan Rizki bebas memeluk Rosa sendiri.


Rizki melepas pelukannya lalu menatap Rosa lebih dekat. Mensejajarkan wajahnya dengan wajah Rosa. Benar yang di katakan Yuda bila mata Rosa masih basah namun Rosa memaksakan untuk tetap menyimpulkan senyum kepada dirinya.


Rizki menghapus air mata Rosa dengan lembut. Bergetar rasanya. Hati dan tubuhnya sangat terasa bergetar. Melihat Rosa sedekat ini membuat jantungnya bekerja lebih cepat. Bahkan rasanya lidah Rizki kelu untuk bersuara. Rizki melemah melihat air mata Rosa yang masih mengalir. Entah apa yang Rosa pikirkan hingga air matanya tak kunjung berhenti.


"Udah Ros jangan nangis lagi. Harus bahagia donk. Kan mau menikah katanya" kata Ayyas yang menyadari jika Rizki tak mampu berkata untuk menghentikan air mata Rosa.


Rosa menganggukan kepalanya lalu membentangkan tangannya. Ayyas, Yuda dan Rizki langsung menyambut dan memeluk Rosa secara bersamaan.


***


"Ros semua kebaya akad nikah, gaun resepsi, dan setelan jas buat acara pernikahan lo udah siap semua. Jadi kapan mau fitting finalnya? Gue udah gak sabar nih mau ketemu sama calon suami lo" kata Yuda saat mampir ke tempat kerja Rosa dan sekarang sedang berada di dalam ruang kerja Rosa.


"Iya nanti sore gue bawa dia buat ketemu sama lo" sahut Rosa dengan senyum manisnya. Yuda berbinar merasa tak sabar bertemu dengan laki-laki pilihan Rosa. Yang sadar telah membuat Rosa merasa bahagia setelah memberitahunya akan menikah.


"Eh tapi nanti Ayyas sama Rizki juga dateng kan ke butik gue juga? Mereka juga bakalan ketemu sama calon suami lo itu juga kan?" tanya Yuda menegaskan. Rosa menganggukan kepalanya dengan senyum.


"Iya. Mereka berdua bahkan bertiga sama Deby akan ikut ke butik lo. Lagi pula Ayyas sama Deby juga mau fitting kan? Pernikahan mereka juga udah deket" tanya Rosa sekalian mengingatkan.


Yuda menganggukan kepalanya sambil mengingat jadwalnya hari ini. Dirinya memang ada janji bertemu Ayyas dan Deby yang sama akan fitting baju pengantin mereka.


"Lo nikah. Ayyas nikah. Gue kapan? Eh tapi gue gak sedih deng. Kan Rizki juga belom nikah ha ha jadi gue gak sendirian jomblo" sahut Yuda penuh percaya diri. Rosa hanya tersenyum kecil membalasnya.


"Yaudah gue balik ke butik dulu ya. Jangan lupa nanti sore" ucap Yuda langsung beranjak berdiri dan hendak melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerja Rosa.


"Iya"

__ADS_1


"Bye Rosa Malinka. Selamat bekerja" katanya sambil melambaikan tangan sebelum membuka handle pintu dan berlalu hingga tak terlihat lagi.


Rosa menghembuskan nafasnya panjang. Sungguh tak terasa waktu ini akan tiba. Bahkan dalam hitungan hari dirinya akan menikah dengan laki-laki yang tak pernah ia bayangkan. Menikah dengan sahabat baiknya. Menikah dengan orang yang sudah mengenal baik dan buruk dirinya. Menikah dengan laki-laki penyayang dan penuh tanggung jawab. Iya itulah Rizki. Dibalik sikap dingin, cuek dan introvertnya. Tapi berbeda jika Rizki sudah dihadapkan dengan Rosa.


***


'Lo gak usah jemput gue. Ketemu di butik Yuda aja ya. Nanti gue bareng Ayyas dan Deby. Mereka juga kan mau ke butik Yuda. Kasian kalo lo jemput gue dulu, bolak-balik dan makan waktu. Gak apa-apa kan?' kata Rosa dalam sambungan telponnya dengan Rizki. Rizki menganggukan kepalanya meski sebenarnya Rosa tak melihat hal itu.


'Iya gak apa-apa. Tapi nanti pulangnya aku yang anter yah' sahut Rizki yang merasa sudah jadi kewajibannya.


'Iya' kata Rosa sambil tersenyum.


'Yaudah kamu hati-hati. Kabarin aku kalo udah sampe sana yah'


'Hm' jawab Rosa lalu memutuskan sambungan telponnya.


Rosa merapikan meja kerjanya lalu beranjak keluar dari ruangan. Disana sudah dirinya dapati Deby dan Ayyas yang juga baru keluar dari ruang kerja Ayyas.


"Berangkat sekarang Ros?" tanya Ayyas setelah menghampiri Rosa. Rosa tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Rizki jemput kesini atau ketemuan langsung dj butik Yuda?" tanya Ayyas lagi.


"Ketemu di butik Yuda. Kalo jemput kesini dulu, kasian dia jadi bolak balik. Lagian kebetulan lo sama Deby mau kesana juga, gak apa-apa kan gue nebeng?"


"Ya gak apa-apalah. Yaudah yuuk. Takut kesorean ntar malah kena macet" ajak Ayyas lalu menggenggam tangan Deby dan berjalan berdampingan dengan Deby lalu di ikuti Rosa di belakangnya.


***

__ADS_1


__ADS_2