
Riana merasa terharu saat melihat kamar pengantinnya, yang sangat cantik di hiasi oleh lilin di sepanjang jalan menuju ke ranjang, bunga mawar bertebaran di ranjang membentuk love dan di balkon sudah ada makan malam romantis untuk mereka berdua.
"Sayang kita makan dulu ya, isi tenaga biar nanti olahraganya kuat." ucap Iqbal sambil menaik turunkan alisnya.
"Ih apaan sih Mas, kebetulan aku juga sudah lapar, ayo kita makan dulu." ucap Riana.
Mereka berdua duduk di balkon dengan cahaya yang remang - remang karena hanya ada cahaya lilin di kamar itu. Sungguh sangat romantis.
"Ini mas semua yang siapin?" tanya Riana.
"Ya bukanlah petugas hotel yang siapin, mas tinggal bayar aja." ucap Iqbal bercanda.
"Yee.. Itu sih aku tahu mas, tapi ide ini dari mas?" ucap Riana.
"Jelas dong sayang kan Mas ingin kamu senang, gimana senang tidak dengan kejutanku ini?" ucap Iqbal.
"Senang banget mas, makasih ya." ucap Riana.
__ADS_1
"Tapi ini gak gratis loh, Mas minta bayarannya." ucap Iqbal.
"Lah mas kan sudah kaya, masa minta bayaran lagi? Aku gak punya uang mas." ucap Riana.
"Kalo uang aku punya banyak Sayang, aku minta malam ini kamu pijitin aku ya, soalnya pegel nih badanku, nanti gantian deh." ucap Iqbal bercanda.
"Iya.. Iya.. Kalo pijit mah ayo, nanti ya setelah aku mandi. Sekarang kita makan dulu yuk keburu dingin nanti malah tidak enak." ucap Riana.
Riana dan Iqbal menikmati makanan itu dengan tenang, Riana sebenarnya gugup karena sudah lama dia tidak melakukan hubungan jadi rasanya seperti pertama kali lagi.
Riana yang baru saja keluar dari kamar mandi tambah gugup karena melihat suaminya sedang duduk sambil menatap dirinya dengan tatapan singa lapar yang menemukan mangsanya.
"Sayang kamu cantik banget sih, wangi lagi. Mas Jadi pengin nih." ucap Iqbal
"Mandi dulu sana Mas." ucap Riana yang masih gugup.
Iqbal yang tahu jika Riana gugup langsung masuk kamar mandi untuk mandi, dia berharap setelah mandi dia bisa melakukannya dengan Riana.
__ADS_1
Karena sedari tadi si Joni sudah tegang dia ingin masuk ke sarangnya.
"Sabar ya Jon, sebentar lagi kamu bakal masuk ke sarangmu." ucap Iqbal sambil mandi.
Saat Iqbal selesai mandi, Terlihat Riana sudah ada di ranjang menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.
Dalam hati Iqbal, sepertinya bakal bermain solo lagi nih. Iqbal memakai pakaiannya dan ikut masuk ke selimut bareng Riana.
Ketika dia masuk ke selimut betapa terkejutnya Iqbal mendapati Riana sudah memakai pakaian Dinas malamnya di balik selimut itu.
"Sayang kamu sengaja ya bikin mas down. Tadinya mas pikir kamu belum siap, eh malah ini nantang. Ya sudahlah yuk gas aja." ucap Iqbal.
Tanpa aba - aba Iqbal langsung menerkam Riana. Akhirnya penantian selama lima tahun ini terbayar sudah, si Joni menemukan sarang yang baru, yang lebih hangat dan lebih legit.
Riana sampai kewalahan menghadapi Iqbal. Ternyata Joni sangat hebat bisa menaklukan sarangnya, hingga berkali - kali banjir. Setelah sekian lama Joni memuntahkan lahar di sarang yang legit itu.
"Terima kasih sayang. Kamu hebat sekali." ucap Iqbal.
__ADS_1
"Kamu juga hebat mas." ucap Riana.
Karena terlalu lelah mereka berdua langsung tertidur hingga pagi menjelang.