
"mas" ucap Laras dan duduk disamping Permana
Permana yang langsung mematikan handphon,melihat ke arah laras
"kenapa sayang" jawabnya dengan wajah ketakutan,
"mas kok,kayak ketakutan gitu" ucap Laras,
"hmhmh,ngga sayang,tadi tuh sebenarnya ada telpon dari perusahaan,katanya ada sesuatu yang harus aku selesaikan" ucapnya dengan pilu tapi penuh kebohongan,
Sebagai seorang wanita yang mencintai laki-lakinya,Laras tidak bisa melarang Permana untuk kembali ke luar negeri,
"trus rencana mas,tuk pulang Minggu depan jadi? tanya Laras yang duduk disamping Permana,
"rencana mas sih,Minggu depan,tapi karena telpon barusan,jadi lusa mas harus pulang" ucap Permana dengan mengusap kepala Laras,
"ya udah sayang,mas balik yah" kata Permana yang hendak berdiri,namun ditahan oleh Laras,
"kenapa sayang" tanya Permana melihat ke arah Laras,
__ADS_1
"mas,kapan aku dikenalin sama orang tua mas" tanya Laras,
sedangkan Permana yang ditanya begitu Laras,langsung berkata,
"akan ada saatnya sayang" kata Permana,
Semenjak dekat Laras,Permana memang tidak pernah mengajak ke rumahnya,apalagi berkenalan dengan orang tuanya,beda dengan Katie,dia sering berhubungan lewat telpon dengan orang tua Permana,dan itu semua melalui permana
"kapan saat itu mas,kita kan sebentar lagi bakal nikah"
"tunggulah sayang,owh iya,aku lupa orang tua aku juga akan ikut aku ke luar negeri,ada urusan sedikit" ucap Permana
"ya udah,aku pulang yah" ucapnya dengan mengecup kening Laras,dan hendak mencium bibir Laras,namun semua itu tidak terjadi karena Laras menghindarinya,sedangkan Permana yang ditolak begitu hanya senyum asam,
"kenapa perasaan aku tiba-tiba ngga enak yah,seperti mas Permana punya rahasia dari aku" ucapnya dengan menopang dagunya,
"tapi kalaupun mas Permana ngga benar cinta sama aku,mana mungkin dia mau nikahin aku"
"yah benar,dia pasti cinta sama aku" ucapnya dengan meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Dalam perjalanan,Permana yang mengendarai mobilnya,berhenti dipinggir jalan karena suara handphonenya,dia yang melihat nama yang terpampang di layar telponnya tersenyum dan mengangkatnya
"sayang,lagi dimana" ucapnya langsung yang diseberang sana,tidak lain adalah Katie,
"di jalan sayang,kenapa hmhm? ucap Permana
"jadi kan balik lusa sayang,"?tanya Katie manja
"untuk ratu hatiku,yah jadilah" ucap Permana
"aku tunggu yah sayang,mmuacch" ucap Katie dan memberikan kecupan lewat telphon.
setelah mematikan handphonenya,Permana berpikir,apakah dia egois ingin memiliki dua wanita sekaligus,Katie yang sangat dicintainya,dan Laras yang dulunya juga merupakan cinta pertamanya,
"aku harus bisa menikahi Laras,karena itu adalah janji aku padanya,bahkan dia sangat mencintai aku,walaupun aku sebenarnya masih cinta juga sama dia,tapi Katie,,juga wanita yang bahkan aku sangat cintai,dan mereka adalah sahabat,akkkkhhhhh" ucapnya memukul stir mobilnya,
"tapi bodohnya juga Laras,kenapa dia masih tetap percaya sama aku,yang jelas-jelas udah berapa tahun aku tinggalkan"
"aku harus bisa menyembunyikan pernikahanku dengan Katie dari laras,setelah aku menikahi Katie di luar negeri,aku akan kembali ke Indonesia menikahi juga Laras,,yah,yah,rencana yang sangat bagus Permana" kata permana penuh keyakinan dengan rencananya,
__ADS_1
Permana pun kembali menjalankan mobilnya untuk ke rumah orang tuanya,untuk bersiap-siap berangkat ke luar negeri lusa.
sudah dua hari Permana tidak pernah menghubungi Laras,Laras hanya bisa berpikir positif,mungkin Permana sedang sibuk dengan keberangkatannya,dan benar saja Permana saat ini akan berangkat ke luar negeri bersama dengan kedua orang tuanya untuk melangsungkan pernikahan dengan Katie,yang semua urusan di urus oleh Katie sang calon isteri