Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Tujuh puluh Tujuh


__ADS_3

Hari ini pesta pernikahan Rangga dan Melati sedang berlangsung disalah satu hotel berbintang. Para tamu sudah banyak yang berdatangan.


Sahabat dan teman teman Rangga bertugas menerima tamu yang hadir untuk mengucapkan selamat buat pengantin.


Pembawa acara mengatakan jika pengantin akan masuk keruang pesta dan diminta pada para tamu buat berdiri sebagai penghormatan.


Semua mata tertuju kepelaminan.Melati dengan gaun putih sedikit terbuka memperlihatkan bahunya yang putih tampak sangat cantik. Begitu juga Nabila juga tampak cantik dengan gaunnya. Rangga juga tak kalah, ia tampak tambah ganteng dengan jas putihnya.





Semua tamu memuji kecantikan Melati dan juga kegantengan Rangga. Mereka tampak sangat serasi.


Tampak Melati yang selalu menebarkan senyum pada semua undangan yang hadir.


"Kamu cantik banget sayang.. dan tampak sangat seksi. Sebenarnya aku sedikit nggak rela karena pakaian kamu yang aedikit terbuka ini memperlihatkan tubuhmu. Tapi karena ini hari bahagia kita, aku maafkan deh"bisik Rangga


"Ini pilihan mami kamu, bie"


"Kamu tahu sayang, aku jadi pengin makan kamu saat ini, melihat kamu seksi begini"


"Hubby.. jangan mesum ah"


"Papi napa tenyum tenyum aja"ujar Nabila yang duduk disamping Rangga


"Papi lagi bahagia banget sayang. Kamu dan bunda yang telah menjadi sumber kebahagiaan papi saat ini, besok dan selamanya.Papi ingin selamanya mendampingi bunda dan Nabila, sampai papi punya cucu dari Nabila.Papi sayang banget sama bunda dan Nabila"


"Papi.. Biya juga tayang papi"ucap Nabila dan mengecup pipi Rangga. Melati yang melihat itu sangat terharu.


"Sayang.. bunda sangat bersyukur kamu mendapat ayah pengganti yang sangat menyayangimu seperti anak kandungnya sendiri"

__ADS_1


"Papi benar benar menyayangi Bila, nak.Lebih dari yang orang tahu. Bagi papi kamu seperti darah daging papi sendiri"


Di tempat lain teman Rangga memerhatikan ia dan Melati dari tempat mereka berdiri.


"Gilaa bener, Melati itu bening banget. Pantas Rangga jadi klepek klepek dengannya. Melati mah biar janda tapi high quality" ujar Eka


"Betul banget.. gue kalau ada satu lagi kayak Melati gue juga mau"ucap Arif


"Jadi menurut Lu gue ini nggak cantik"ucap Febby tunangannya Arif


"Kamu juga cantik sayang. Aku kan cuma becanda "


"Tapi Melati memang cantik, baik dan lemah lembut. Pantas buat Rangga. Ia bisa mengimbangi sifat emosian Rangga"gumam Weni


"Lu udah move on dari Rangga kan. Gue nggak mau ya punya sahabat yang masih mikirin suami orang"ujar Linda


"Jangan takut Lin, gue tak ada niat jadi pelakor. Kata nyokap gue tak ada enaknya jadi pelakor. Mendapat sangsi sosial yang membuat kita tak bisa nyaman dan tenang dalam melakukan sesuatu. Orang akan berpikiran buruk terhadap kita walau kita telah berbuat baik sekalipun.Orang tak akan mau mendengar alasan dibalik kita menjadi istri kedua. Semua pasti hanya menyalahkan kita sebagai pelakor"


"Bagus deh jika tak ada niat Lu buat merusak rumah tangga orang, karena itu hanya indah sesaat dan pada akhirnya kita akan menyesal seumur hidup"


"Willy, ada nyali juga lelaki itu datang. Siapa wanita yang bersama dirinya. Apakah itu istri atau pacarnya. Nggak tahu malu, mau datang ke pesta pernikahan mantan istri. Bawa wanita yang jauh kalah lagi kecantikannya dari Melati. Kalau mau bawa wanita yang lebih cantik kek"


"Kamu melihat siapa sih Wen, kok kayak kaget gitu"tanya Linda


"Itu suami pertama Melati"


"Yang mana"ucap Febby dan Linda serempak


"Yang lagi berjalan berdua dengan wanita pakai gaun biru "


"Oh itu, ganteng Rangga lah. Pantas Melati lebih pilih Rangga.. "gumam Febby


"Tapi wanita yang bersamanya tidak sebanding dengan Melati. Melati jauh lebih cantik, mengapa ia mau pisah dan memilih wanita itu ya"ujar Linda.

__ADS_1


"Eeh... jadi Melati dapat yang lebih baik tapi suaminya malah dapat yang lebih buruk"


"Kamu kok kenal dengan mantan suami Melati"


"Aku kebetulan bertemu saat beli roti di toko Melati"


"Maksud kamu Melati memiliki sebuah toko roti "


"Ya.. dan itu sudah ada hampir satu setengah tahun, berarti sebelum ia menikah dengan Rangga. Itu lah yang aku bilang,jika Melati juga banyak memiliki kelebihan sehingga tak salah Rangga memilihnya. Dan kalian tahu nggak yang menjadi koki di toko rotinya Melati sendiri, itu berarti Melati pintar memasak bukan. Aku masak air aja gosong "


"Ah Lu bisa aja Wen"ujar Febby


"Hei... sadar nggak kalau kita belakangan ini kerjanya gosipin Melati dan Rangga melulu, tambahin dosa aja"ucap Linda


"Iya ya.. mengapa kita jadi kepo dengan kehidupan mereka ya."ujar Febby


"Irii... bilang boss ....."ucap Linda dan tertawa


"Hai ciwik ciwik ,Rangga mengajak kita berfoto bersama pengantin.. "


"Assyyyiiiaaappp... "ucap Linda semangat


Mereka naik ke atas pelaminan dan berfoto dengan berbagai pose. Dari yang serius hingga gaya gila gilaan. Nabila tak luput dari sasaran mereka. Kadang berfoto sambil menggendongnya dan kadang mengajak menirukan berbagai pose mereka.


Willy dari tempat duduk nya memperhatikan Melati tanpa kedip. Lani juga memperhatikan keduanya dengan intens.


"Melati.... kamu tampak sangat cantik. Aku perhatikan kamu setiap harinya makin bertambah cantik saja. Senyum juga tak luput dari wajahmu menambah kecantikanmu. Jika bersamaku dulu kamu tampak selalu murung, apakah aku memang tak pernah membuat kamu bahagia. Apakah aku memang hanya memberi kepahitan dalam hidupmu. Kamu tampak jauh lebih cantik dan bahagia dari kamu gadis dulu. Nabila.. kamu juga tampak sangat cantik nak. Ayah rasanya ingin membawa kamu pergi jauh, ayah rasanya tak rela kamu lebih menyayangi Rangga, kamu tampak sangat bahagia bersama papimu itu. Apakah masih ada cinta dihatimu buat ayah. "


Lani memperhatikan Willy yang matanya tampak berkaca kaca menahan tangis.


"Apakah kamu sekarang menyesal melepaskan Melati dan anakmu Willy. Matamu tak bisa berbohong jika kamu masih sangat mencintai Melati. Kamu pasti saat ini lagi sedih melihat kebahagiaan Melati dan Nabila. Aku juga sedih.. mengapa Melati selalu saja dicintai lelakinya dan mengapa Melati selalu saja mendapatkan kebahagiaan. Dulu aku pikir, dengan merebutmu aku juga akan merasakan kebahagiaan yang Melati rasakan saat bersamamu. Tapi ternyata aku tak pernah merasakan itu. Dari pertama menikah sampai detik ini aku tahu, hati Willy hanya diisi nama Melati. Ia hanya bertualang mencari cinta yang lain, padahal cintanya telah berlabuh dihatimu. Aku benar benar iri padamu Mel. Apa yang telah kamu lakukan sehingga Tuhan selalu memberi kamu kebahagiaan dan cinta dari orang orang disekeliling kamu... "


**********************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Dan juga ucapan terima kasih buat semua dukungan, buat yang telah memberi like, koment dan vote. 😍😍😍


__ADS_2