
Hari ini Rangga mengadakan syukuran kepindahannya ke rumah mereka, rumah yang dulu pernah ditempatkan bunda Melati yang kini telah direnovasi habis oleh Rangga.
Rangga menjadikan rumah bunda itu menjadi tiga lantai.Rumah dilengkapi fasilitas lift didalamnya agar Melati dan anak anaknya tidak bersusah payah ke lantai tiga yang Rangga buat khusus buat arena bermain anak dan tempat bersantai.
Tanah yang berada dibelakang rumah bunda, Rangga beli sekalian biar bisa membuat bangunan rumah yang cukup gede. Rumah Rangga dan Melati didominasi warna hitam dan putih.
Pagi hari acara diisi dengan pengajian,yang dihadiri oleh anak anak yatim piatu. Siang hingga malam hari dikhususkan buat teman teman dan rekan kerja Rangga.
Rebecca kakaknya Rangga yang selama ini menetap di Amerika juga hadir. Ia sudah bisa menerima kembali papi. Sudah lebih sepuluh tahun lamanya Rebecca tidak mau kembali ke Indonesia. Ia kecewa karena papinya memiliki istri lain.
"Melati.. aku tak mengira adik kecilku sudah akan menjadi seorang ayah. Rasanya baru kemarin aku menggendongnya. Beda usiaku yang cukup terpaut jauh, membuat aku selalu menjaganya dengan hati hati, aku sangat menyayanginya"
"Emangnya kak Rebecca dengan Rangga beda usianya berapa tahun kak"
"Aku dengan Rangga beda tiga belas tahun"
"Terpaut cukup jauh"
"Rachel dengan Rangga beda usia sembilan tahun"
"Berarti ketika mami hamil Rangga kak Rebecca dan Rachel pasti senang banget ya, karena akan mendapatkan adik"
"Lebih dari senang, makanya Rangga itu seperti anak mas. Sudah bungsu, jarak usia yang terpaut lumayan jauh, ditambah lagi satu satunya anak cowok. "ujar Rachel
"Emangnya kamu nggak pernah merasakan manjanya Rangga Mel"Tanya Rebecca
"Tentu saja aku dapat merasakan kak, apa lagi semenjak aku hamil, Rangga makin manja. Tidur harus pelukan, makan maunya disuapin. Jika nggak disuapin, makannya dikit banget. "
"Lucu bangetkan, seharusnya kamu yang manja, ini malah sebaliknya"
"Tapi kak, aku nggak ngerasain mual, hanya sampai minggu kedelapan kehamilan aku merasakan mual. Malah Rangga yang sampai saat ini masih merasakan mual dan muntah"
"What... nggak salah Mel. Unik banget kehamilan kamu.. "ucap Rebecca
Rangga yang melihat kakaknya dan Melati asyik berbincang, menghampiri mereka.
"Sedang ngomongin apa sih, kok asyik banget. Sayang.. kamu ngomongin aku ya"ucap Rangga membungkuk dan memeluk bahu Melati dari belakang.
"Gue bilang, kalau Lu tuh diusia lima belas tahun masih suka ngompol "ucap Rebecca sambil tertawa
"Bohong banget sih kak.. mana ada aku ngompol diusia segitu. Sayang... kamu jangan percaya ya apa kata kak Rebecca dan kak Rachel "
"Tapi kamu memang masih suka ngompol waktu sudah duduk di SMP"ujar Rachel
"Kak Rachel, ngomong apa sih. Nanti Melati percaya loh ucapan kakak"
Rebecca dan Rachel tertawa kencang, membuat tamu yang lain memandang ke arah mereka.
"Kamu cantik banget Mel, nggak salah Rangga jadi klepek klepek sama kamu"
Melati yang memakai gaun putih tanpa lengan memang tampak sangat cantik. Mungkin karena aura kehamilannya.
Rangga juga tak kalah ganteng. Ia masih tampak seperti anak kuliahan.
"Kak Rebecca salut denganmu Mel. Kamu bisa membuat adik kecil kami menjadi seorang lelaki yang bersikap dewasa dan bertanggung jawab "
"Aku yang salut pada mami, karena bisa mendidik anaknya menjadi seorang lelaki baik dan sangat bertanggung jawab"ujar Melati.
__ADS_1
Rangga yang mendengar ucapan Melati mengecup pipi dan bibirnya Melati. Ia akan ******* bibir istrinya. Tapi Melati langsung menjauhkan wajahnya.
"Bie.. banyak tamu, malu"ujar Melati
"Rangga, gila Lu. Depan orang banyak main nyosor aja"ucap Rebecca
"Kak Rebecca baru tahu ya kalau Rangga tuh bucin habis sama Melati"
"Aku nggak nyangka aja, habis Rangga ketika aku tinggalin dulu masih manja banget, tidur nggak mau jika nggak bersama mami."
"Sekarangkan, nggak bisa tidur juga kalau nggak ada Melati.. iya kan Mel"ucap Rachel
Melati hanya tersenyum menanggapi perkataan kakaknya Rangga.
"Biarin, namanya aja sayang istri. Makanya nggak bisa tidur kalau nggak ada istri disamping "
"Ngomong ngomong anak lu,cowok apa cewek sih, Ngga"
"Apa sayang.. "tanya Rangga sama Melati
"Menurut dokter kemarin USG cowok kak, tapi belum pasti karena nanti dikehamilan enam bulan baru tampak jelas banget... "
"Wow.. Pasti anak Lu nantinya Rangga banget deh sifatnya"
"Maksud kak Rebecca apa"tanya Rangga
"Pasti anak Lu manja banget kayak Lu dulu, habis ketika dalam kandungan aja membuat papinya manja dan kolokan banget"
"Siapa yang manja.. kak Rebecca jangan asal ngomong ya"
"Hai, Ngga.. itu banyak tamu kamu tuh. Pergi sana, temui"ucap Rachel
Karena tamu tamu yang datang makin banyak, Melati dan Rangga bergabung dengan tamu yang lainnya.
"Udah berapa bulan Mel, kehamilannya"tanya Linda
"Empat bulan masuk lima bulan... "
"Kamu dan Eka kapan nyusul, Lin"tanya Arif
"Tunggu aja undangannya"
"Kalian berdua sudah jadian"tanya Rangga kaget
"Sudah hampir tiga bulan.. "jawab Linda malu
"Selama ini sebenarnya Linda tuh sudah cinta sama gue, cuma malu aja mengakunya"ucap Eka
"Pede banget Lu. "
"Buktinya Lu langsung terima cinta gue"
"Aku tuh kasihan lihat Lu selalu mengemis cinta sama gue,dari pada nanti Lu bunuh diri gara gara gue tolak, gue bisa Lu hantui pula"
Semua tertawa mendengar pertengkaran Linda dan Eka kecuali Weni. Ia hanya tersenyum.
"Febby sudah menikah dengan Arif, sebentar lagi Linda dan Eka menyusul, hanya tinggal aku sendiri. Jangankan calon suami, pacar aja aku tak punya. "
"Weni, apa kamu sakit. Mengapa diam aja. 'tanya Melati melihat Weni yang hanya diam
Mendengar pertanyaan Melati,semua jadi memandang ke arah Weni.
"Aku cuma kurang enak badan aja kok"
__ADS_1
"Wen, apa Lu masih kepikiran masalah papa dan mama kamu"gumam Linda
"Tentu saja aku masih memikirkan semua itu. Sebagai seorang anak sebenarnya aku ingin mama dan papa bersatu kembali, tapi aku tak boleh egois karena ada keluarga yang lebih berhak atas papa"
"Kamu yang sabar ya Wen, jika kamu ikhlas menerima semuanya. Pasti nanti akan indah pada waktunya"
Mereka diam sejenak, larut dalam pikiran masing masing. Sampai Willy dan Kak Shinta masuk, berjalan mendekati Rangga dan Melati.
"Itu yang berjalan ke arah sini Willy kan,Mel"bisik Weni
"Ia Wen"
"Yang wanita itu siapa"
"Itu kak Shinta.. kakaknya Willy"
"Jadi itu kak Shinta, Mel. Aku pengin banget kenalan dengan kak Shinta Mel. Tapi aku takut kak Shinta tak bisa menerima aku"
"Kak Shinta itu sangat baik, jika ia belum menerima kamu saat ini, aku harap kamu bisa memakluminya. Karena rumah tangga kak Shinta juga hampir kandas karena orang ketiga, jadi ia masih trauma "
"Aku mengerti Mel"
"Selamat sore Melati.... "ucap Kak Shinta
"Selamat sore kak... mana mas Deni nggak ikut sekalian"
"Mas Deni ada kerjaan, ia kirim salam buat kamu dan Rangga"
"Terima kasih kak.. sudah coba hidangannya"
"Nanti saja, Ngga.. "
"Selamat ya Rangga, Melati atas rumah barunya dan juga kehamilan Melati"ucap Willy menyalami Rangga
"Terima kasih Wil.. "
"Mas Willy, Kak Shinta, silakan makan dulu. Biar aku temani kak Shinta ,Rangga temani mas Willy"
"Nggak perlu ditemani Mel, kamu tetap saja disini. Kakak bisa ambil sendiri makanannya"
"Oh ya kak... kenalkan ini teman teman nya Rangga"ucap Melati menyebut nama nama mereka.
"Apa kabar kak Shinta.. "tanya Weni
"Alhamdulillah baik, kakak rasa pernah melihat kamu"ucap kak Shinta
"Ini anak papa dari istri mudanya"bisik Willy
"Oh,jadi kamu ..."gumam Shinta
"Kak, ayo aku temani kakak makan. Maaf ya aku tinggal sebentar."ucap Melati membawa kak Shinta menjauh. Ia tak ingin ada kecanggungan antara Weni dan kak Shinta
"Mel, kamu sengaja menjauhkan kakak dari Weni, kamu takut kakak marah marah pada Weni yang akan membuat kamu malukan"
"Aku yakin kakak nggak akan melakukan itu, aku cuma nggak mau kak Shinta nanti jadi canggung karena ada Weni.. "
"Kamu Mel, memang wanita yang baik dan pengertian. Sayang, kamu bukan lagi adik iparku"
"Aku tetap adik Kak Shinta.. "
"Melati... aku beruntung pernah mengenalmu. Walau kita tak ada hubungan lagi kamu tetap baik dan menghargai kakak... "
********************
__ADS_1
Terima kasih